Feature

Pembinaan Guru Muhammadiyah PCM Balen: Integritas dan Profesionalitas Jadi Kunci

34
×

Pembinaan Guru Muhammadiyah PCM Balen: Integritas dan Profesionalitas Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Para narasumber Pembinaan Guru bertema “Integritas dan Profesionalitas Tugas” di PCM Balen, Bojonegoro Sabtu 20 September 2025 (Tagar.co/Ansorul Hakim)

Lebih dari 60 guru Muhammadiyah di Balen mengikuti pembinaan dengan penuh semangat. Dari disiplin dan kejujuran hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran, semua diarahkan agar guru siap menjawab tantangan zaman

Tagar.co – Suasana Aula MI Muhammadiyah 15 Penganten, Kecamatan Balen, terasa hidup sejak Sabtu (20/9/2025) pagi. Puluhan guru Muhammadiyah dari berbagai sekolah di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, berkumpul untuk mengikuti Pembinaan Guru bertema “Integritas dan Profesionalitas Tugas”.

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu siang ini diikuti 63 guru dari MI Muhammadiyah 7 Kenep, MI Muhammadiyah 8 Bulu, MI Muhammadiyah 15 Penganten, SMP Muhammadiyah 4 Balen, dan MA Muhammadiyah 4 Balen.

Pembukaan acara diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta penampilan puisi “Doa” karya Chairil Anwar oleh siswa MI Muhammadiyah 15 Penganten.

Baca juga: Muhammadiyah Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga Desa Soko Bojonegoro

Kehadiran para guru pun disambut penuh syukur oleh Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Balen, H. Ardi, yang menekankan pentingnya guru Muhammadiyah untuk terus mengembangkan kompetensi, terutama dalam menjaga integritas dan menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga:  Sabar tanpa Tepi, Syukur tanpa Tapi

Ketua PCM Balen, Ahmad Malik, S.Pd., menambahkan bahwa guru Muhammadiyah tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mendidik dengan keteladanan Rasulullah. “Guru harus ikhlas, amanah, dan aktif dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. Tugas ini bukan hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat,” tegasnya.

Suasana Pembinaan Guru bertema “Integritas dan Profesionalitas Tugas” di PCM Balen, Bojonegoro Sabtu 20 September 2025 (Tagar.co/Ansorul Hakim)

Bukan Sekadar Slogan

Memasuki sesi inti, suasana pembinaan kian hangat. Para pemateri bergantian menyampaikan gagasan yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mengetuk kesadaran para guru tentang makna profesi yang mereka emban. Aulia Singa Zanki membuka materi dengan menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan.

Menurutnya, ia tumbuh dari hal-hal sederhana seperti disiplin waktu, kejujuran dalam melaksanakan tugas, serta tanggung jawab atas amanah yang diberikan. Ia menambahkan, integritas juga akan kokoh bila didukung lingkungan sosial yang saling menguatkan.

Giliran berikutnya, Zaenal Arifin mengajak para guru melihat pekerjaan mereka sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah. Mengajar, katanya, bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga ibadah yang menuntut ketulusan.

Baca Juga:  Puasa Bukan Dalih Bermalas-malasan

Karena itu, ia mendorong guru aktif dalam kegiatan persyarikatan, termasuk pengajian rutin Ahad pagi, agar spirit dakwah tetap menyala dalam keseharian.

Narasumber dan peserta Pembinaan Guru bertema “Integritas dan Profesionalitas Tugas” di PCM Balen, Bojonegoro Sabtu 20 September 2025 (Tagar.co/Ansorul Hakim)

Materi kemudian ditutup oleh Yusuf Effendi, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Balen. Ia berbicara tentang profesionalitas guru di era digital yang menuntut kemampuan beradaptasi dengan teknologi.

Yusuf memperkenalkan aplikasi seperti Mentimeter dan ClassPoint sebagai sarana interaktif di kelas, sekaligus mendorong pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful.

“Guru harus memiliki growth mindset, kreatif, dan terus belajar agar tidak tertinggal,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Untuk menjaga semangat, sesi ice breaking diselipkan di tengah pembinaan. Tawa dan interaksi cair membuat suasana semakin akrab, sekaligus menjaga energi peserta hingga acara berakhir pada pukul 13.00 WIB.

Kegiatan ini menegaskan kembali bahwa guru Muhammadiyah di PCM Balen bukan hanya pendidik di kelas, tetapi juga penggerak nilai dan keteladanan di masyarakat. Dengan integritas yang kuat dan profesionalitas yang terus diasah, mereka siap menjawab tantangan zaman sekaligus menunaikan amanah mulia sebagai pendidik. (#)

Baca Juga:  Mengapa Lailatulqadar Dirahasiakan?

Jurnalis Ansorul Hakim Penyunitng Mohammad Nurfatoni