Utama

Menteri Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Negara untuk Guru

21
×

Menteri Abdul Mu’ti Tegaskan Komitmen Negara untuk Guru

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya pada Selasa (25/11/25) 

Pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Surabaya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan langkah konkret pemerintah meningkatkan kompetensi, perlindungan, dan kesejahteraan guru, termasuk beasiswa, tunjangan, serta penguatan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik.

Tagar.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjadi pembina upacara peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.

Upacara berlangsung di Balai Kota Surabaya pada Selasa (25/11/25) dan diikuti sekitar 1.000 peserta dari unsur guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta perwakilan pemerintah daerah.

Baca juga: Menatap Guru Hebat, Berdampak Indonesia Kuat

Pada kesempatan tersebut, Menteri Mu’ti tampil mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan udeng dan kain khas, menambah kekhidmatan suasana sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia.

Dalam amanatnya, Mendikdasmen menegaskan bahwa selama satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

“Tahun 2025, Pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidkikan D.IV/S.1 untuk melanjutkan studi S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau untuk 12.500 guru,” ujar Menteri Mu’ti.

Baca Juga:  Mendikdasmen Pimpin Upacara di Aceh Tamiang, Teguhkan Komitmen Pulihkan Pendidikan Pascabencana

Ia melanjutkan bahwa Pemerintah menghadirkan berbagai program pelatihan seperti Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kompetensi bagi guru Bimbingan Konseling maupun non-Bimbingan Konseling, Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta pelatihan peningkatan kompetensi lainnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan istri menerima buket bunga dalan peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya pada Selasa (25/11/25) 

Terkait peningkatan kesejahteraan, Menteri Mu’ti menjelaskan bahwa Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah per bulan untuk guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) serta satu kali gaji pokok untuk guru ASN. “Bagi guru honorer diberikan insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru,” tuturnya.

Menteri Mu’ti mengakui bahwa berbagai insentif dan tunjangan itu masih belum sepenuhnya memenuhi harapan. Namun, ia memastikan komitmen Pemerintah untuk terus memperbaiki kebijakan bagi tenaga pendidik.

“Tahun 2026, kesempatan melanjutkan studi dengan beasiswa dibuka untuk 150.000 guru. Tunjangan guru honorer dinaikkan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah. Tugas administratif guru dikurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, ada satu hari belajar guru dalam sepekan,” katanya.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah

“Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melaksanakan tugas utama sebagai pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri,” lanjut Menteri Mu’ti.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berfoto bersama usai peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Balai Kota Surabaya pada Selasa (25/11/25)

Guru di Era Digital: Tantangan dan Peran Negara

Pada bagian selanjutnya, Menteri Mu’ti menyoroti tantangan berat yang dihadapi guru di era digital. Ia menilai bahwa kehidupan modern semakin hedonis dan materialistis, sehingga penghargaan terhadap manusia kerap diukur sebatas kepemilikan dan kesenangan material.

Guru, lanjutnya, juga menghadapi tantangan sosial, budaya, moral, politik, serta tuntutan masyarakat yang kian tinggi. “Ada sebagian guru yang mengalami tekanan material, sosial, mental, dan berhadapan dengan aparatur penegak hukum. Kondisi demikian harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para murid,” tegasnya.

Untuk memberikan perlindungan hukum, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia. “Isi kesepahaman antara lain penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal-hal yang berkaitan dengan tugas mendidik,” ujarnya.

Baca Juga:  Manhaj Muhammadiyah: Berakar pada Tauhid Murni, Berbuah Amal Saleh

Menutup amanatnya, Menteri Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru atas pengabdian yang tak ternilai. “Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmu kualitas sumber daya manusia, masa depan bangsa dan negara. Selamat Hari Guru 2025. Guru hebat, Indonesia kuat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas upaya pemerintah meningkatkan perlindungan bagi guru.

“Alhamdulillah, tadi sangat luar biasa pesan Pak Menteri, bagaimana penghormatan pada seorang guru, baik untuk kesejahteraan guru. Kita menjadi apa pun hari ini, itu adalah karena jasa seorang guru. Karena itulah hormati guru sampai kapan pun, seperti kita menghormati orang tua kita,” ujarnya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni