Feature

Sosok ‘Ahmad Dahlan’ Muncul di Jalan Sehat PDM Pacitan

28
×

Sosok ‘Ahmad Dahlan’ Muncul di Jalan Sehat PDM Pacitan

Sebarkan artikel ini
Bambang Setyo Utomo foto bersama dengan anggota Tapak Suci Pacitan (Tagar.co/Istimewa)

Kehadiran seorang peserta berkostum ala K.H. Ahmad Dahlan mengubah suasana jalan sehat Milad Ke-113 Muhammadiyah di Pacitan menjadi momen refleksi tentang nilai perjuangan dan pembaruan yang diwariskannya.

Tagar.co – Jalan sehat Milad Ke-113 Muhammadiyah berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan peserta dari masyarakat umum. Mereka tumplek blek di sepanjang rute kegiatan yang digelar pada Ahad pagi (30/11/25), merayakan perjalanan panjang organisasi yang berdiri sejak 18 November 1912 itu dengan penuh semangat kebersamaan.

Acara yang digelar di kawasan perkotaan ini mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, sebuah pesan yang mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam berkontribusi bagi kemajuan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Milad Muhammadiyah di Pacitan: Merayakan Kepedulian melalui Donor Darah

Di tengah keramaian peserta yang mengenakan atribut warna cerah, perhatian tiba-tiba tersedot oleh kehadiran seorang pria: Bambang Setyo Utomo. Ia tampil mencolok dengan kostum ala K,H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Dalam sekejap, langkahnya menjadi pusat perhatian.

Sorban batik, sarung kotak-kotak, serta jas panjang putih yang ia kenakan begitu identik dengan penampilan K.H. Ahmad Dahlan. Dengan langkah tenang dan senyum ramah, Bambang menyapa para peserta yang membalas antusias; banyak yang berhenti untuk berfoto atau sekadar berbincang singkat.

Baca Juga:  Sekolah Kreatif Baratajaya Borong Gelar Juara di Sport and Art Competition 2026

“Saya ingin menghadirkan semangat perjuangan K.H. Ahmad Dahlan di tengah masyarakat, terutama generasi muda. Semangat beliau tidak boleh hanya menjadi sejarah, tetapi perlu hidup dalam tindakan,” ujar Bambang saat ditemui di sela kegiatan.

Bagi Bambang, kostum itu bukan sekadar busana peringatan. Ia menganggapnya sebagai ajakan simbolik agar masyarakat kembali meneladani nilai-nilai yang diwariskan sang pendiri Muhammadiyah, ulama pembaharu kelahiran Yogyakarta pada 1 Agustus 1868 yang berjasa besar dalam bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan.

Para peserta jalan sehat pun menyambut positif inisiatif tersebut. Mereka menilai cara itu efektif menghidupkan kembali sejarah Muhammadiyah, terutama di mata generasi muda.
“Anak-anak jadi banyak bertanya tentang siapa sebenarnya Ahmad Dahlan. Ini cara yang bagus untuk mengenalkan sejarah,” kata Mustofa, Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan.

Melanjutkan Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan

Kehadiran Bambang juga memantik diskusi hangat tentang semangat pembaruan yang digaungkan K.H. Ahmad Dahlan—mulai dari keberanian berpikir kritis, dorongan terhadap pendidikan modern, hingga penolakannya terhadap taklid buta yang kerap menghambat kemajuan.

Baca Juga:  IPM Pacitan Gelar PKTM 1, Perkuat Fondasi Kaderisasi Pelajar

Bambang menegaskan bahwa perjuangan masa lalu harus dilanjutkan dengan cara yang relevan pada zaman sekarang. “Generasi saat ini harus mampu bersaing secara intelektual dan ekonomi. Itu yang selalu digarisbawahi K.H. Ahmad Dahlan. Beliau ingin umat Islam mandiri, berdaya, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di sepanjang rute, peserta tampak terlibat dalam obrolan ringan tentang keikhlasan dan pengabdian—nilai khas K.H. Ahmad Dahlan—seraya mengaitkannya dengan tantangan sosial hari ini, mulai dari persoalan pendidikan hingga ketimpangan kesejahteraan. Jalan sehat yang awalnya diniatkan sebagai ajang olahraga bersama akhirnya menjadi ruang edukasi singkat tentang jejak perjuangan pendiri Muhammadiyah.

Di garis finis, panitia membagikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Meski hadiah menjadi magnet tersendiri, perhatian peserta tak lepas dari figur Bambang yang konsisten menghidupkan pesan perjuangan lewat langkah sederhana namun bermakna.

Dengan rendah hati Bambang menegaskan bahwa dirinya hanya bagian kecil dari upaya besar menjaga warisan nilai Muhammadiyah. “Kalau bukan kita yang menghidupkan nilai-nilai itu, siapa lagi? Setiap orang bisa berkontribusi, sekecil apa pun,” ucapnya.

Baca Juga:  Tapak Suci Al-Fattah Menggila di SAC 2026, Puluhan Medali Dibawa Pulang

Jalan sehat Milad Ke-113 Muhammadiyahditutup dengan suasana hangat dan penuh kegembiraan. Melalui cara yang sederhana, pesan besar tentang semangat pembaruan, kepedulian sosial, dan komitmen memajukan bangsa kembali menggema. Seakan hadir kembali, sosok K.H. Ahmad Dahlan menyapa masyarakat, mengingatkan bahwa perjuangan tidak berhenti, melainkan harus terus hidup dalam tindakan nyata. (#)

Jurnalis Edi Susanto Penyunting Mohammad Nurfatoni