Telaah

Syukur yang Tak Pernah Padam di segala Keadaan

38
×

Syukur yang Tak Pernah Padam di segala Keadaan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Bencana datang silih berganti, namun ayat-ayat Allah mengingatkan bahwa setiap keadaan tetap mengandung ruang untuk bersyukur.

Oleh M. Anwar Djaelani,

Tagar.co – Di Jawa, Gunung Semeru meletus. Di Sumatra, banyak daerah dilanda banjir. Kita prihatin dan mendoakan semoga semua yang terdampak Allah beri kekuatan iman dan takwa, serta diberi kesabaran dalam menghadapinya.

Bersyukur kepada Allah itu wajib. Allah memerintahkan kita untuk bersyukur atas nikmat-Nya yang tak terhitung. Banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan hal ini, di antaranya: “Katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah’.” (An-Naml: 59).

Baca juga: Urgensi Berkata-kata Lurus dan Lembut

Selalulah bersyukur dalam setiap keadaan. Bersyukurlah dalam segenap situasi karena nikmat Allah memang tidak terhitung. Perhatikan terjemah ayat ini: “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (An-Nahl: 18).

Tafsir Ibnu Katsir atas ayat ini menyebutkan bahwa Allah mengingatkan manusia akan begitu berlimpahnya nikmat dan kebaikan-Nya. Karena itu Allah berfirman demikian.

Baca Juga:  Khusyuk dan Syukur di Masjid Al-Asy'ari Wonorejo

Lebih jauh, Ibnu Katsir mengajak kita menyimak ujung ayat tersebut: Allah memaafkan hamba-Nya. Sekiranya para hamba dituntut untuk mensyukuri seluruh nikmat-Nya, niscaya mereka tidak akan mampu. Seandainya semua hamba diperintahkan melakukan itu sepenuhnya, mereka pasti lemah dan tak sanggup.

Jika Allah mengazab hamba-Nya, Dia berhak melakukannya tanpa menzalimi mereka. Tetapi Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang; Dia mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas setiap kebaikan sekecil apa pun.

Ibnu Katsir juga mengutip Ibnu Jarir yang menjelaskan bahwa firman “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun” menunjukkan bahwa ada di antara hamba yang lupa bersyukur atas sebagian nikmat-Nya. Allah tetap Maha Pengampun bila hamba-Nya bertobat dan kembali kepada-Nya dengan menaati-Nya serta menempuh jalan yang diridai-Nya.

Ayat itu ditutup dengan “…lagi Maha Penyayang”, yakni Allah Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Dia tidak mengazab manusia setelah mereka kembali dan bertobat kepada-Nya.

Semua Merasakan

Kehidupan tidak selalu berada pada posisi yang menyenangkan. Ada saat-saat kita menghadapi keadaan yang tidak disukai. Semuanya—baik yang menyenangkan maupun tidak—harus diterima dengan sabar. Semua itu bagian dari ujian bagi setiap manusia tanpa kecuali.

Baca Juga:  Titik Temu Jazir, Isa Anshary, dan Natsir

Perhatikan ayat ini: “Dan sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155).

Lihatlah para nabi ini: Adam, Luth, Ayyub, Zakariya, Yusuf, dan Yunus. Perhatikan juga para nabi lainnya: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. Semua diuji, dan ujiannya berat-berat.

Semua manusia tanpa kecuali diberi ujian. Segenap hamba pasti mendapatkan cobaan. Bahkan, semakin Allah mencintai seseorang, ujiannya justru semakin berat.

Jalan Mulia

Ucapkan alhamdulillah saat mendapatkan kenikmatan. Ucapkan alhamdulillah ‘ala kulli hal ketika menghadapi musibah yang tidak disukai.

Cermatilah: “Ketika mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, Nabi Muhammad Saw mengucapkan ‘Alhamdulillah ‘ala kulli hal’ (Segala puji milik Allah atas setiap keadaan).” (Ibnu Majah).

Dalam urusan ketaatan kepada Allah, lihatlah mereka yang lebih baik daripada kita. Dalam hal ujian atau cobaan dari Allah, lihatlah mereka yang lebih berat penderitaannya dibanding kita.

Sebagai contoh:

  • Pada 25 November 2025 diberitakan: “Status Masih Awas di Level IV, Gunung Semeru Meletus 38 Kali dalam 6 Jam.”
  • Pada 27 November 2025 ada berita: “Medan Banjir Parah, Rumah Warga Terendam Air hingga Atap.”

Mari doakan dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak gunung meletus. Doakan pula mereka yang sedang menghadapi banjir. Doakan semua saudara kita yang tengah menghadapi ujian kehidupannya masing-masing. Semoga Allah menguatkan kita semua dalam iman dan takwa, serta menganugerahi kesabaran.

Baca Juga:  Gurindam Dua Belas: Warisan Hikmah Raja Ali Haji sebagai Gizi Rohani

Semoga kita pandai bersyukur. Mudah-mudahan kita tidak lupa untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan. Alhamdulillāh ‘alā kulli hal — Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni