Feature

Dari Bawean ke Trawas: Langkah Guru Muhammadiyah Menembus Gelombang Digital

23
×

Dari Bawean ke Trawas: Langkah Guru Muhammadiyah Menembus Gelombang Digital

Sebarkan artikel ini
Dari kiri: Nuri Izza Maulidiya (tim media SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura), Endang Hardianti Dewi (guru MI Muhammadiyah Daun), dan Sony Elvianto Hermawan (tim media sekaligus Waka Humas SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura) berpose di depan backdrop Journalist and Influencer Camp yang digelar Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi PDM Gresik di Mojokerto, 8–9 November 2025. (Tagar.co/Istimewa)

Menempuh laut dan darat, para guru Muhammadiyah Bawean hadir di Journalist and Influencer Camp di Mojokerto. Mereka tak sekadar belajar jurnalistik, tapi membawa pulang semangat baru: menjadi pendidik yang melek media dan menebar narasi kebaikan.

Tagar.coGrand Whiz Hotel Trawas Mojokerto dipenuhi energi kolaboratif ketika para aktivis Muhammadiyah dari berbagai Gresik, termasuk dari Pulau Bawean, berkumpul dalam kegiatan Journalist and Influencer Camp.

Program yang digagas oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus ajang kolaborasi bagi para pendidik di era digital.

Baca juga: Guru Muda MI Mutwo Belajar Storytelling dan Media Digital di Journalist Camp

Perjalanan panjang ditempuh para peserta dari Bawean. Jumat malam, 7 November 2025, mereka menyeberang dari Pulau Bawean menuju Paciran menggunakan kapal laut, lalu melanjutkan perjalanan darat ke Mojokerto.

Tiga guru dari Bawean hadir dalam kegiatan ini: Sony Elvianto Hermawan, S.Pd., dan Nuri Izza Maulidiya, S.Pd. dari SMK Muhammadiyah 4 Sangkapura, serta Endang Hardianti Dewi, S.Pd. dari MI Muhammadiyah Daun.

Baca Juga:  Khotbah Idulfitri di Sangkapura: Empat Peringatan agar Terhindar dari Neraka Saqar

Selama dua hari pelatihan, para peserta diajak memahami lebih dalam peran guru sebagai komunikator pendidikan yang cerdas dan adaptif. Melalui berbagai sesi inspiratif, mereka belajar langsung dari praktisi media dan influencer berpengalaman tentang cara menulis berita sekolah, mengelola media sosial, hingga membangun citra positif lembaga pendidikan Muhammadiyah di dunia digital.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya literasi digital di kalangan pendidik. Para peserta tidak hanya berlatih menulis dan membuat konten, tetapi juga diajak memahami etika bermedia, narasi dakwah kebaikan, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi.

“Media sekolah bukan hanya soal publikasi kegiatan, tetapi tentang menyampaikan nilai, inspirasi, dan semangat perubahan,” ujar Sony Elvianto Hermawan.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, Journalist and Influencer Camp menjadi momentum penting bagi para guru Muhammadiyah, terutama yang datang dari wilayah terpencil seperti Bawean.

Mereka pulang membawa bekal baru—pengetahuan, jejaring, dan tekad untuk terus menebar manfaat melalui karya tulis dan media sekolah. (#)

Baca Juga:  Milad Ke-12, SMK Muda Sangkapura Bawean Tebar Kepedulian

Jurnalis Firlana Izaty Penyunting Mohammad Nurfatoni