Feature

Pawai Muharam sambil Berbagi Kue

27
×

Pawai Muharam sambil Berbagi Kue

Sebarkan artikel ini
Pawai Muharam digelar MI Muhammadiyah 28 dengan kostum warna-warni dan pesan dakwah. Murid keliling kampung sambil membagikan kue.
Murid MI Muhammadiyah 28 membawa pesan dakwah dalam pawai Muharam. (Tagar.co/Tiris Ahmadha)

Pawai Muharam digelar MI Muhammadiyah 28 dengan kostum warna-warni dan pesan dakwah. Murid keliling kampung sambil membagikan kue.

Tagar.co — Suasana pagi di MI Muhammadiyah 28 Jln. Bangkingan Surabaya hari ini berbeda dari biasanya. Semangat ceria dan warna-warni kreativitas anak-anak menggelora dalam Pawai Muharam 1447 Hijriah, Kamis (17/7/2025).

Acara dikemas dalam bentuk pawai keliling sekitar sekolah. Kegiatan ini menjadi istimewa bukan hanya kostum dan poster-poster indah bertema Tahun Baru Islam yang mereka bawa, melainkan kotak kecil yang bermakna: kotak kue untuk dibagikan kepada warga sekitar.

Mengangkat tema Menggapai Keberkahan dengan Berbagi Kebahagiaan, siswa-siswi kelas 1 hingga 6 MI Muhammadiyah 28 diajak mengenal hijrahnya Rasulullah dan meneladani semangat berbagi yang menjadi ajaran Islam.

Dengan memakai mahkota kertas kreatif, membawa poster berisi pesan-pesan kebaikan, dan kotak berisi kue, anak-anak berjalan mengitari lingkungan sekolah sambil menyapa warga dengan senyum tulus.

“Kegiatan ini bukan hanya memperingati Tahun Baru Islam, tapi juga menjadi media pembelajaran karakter bagi anak-anak. Mereka belajar makna berbagi, empati, dan interaksi sosial secara langsung,” ungkap Rohim, S.HI., M.Pd., Kepala Madrasah.

Pawai ini tidak sekadar parade seremonial, melainkan parade nilai. Kotak kue yang dibagikan kepada warga menjadi simbol sederhana namun dalam: bahwa merayakan momen hari besar Islam tidak harus mewah, namun bermakna dan berdampak.

“Aku senang ikut pawai karena bisa jalan-jalan bareng teman-teman sambil membawa poster. Tapi yang paling seru waktu kasih kue ke warga. Mereka tersenyum, aku jadi ikut senang!” ujar Fatimah, salah satu murid yang mengikuti kegiatan pawai Muharam.

Seorang warga, Ibu Siti, terharu menerima kue dari siswa. “Anak-anak ini sopan, ramah, dan membawa pesan kebaikan. Rasanya adem sekali melihat generasi kecil yang sudah diajarkan berbagi sejak dini,” ujarnya.

Dengan semangat hijrah yang dihayati secara nyata, MI Muhammadiyah 28 Surabaya berhasil menjadikan momentum Muharam sebagai pelajaran hidup.

Tahun Baru Islam kali ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tapi juga tentang menciptakan kisah baru. Kisah anak-anak hebat yang memilih untuk berjalan sambil berbagi. (#)

Jurnalis Tiris Ahmadha Penyunting Sugeng Purwanto