Telaah

Tahajud, Jalan Sunyi Menuju Derajat Terpuji

40
×

Tahajud, Jalan Sunyi Menuju Derajat Terpuji

Sebarkan artikel ini
Dai Segudang Parikan Ustaz Soedjono dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Menganti Gresik, 3 November 2024 (Tagar.co/Amirul Mukminin)

Kecipir merambat ke kawat,
sudah bangun, mari segera salat.

Kecipir dimasak sayur asam,
sudah bangun, kok malah memejam.

Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan

Tagar.co – Di tengah malam yang sunyi, saat sebagian besar manusia masih terlelap, Allah membukakan satu pintu kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya yang terjaga: salat tahajud.

Tahajud bukan sekadar ibadah tambahan. Ia adalah bentuk penghambaan yang paling khusyuk dan paling penuh harap. Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ ۚ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’: 79)

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَىٰ كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Pesan Langit, Bahasa Rakyat: Dakwah Parikan yang Dipuji Cak Kartolo

Dalam kesunyian itulah, hati lebih jujur, air mata lebih tulus, dan doa-doa lebih khusyuk. Jangan biarkan malam berlalu begitu saja. Bangkitlah dari tidur, berwudu, dan tegakkan salat di hadapan Rabbul ‘Alamin.

اللهم يا رب، في حين ينام الناس، نستيقظ في ظلمة الليل، ونتضرع إليك بدموع الخشوع وقلوب الخضوع، فاستجب دعاءنا وتقبل رجاءنا. آمين.

“Ya Allah, ya Rabb… saat manusia lain terlelap, kami bangun dalam gelapnya malam, bermunajat kepada-Mu dengan air mata kekhusyukan dan hati yang tunduk. Maka kabulkanlah doa dan harapan kami. Amin.”

Mari tunaikan salat tahajud dan bersahur untuk berpuasa pada hari Kamis. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang terpilih, mulia, dan terpuji di sisi-Nya. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni