Opini

Daycare Lansia Aisyiyah: Saat Cinta dan Peduli Menemani Usia Senja

61
×

Daycare Lansia Aisyiyah: Saat Cinta dan Peduli Menemani Usia Senja

Sebarkan artikel ini
Badruli Martati

Lansia bukan sekadar “orang tua renta”, melainkan pahlawan kehidupan yang kini saatnya kita rawat. Daycare Lansia Aisyiyah hadir sebagai ruang penuh cinta dan kepedulian.

Oleh Badruli Martati

Tagar.co – Pagi ini matahari bersinar cerah, menebarkan energi dan kehidupan bagi semua makhluk di bumi. Sinar hangatnya mengajak kita untuk bersyukur, untuk terus bergerak, dan menebarkan kebaikan. Namun di balik terang pagi, ada kisah yang tak selalu terlihat oleh mata.

Di sudut jalan, seorang wanita tua duduk sendiri, tatapannya kosong menembus riuhnya dunia. Guratan keriput di wajahnya adalah saksi bisu perjalanan panjang hidupnya. Sementara kita sibuk mengejar impian, ada banyak hati yang diam-diam merindukan sekadar sapaan dan kepedulian.

Baca juga: Sabtu Ceria Bersama Lansia: Kiprah PCA Sukodono lewat Daycare Siti Walidah

Fenomena seorang lansia yang duduk sendiri dengan tatapan hampa bukanlah hal langka. Bukan berarti mereka tidak punya keluarga, melainkan karena kesibukan anak-anak membuat waktu kebersamaan semakin terbatas. Kehangatan keluarga yang dulu mereka curahkan, kini tidak selalu kembali mereka rasakan.

Baca Juga:  Puasa Aman bagi Lansia Diabetes dan Hipertensi, Ini Aturan Mainnya

Daycare Lansia: Ruang Hangat Penuh Cinta

Dari keprihatinan inilah lahir Daycare Lansia “Siti Walidah” Pimpinan Cabang Aisyiyah Sukodono, Sidoarjo. Tempat ini bukan sekadar pelayanan sosial, melainkan wujud nyata cinta, bakti, dan kepedulian kepada mereka yang pernah merawat kita dengan sepenuh hati.

Di wajah seorang ibu tua, kita membaca kisah pengorbanan. Keriputnya adalah catatan perjuangan, kesabarannya adalah pelajaran berharga. Anak-anak yang dahulu ia besarkan kini telah berkeluarga, sementara ia menanti bukan dalam keluhan, melainkan dalam kesabaran.

Allah Swt. mengingatkan: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali Imran: 185)

Ayat ini mengajarkan bahwa hidup hanyalah perjalanan sementara. Setiap napas membawa kita selangkah lebih dekat pada akhir. Karena itu, waktu yang tersisa seharusnya kita isi dengan kebaikan. Daycare Lansia “Siti Walidah” adalah salah satu wujud kecil kebaikan: menebar senyum, memberi perhatian, dan merawat kebersamaan.

Baca Juga:  Taman Lansia Lazismu, Bugar dan Khusyuk Berpuasa

Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (H.R. Ahmad, Thabrani, Daruquthni)

Menjaga Sehat, Menumbuhkan Bahagia

Meski masih “seumur jagung”, Daycare Lansia “Siti Walidah” hadir menjadi rumah kedua yang penuh cinta. Di sini para lansia diajak untuk tetap sehat melalui senam bersama, tertawa ceria, dan berbagi kisah. Karena sehat itu bukan hanya urusan tubuh, tetapi juga hati yang bahagia.

Setelah senam, mereka melanjutkan kegiatan dengan tadabur Al-Qur’an. Dipandu Ustazah Dra. Nur Hasanah, ayat-ayat suci dijelaskan dengan bahasa sederhana, sabar, dan penuh makna.

Sejarah setiap surah dikisahkan dengan indah, membuat suasana belajar hangat dan menyenangkan. Benarlah, ilmu tidak mengenal usia. Semakin tua, justru semakin dekat hati kita pada Al-Qur’an.

Layanan Holistik untuk Lansia

Setiap Sabtu pagi mulai pukul 07.00 WIB, Daycare Lansia “Siti Walidah” menyambut para orang tua tercinta. Selain aktivitas menyenangkan, mereka juga mendapat perhatian kesehatan: pemeriksaan rutin dari RS Sakinah dan Puskesmas Sukodono, terapi dari tim Prodi Fisioterapi FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta layanan bekam kesehatan dari tim Bekam Sukodono dan Tik Sar.

Baca Juga:  Taman Lansia Lazismu, Bugar dan Khusyuk Berpuasa

Semua ini menunjukkan bahwa perhatian kepada lansia bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental, spiritual, dan sosial. Mereka bukan sekadar “orang tua renta”, melainkan pahlawan kehidupan yang pantas dirawat dengan kasih sayang dan kebersamaan.

Merawat yang Pernah Merawat Kita

Sesungguhnya setiap orang tua berhak merasakan perhatian, kebahagiaan, dan kesehatan di usia senja. Mereka pernah merawat kita dengan cinta, kini giliran kita merawat mereka dengan kasih.

Mari kita wujudkan masyarakat yang peduli lansia—bukan hanya dalam slogan, tetapi dalam tindakan nyata. Karena pada akhirnya, setiap dari kita pun sedang menapaki jalan yang sama: menuju usia senja. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni