
Kemendikdasmen membuka bimtek calon fasilitator nasional Matematika dengan pendekatan ‘Gembira’. Lewat alur kreatif ini, Matematika diharapkan hadir lebih sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak.
Tagar.co – Semangat baru membangun budaya numerasi terus digelorakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Setelah sehari sebelumnya meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) di SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, Jakarta, kini Kemendikdasmen melanjutkannya dengan membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Fasilitator Nasional Matematika Gembira.
Baca juga: Gerakan Numerasi Nasional Diluncurkan, Abdul Mu’ti: Akar Ilmu Pengetahuan
Acara yang digelar Rabu (20/8/25) ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kompetensi guru. Mereka disiapkan agar mampu menghadirkan pembelajaran Matematika yang tidak hanya berhenti pada hitung-hitungan, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kontekstual.
Alur Gembira: Matematika Lebih Menyenangkan
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa Bimtek ini menggunakan pendekatan Gembira, akronim dari Gali dan eksplorasi, muat konten, buat aktivitas, ikuti pemikiran murid, rayakan, dan akhiri dengan apresiasi.
“Melalui alur Gembira, kami ingin guru menghadirkan pola pembelajaran Matematika yang lebih hidup, menyenangkan, sekaligus membangkitkan rasa ingin tahu anak-anak,” terang Nunuk.

Konten Kreatif untuk Hapus Stigma
Sejalan dengan itu, pengalaman kreatif juga dibagikan oleh Angga Yuda, guru sekaligus konten kreator dari Al-Azhar Surabaya. Ia menekankan pentingnya menghadirkan wajah baru Matematika melalui media digital.
“Banyak stigma bahwa Matematika itu sulit dan penuh rumus. Saya ingin menunjukkan bahwa Matematika bisa sederhana, sesederhana membeli makanan atau minuman kemasan. Dengan konten yang aplikatif, anak-anak bisa melihat bahwa Matematika ada di setiap aspek kehidupan,” ujar Angga.
Numerasi sebagai Keterampilan Hidup
Lebih jauh, Gerakan Numerasi Nasional tidak dimaknai semata sebagai penguasaan rumus dan angka. Numerasi dipandang sebagai keterampilan hidup yang dapat dibangun melalui cerita, permainan, keterlibatan keluarga, hingga pemanfaatan teknologi.
Peluncuran GNN di SDN Meruya Pagi sehari sebelumnya menjadi momentum awal untuk mengubah wajah pembelajaran numerasi. Kini, melalui Bimtek Matematika GEMBIRA, Kemendikdasmen memperkuat langkah dengan melatih calon fasilitator nasional yang terdiri dari guru PAUD dan SD.
Pembukaan Bimtek dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang menyerahkan secara simbolis tanda keikutsertaan kepada para perwakilan guru.
Langkah ini menandai keseriusan pemerintah dalam menyiapkan garda terdepan pendidikan numerasi yang lebih ramah, inklusif, dan menyenangkan bagi anak Indonesia. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












