Feature

Lomba Tak Biasa: Penjurian LLSMS di SD Almadany Tuntas hingga Malam

25
×

Lomba Tak Biasa: Penjurian LLSMS di SD Almadany Tuntas hingga Malam

Sebarkan artikel ini
Tim juri LLSMS beserta guru SD Almadany berfoto dengan backgroud langit senja (Tagar.co/Istimewa)

Penjurian Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) di SD Almadany berlangsung tak seperti biasanya. Selesai nyaris pukul delapan malam, proses ini diwarnai refleksi tiga tahun lalu, gedung yang berubah fungsi, hingga insiden lucu mobil juri yang tak bisa dibuka.

Tagar.co – “Mana ada lomba sampai malam begini?” ujar Mohammad Nurfatoni sambil tertawa kecil, memecah keheningan halaman SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Rabu malam (23/7/2025).

Waktu hampir menunjukkan pukul 20:00 WIB, namun penjurian Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) di sekolah yang berlokasi di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik ini baru saja usai. “Lelah memang, tapi juga penuh kesan,” ujarnya.

Baa juga: Dari Penilaian ke Perubahan: SD Muri Gresik Ingin Jadi Rumah Kedua bagi Warga Sekolah

Bagi Fatoni, sapaan akrab Anggota Divisi Pendidikan Nonformal dan Teknologi Informasi Komunikasi Majelis Dikdasmen PNF PDM Gresik, ini bukan pengalaman pertama. Tiga tahun lalu, pada 2022, ia juga datang ke tempat yang sama dalam momen serupa. “Waktu itu juga selesai seusai salat Isya. Kali ini, malah lebih malam,” ujarnya, mengenang.

Baca Juga:  Serius Hadapi TKA, Siswa SD Almadany Ikuti Tryout CBT FGM Jatim

Secara bergurau ia mengatakan bahwa ini termasuk rekor. “Hanya di SD Almadany penjurian berlangsung sampai malam,” ungkapnya. Dia juga mengangumi kekompakan pimpinan bersma guru dan karyawan yang semuanya menyertai juri termasuk dalam beberapa dialog.

Ia datang bersama dua kolega: Dr. Ernawati, S.Kep., Ns., M.Kes. dari Majelis Lingkungan Hidup, dan Mardliyatun Faizun SS, Sekretaris Eksekutif Majelis Dikdasmen dan PNF. Bertiga, mereka menjalani sesi penjurian panjang, dari pagi hingga malam benar-benar turun.

Bukan proses penjuriannya yang lama, tetapi karena banyak berlangsung dialog atau curah pendapat untuk peningkatan kualitas lingkungan sekolah yang sehat, bersih, teduh, dan nyaman. Bahkan soal target murid baru di tahun ajara depan juga dibahas.

Pada pukul 08:15 mereka telah datang di SD Muhammadiyah 1 Giri Kebomas alias SD Muri untuk hal yang sama: menjuri LLSMS. Paukul 13.00 WIB bergesar ke SMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Kebomas. Kedua sekolah ada di satu lokasi di Desa Giri, Kebomas. Baru padapukul 15:00 WIB berpindah ke Kedanyang.

Baca Juga:  Lima Alasan Al-Qur’an Belum Dibukukan pada Masa Nabi

Di tengah kunjungan di SD Almadany, Fatoni kembali menemukan potongan memori masa lalu. Ia masih ingat betul istilah “Gedung Contong” yang dulu digunakan sebagai tempat bermain gamelan. “Ternyata sekarang sudah menjadi Almadany Mart,” katanya kagum melihat perubahan fungsi ruang yang kreatif dan adaptif.

Kisah lain yang juga berkesan adalah terkabulnya doa tahun 2022. Saat itu, pihak sekolah berharap bisa membeli tanah untuk pembangunan gedung baru. Tahun ini, harapan itu menjadi nyata: lahan telah dibeli, dan gedung barunya telah berdiri.

Saat menyusuri kebun toga dan tanaman sayur hasil kolaborasi dengan Ikmam SD Almadany, Fatoni menilai bahwa konsep sekolah alam makin kuat terasa. “Tapi akan lebih lengkap jika di lahan baru ini ditanami pohon semacam pule seperti di gedung satu, agar lebih rindang dan sejuk,” usulnya.

Menjelang kepulangan, ada kejadian tak terduga. Mobil juri tak bisa dibuka. Remote keyless hanya memicu bunyi alarm berkali-kali. Sontak, suasana menjadi riuh oleh tawa. “Tampaknya butuh ‘Bu Erna’ nih,” celetuk Ernawati yang kemudian berhasil membantu membuka pintu dan menyalakan mesin.

Baca Juga:  Asesmen Praktik SD Almadany: Siswa Rancang Kegiatan IPM dan Eksperimen Perubahan Energi

Meski penjurian berlangsung hingga malam hari, namun suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang dirasakan membuat lelah seolah menguap. SD Almadany bukan sekadar peserta lomba, tetapi rumah yang terus bertumbuh bersama kenangan, kerja keras, dan harapan. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi