Feature

Langkah Baru Nasyiatul Aisyiyah: Cetak Kader Penyelia Halal

42
×

Langkah Baru Nasyiatul Aisyiyah: Cetak Kader Penyelia Halal

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama LPH-KHT PP Muhammadiyah, Prof. H.M. Nadratuzzaman Hosen menyampaikan sambutan Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM ini digagas oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) bekerja sama dengan Halal Center Universitas Ahmad Dahlan (HC UAD), Jumat (26/9/25).


Untuk kali pertama, PPNA menggelar pelatihan penyelia halal bersertifikat. Program ini lahir dari dukungan Muhammadiyah dan Bank Indonesia, dengan harapan perempuan bisa menjadi motor penggerak ekosistem halal nasional.

Tagar.co – Suasana Hotel Holiday Inn Express Jakarta, Jumat–Ahad (26–28/9/2025), terasa berbeda. Puluhan perempuan muda dari berbagai daerah hadir dengan semangat yang sama: belajar menjadi penyelia halal.

Mereka datang sebagai kader Nasyiatul Aisyiyah, membawa harapan untuk memastikan produk-produk yang beredar di masyarakat benar-benar halal dan tayib.

Baca juga: Muhammadiyah pada Peran Kebangsaan Harus Wujudkan Umat Terbaik

Pelatihan Sertifikasi Halal UMKM ini digagas oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) bekerja sama dengan Halal Center Universitas Ahmad Dahlan (HC UAD).

Sebanyak 35 peserta yang mewakili Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur mendapat bekal intensif selama tiga hari.

Langkah Awal yang Bermakna

Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PPNA, Subekti, dalam sambutannya menegaskan kajian halal merupakan sesuatu yang relatif baru di tubuh PPNA. Namun, kebutuhan akan tenaga penyelia halal kian mendesak, terutama di tengah geliat UMKM yang tumbuh pesat.

Baca Juga:  DANA dan Pertaruhan Ideologi Kader Nasyiatul Aisyiyah

“Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk membentuk 35 peserta sebagai penyelia halal bersertifikat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program ini juga terwujud atas masukan dan konsultasi dengan tim dari Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Tayiban (LPH-KHT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta dukungan Bank Indonesia.

Direktur Deputi DEKS Bank Indonesia Anny Setyawati menyampaikan sambutan secara daring

Dukungan Bank Indonesia

Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Anna Setyawati, yang hadir membuka acara memberikan apresiasi khusus. Ia menilai inisiatif Nasyiatul Aisyiyah selaras dengan misi Bank Indonesia mengembangkan ekosistem rantai nilai halal.

“Penguatan sumber daya manusia, seperti yang dilakukan Nasyiatul Aisyiyah ini, sangat penting untuk menjamin produk halal di masyarakat,” ungkap Anna.

Baginya, perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga konsumsi halal keluarga, sekaligus menjadi pendamping UMKM dalam proses sertifikasi halal. Ia menegaskan, Bank Indonesia akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem halal nasional.

Perempuan dan Peran Strategis

Hal senada disampaikan Direktur Utama LPH-KHT PP Muhammadiyah, Prof. H.M. Nadratuzzaman Hosen. Menurutnya, halal dan haram adalah hukum yang bersifat mutlak. Karena itu, peran perempuan sebagai ibu dalam memastikan makanan halal bagi keluarga tidak bisa dipandang remeh.

Baca Juga:  PCNA Sibar Gelar Kolaborasi Ramadan, Perkuat Ukhuah lewat Takjil dan Kajian

“Selain memastikan konsumsi keluarga di rumah, penyelia halal juga bisa mendampingi usaha mikro bahkan hingga auditor pangan,” jelasnya.

Ia menegaskan, halal bukan sekadar label, melainkan menyangkut keberkahan dalam kehidupan. Perempuan memiliki posisi strategis dalam menentukan pola konsumsi umat. Karena itu, ia mendorong PPNA mengadakan kajian halal secara rutin, termasuk melalui forum daring, agar semangat ini terus terjaga.

Materi dan Praktik

Peserta mendapat materi mendalam mulai dari konsep halal-haram dan fatwa MUI, regulasi jaminan produk halal, hingga pendalaman sistem jaminan produk halal.

Tidak berhenti di teori, mereka juga berlatih menyiapkan dokumen bahan, melakukan audit internal, menyusun laporan SPJH, hingga praktik aplikasi Si Halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kurikulum pelatihan ini disusun dengan standar nasional sesuai ketentuan BPJPH, serta didampingi oleh instruktur halal berpengalaman. Dengan begitu, para peserta bukan hanya siap menjadi penyelia halal di lingkup keluarga, tetapi juga mampu mendampingi UMKM dalam proses sertifikasi halal.

Pelatihan ini resmi mendapat izin dari BPJPH, sehingga para peserta nantinya benar-benar akan menjadi penyelia halal bersertifikat.

Baca Juga:  Program Unggulan Nasyiah Gresik Menggema di Gedoeng Moehammadijah

Sentuhan Ramah Anak

Ada yang menarik dari pelatihan ini. Nasyiatul Aisyiyah menyediakan taman asuh ramah anak, sehingga para peserta yang membawa buah hati tetap bisa belajar dengan fokus. Anak-anak pun tetap bermain dengan aman dan menyenangkan. Inovasi ini bahkan mendapat apresiasi khusus dari Bank Indonesia yang menilai bisa menjadi inspirasi bagi komunitas perempuan lainnya.

Bagi para peserta, pelatihan ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga meneguhkan peran mereka dalam keluarga dan masyarakat. Mereka sadar, menjaga kehalalan produk bukan hanya soal hukum agama, melainkan juga tanggung jawab moral untuk melindungi generasi yang sehat dan berkah. (#)

Jurnalis Isanatul Chasanah Penyunitng Mohammad Nurfatoni