Feature

Cek Stres Real Time, KKN UM Surabaya bawa Sejiwa

40
×

Cek Stres Real Time, KKN UM Surabaya bawa Sejiwa

Sebarkan artikel ini
Cek stres real time, KKN UM Surabaya Kelompok 25 bawa alat Sejiwa. Alat ini muncul saat kegiatan Strategi dalam Preventif Stres pada Tahap Lansia dan Implementasi Teknologi Tepat Guna
Cek stres real time, KKN UM Surabaya Kelompok 25 bawa alat Sejiwa (Tagar.co/Anggun Filla Vinata)

Cek stres real time, KKN UM Surabaya Kelompok 25 bawa alat Sejiwa. Alat ini muncul saat kegiatan Strategi dalam Preventif Stres pada Tahap Lansia dan Implementasi Teknologi Tepat Guna

Tagar.co – Sebanyak 30 orang lansia berkumpul di Kantor Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Jumat (15/8/2025). Mereka bersiap mengikuti kegiatan Strategi dalam Preventif Stres pada Tahap Lansia dan Implementasi Teknologi Tepat Guna.

Penyelenggaranya adalah KKN Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Desa Gondangkulon Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini merupakan program kerja (proker) utama KKN 25 sekaligus wujud nyata penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan aspek teknologi, kesehatan, dan psikologis untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di Gondangkulon. Tujuan utama kegiatan adalah membantu para lansia mencegah serta mengelola stres secara efektif agar kualitas hidup tetap terjaga di usia lanjut.

Dalam sesi edukasi, peserta diajak memahami pentingnya kesehatan mental dan fisik yang saling berkaitan. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan tidur, tekanan darah, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Baca Juga:  Puasa Aman bagi Lansia Diabetes dan Hipertensi, Ini Aturan Mainnya

Skrining Evaluasi Jiwa Lansia

Para pemateri dari Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya menyampaikan materi dari sisi psikologis dan medis. Peserta diajak meningkatkan self-awareness terhadap tanda-tanda stres sekaligus memperoleh tips praktis manajemen diri, seperti relaksasi dan pola hidup sehat.

Sebagai bentuk implementasi TTG, KKN 25 memperkenalkan alat Sejiwa (Skrining Evaluasi Jiwa Lansia). Alat ini dirancang berbasis Arduino Nano dengan sensor denyut jantung (MAX30100) dan sensor Galvanic Skin Response (GSR) yang mampu mengukur tingkat stres secara real time.

Hasil pengukuran ditampilkan langsung di layar LCD, sehingga lansia dapat lebih cepat memahami kondisi psikologis mereka. Kehadiran Sejiwa menjadi bukti bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi praktis untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Menariknya, di penghujung kegiatan, para peserta mendapatkan pengalaman baru melalui sesi hipnoterapi relaksasi yang dipandu Mahasiwa dari S1 Psikologi, Mochammad Naufal Putra Anggara. Sesi ini dirancang untuk membantu lansia menenangkan diri, melepaskan beban pikiran, dan memperkuat sugesti positif dalam diri. Banyak peserta merasakan manfaat langsung berupa ketenangan dan rasa bahagia setelah mengikuti hipnoterapi.

Baca Juga:  Dari Jalan Sehat hingga Bekam Gratis, Dakwah Sosial PRM Tritunggal Menguatkan Umat

Jaga Pola Pikir dan Mindset

Selain materi dan praktik langsung, kegiatan ini juga menghadirkan pesan dan harapan dari mahasiswa KKN. Natasya Bilqis Khayyil, Mahasiswa S-1 Pendidikan Dokter berharap setelah mengetahui hasil pemeriksaan ini para lansia bisa lebih memahami kondisi diri.

“Stres itu wajar, tapi bisa dikendalikan. Semoga hasil ini tidak menjadi beban pikiran, tetapi justru menjadi bekal untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Mochammad Naufal Putra Anggara, Mahasiswa S-1 Psikologi, mengungkapkan, selain menjaga kesehatan seperti pola makan dan anjuran melalui teknik kesehatan yang diterapkan pada umumnya, pada tahap lansia juga dianjurkan untuk menjaga pola pikir serta mindset.

“Kesehatan mental merupakan aspek penting yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Dengan mental health yang optimal, para lansia dapat berpikir lebih jernih tentang pentingnya menjaga diri, bukan hanya dari dalam tetapi juga lahir dan batin,” ungkapnya.

Melalui sinergi teknologi, kesehatan, psikologis, hipnoterapi, dan pesan inspiratif mahasiswa, program utama KKN kelompok 25 UM Surabaya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan kehidupan lansia yang lebih sehat, berkualitas, dan bahagia. (#)

Baca Juga:  Puasa Aman bagi Lansia Diabetes dan Hipertensi, Ini Aturan Mainnya

Jurnalis Anggun Filla Vinata. Penyunting Sugiran.