Feature

Gebyar Mumtaz Smart Competition 2025, Wadah Kreativitas dan Nilai Islami Berpadu

40
×

Gebyar Mumtaz Smart Competition 2025, Wadah Kreativitas dan Nilai Islami Berpadu

Sebarkan artikel ini
SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman sukses menggelar Gebyar Mumtaz Smart Competition 2025, ajang festival edukasi dan seni yang merayakan bakat anak-anak dari berbagai TK.
Semangat kemerdekaan dan kreativitas anak bangsa bersatu dalam ajang prestasi penuh makna di MSC 2025 SD Muhammadiyah 1&2 Taman. (Tagar.co/Inggit Ferredika)

SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman sukses menggelar Gebyar Mumtaz Smart Competition 2025, ajang festival edukasi dan seni yang merayakan bakat anak-anak dari berbagai TK.

Tagar.co — Riuh tepuk tangan dan sorak sorai keceriaan mengisi akhir pekan di ajang Gebyar Mumtaz Smart Competition (MSC) 2025. SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) sukses menggelar panggung prestasi yang memadukan seni, kreativitas, dan nilai-nilai Islami.

Ratusan peserta dari berbagai TK ternama di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik turut serta. Acara tahunan yang TK nantikan ini bukan sekadar lomba, melainkan festival edukasi yang merayakan bakat dan potensi anak usia dini.

Melalui berbagai perlombaan seperti tari, fashion show mom and kids, mewarnai, azan, dan tahfiz, MSC 2025 menciptakan ruang bagi anak-anak untuk tampil berani, percaya diri, dan mengasah talenta. Salah satu peserta, Zahira dari TK Aisyiyah 10 Kalijaten, tampak sangat gembira. Dengan wajah ceria, Zahira mengaku senang bisa unjuk gigi di panggung MSC.

“Seru sekali! Aku bisa menari dan memakai baju bagus. Aku tidak takut lagi tampil di depan banyak orang,” ujar Zahira yang berhasil menunjukkan bakat dan keberaniannya di hadapan publik.

Baca Juga:  203 Guru Muhammadiyah Ikuti Inobel di Olympicad Ke-8 Makassar

Perpaduan Kreatif dan Religius

Pendapat Zahira diamini oleh sang mama. Menurutnya, keunikan MSC 2025 terletak pada kemampuan mengolah banyak nilai menjadi satu paket yang menarik dan syar’i. “Yang menarik di MSC 2025 ini, meskipun mengusung nilai seni dan bernuansa kemerdekaan—tampak dengan para peserta yang mengenakan baju adat Nusantara—semua peserta, baik untuk fashion show maupun tari, tetap tampil maksimal tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami. Konsepnya sangat kreatif!” tutur mama Zahira.

Keberhasilan menyelaraskan nilai Islami dengan seni dalam ajang ini mendapat apresiasi tinggi dari kalangan pendidik. Muniroh, S.Ag., Guru TK Aisyiyah 25 Wage, menyampaikan kekagumannya. “Ini ajang yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya ditantang untuk kreatif, tetapi juga diajak lebih dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Baca Juga: SD Mumtaz Jadi Bagian Sekolah Percontohan AI, Ikuti Workshop Internasional di Singapura

“Khususnya untuk lomba Tahfiz, ini sangat berkesan dan memotivasi sekali bagi murid-murid kami. Semangat mereka untuk menghafal dan melantunkan ayat suci dengan benar benar-benar terpacu setelah mengikuti kompetisi ini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kuatkan Literasi dan Karakter Islami, Siswa Spemdalas Ikuti Bedah Buku Ini

Muniroh berharap gelaran seperti ini dapat terus berlanjut. “Harapan saya, MSC bisa menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan. Ajang ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi. Tetapi juga sebagai jejaring (networking) positif bagi guru dan orang tua untuk bersama-sama mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan spiritual yang kuat,” harapnya.

Dengan demikian, Gebyar MSC 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Ajang ini perayaan yang berhasil membuktikan, penanaman nilai-nilai Islami kepada generasi muda dapat dengan cara ceria, modern, kreatif, dan penuh sukacita, sambil tetap mencintai kekayaan budaya Nusantara. (#)

Jurnalis Inggit Ferredika Penyunting Sayyidah Nuriyah