Feature

Dari Muhammadiyah Bawean untuk Indonesia

47
×

Dari Muhammadiyah Bawean untuk Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat di Sangkapura Bawean, Gresik, 18 November 2025 (Tagar.co/Istimewa)

Perayaan Milad Ke-113 Muhammadiyah di Bawean menunjukkan bahwa dakwah dan aksi sosial nyata tidak hanya berhenti di pulau kecil, tetapi memberi manfaat bagi masyarakat luas dan pembangunan bangsa.

Oleh Shalehoddin, S.Pd., Ketua Majelis Tabligh PCM Sangkapura

Tagar.co — Peringatan Milad Ke-113 Muhammadiyah tahun ini menjadi momentum bagi warga perserikatan untuk meneguhkan kembali semangat dakwah purifikasi dan perjuangan sosial tanpa batas.

Mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, perayaan ini tidak hanya menghadirkan nuansa historis, tetapi juga menyoroti capaian monumental Muhammadiyah sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang terus berkembang.

Sejak berdiri pada 18 November 1912 di Yogyakarta, melalui gagasan visioner Kiai Haji Ahmad Dahlan, Muhammadiyah lahir sebagai gerakan pembaruan Islam yang memadukan pemurnian ajaran agama dengan komitmen terhadap kemajuan sosial.

Baca juga: Muhammadiyah sejak 1912 Miliki Komitmen Memajukan Kesejahteraan Bangsa

Sejak awal, Muhammadiyah hadir untuk membangkitkan kesadaran umat, memperbaiki praktik keagamaan yang tidak berdasar, serta memajukan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi fondasi gerakan Islam modern yang terus berkembang hingga kini.

Baca Juga:  Tiga Pesan Abdul Mu’ti tentang Masa Depan Muhammadiyah dan Bangsa

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah tampil sebagai organisasi civil society terbesar di Indonesia dengan jangkauan pelayanan publik yang luas. Ribuan sekolah, universitas, rumah sakit, panti asuhan, serta jaringan kemanusiaan menjadikan Muhammadiyah kekuatan strategis dalam pembangunan bangsa.

Pada milad ke-113, Muhammadiyah mencatat prestasi internasional penting: sertifikasi EMT (Emergency Medical Team) dari WHO, yang menjadikannya satu-satunya organisasi di Indonesia yang memperoleh pengakuan ini. Sertifikasi EMT merupakan standar internasional bagi tim medis tanggap darurat, menegaskan peran Muhammadiyah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga dalam arena kemanusiaan global.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat di Sangkapura Bawean, Gresik, 18 November 2025 (Tagar.co/Istimewa)

Dari Yogykarta ke Bawean

Semangat itu turut mengalir hingga pulau-pulau terpencil, termasuk Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sangkapura bersama seluruh ortom, mulai dari Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, hingga IPM, merayakan Milad Ke-113 Muhammadiyah melalui aksi sosial nyata, seperti pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi kesehatan, hingga penyuluhan pola hidup sehat. Antusiasme warga menegaskan peran Muhammadiyah dalam menyediakan akses layanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Khotbah Idulfitri di Sangkapura: Empat Peringatan agar Terhindar dari Neraka Saqar

Hadir dalam perayaan, Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P., beserta istri, menegaskan kemitraan kuat antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kiprah Muhammadiyah yang konsisten menghadirkan layanan sosial, bahkan di wilayah kepulauan seperti Bawean. Tidak hanya itu, Laznas Sidogiri juga ambil bagian, menegaskan kolaborasi lintas organisasi untuk mewujudkan Islam rahmatanlilalamin.

Dari pulau kecil di tengah Laut Jawa, Sangkapura membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah terus bersinar dan memberi manfaat tanpa batas.

Aksi nyata ini menegaskan bahwa perjuangan Muhammadiyah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi melalui pelayanan publik yang berkelanjutan. Inilah manifestasi “Perjuangan Sosial Tanpa Batas”, sebuah gerakan yang menembus batas geografis dan administratif demi kemaslahatan umat.

Milad tahun ini juga menyampaikan pesan moral bahwa dakwah Muhammadiyah relevan dalam menjawab tantangan zaman. Dengan capaian internasional seperti sertifikasi EMT dan aksi sosial yang dilakukan hingga pelosok daerah, Muhammadiyah menunjukkan jati diri sebagai gerakan Islam berkemajuan yang tidak berhenti membawa perubahan.

Baca Juga:  Khotbah Idulfitri di Sangkapura: Empat Peringatan agar Terhindar dari Neraka Saqar

Dari Yogyakarta hingga Bawean, dari pusat kota hingga pulau terpencil, Milad ke-113 membuktikan bahwa Muhammadiyah tetap konsisten menjadi pelopor dakwah pencerahan dan kekuatan sosial yang bekerja untuk sebesar-besarnya kemanfaatan umat.

Selamat milad ke-113, semoga Muhammadiyah terus berkiprah membangun iman-Islam dan peradaban yang berkemajuan. (#)

Bawean, 18 November 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni