Feature

Disiplin dan Kesiapsiagaan Bencana Jadi Bekal Siswa Baru di MTs Muhammadiyah 5 Bawean

42
×

Disiplin dan Kesiapsiagaan Bencana Jadi Bekal Siswa Baru di MTs Muhammadiyah 5 Bawean

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala Madrasah Muhamad Rustam menyampaikan pesan-pesan pada peserta Matsama Ramah 2025 (Tagar.co/Eklis Dinika)

Tak hanya perkenalan sekolah, Matsama di MTs Muhammadiyah 5 juga membekali siswa dengan nilai disiplin dan simulasi kebencanaan. Sebuah langkah awal menuju generasi siap menghadapi tantangan masa depan.

Tagar.co – Senin pagi, 14 Juli 2025, halaman MTs Muhammadiyah 5 Daun, Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur tampak semarak. Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru menjadi momen penting untuk menanamkan semangat dan kedisiplinan kepada para siswa.

Mengawali Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) Ramah 2025, madrasah ini mengusung tema “Cerdas Berhati Nurani: Mengembangkan Potensi Diri dengan Etika dan Kesiapsiagaan Bencana.”

Baca juga: Fortasi dan Urgensi Pendidikan Siaga Bencana di Sekolah Muhammadiyah

Dalam apel pembukaan yang berlangsung khidmat, Wakil Kepala Madrasah, Muhamad Rustam, S.E., menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh siswa. Ia menekankan pentingnya memulai hari baru dengan semangat baru, meraih mimpi, dan mengukir prestasi di lingkungan yang juga baru. Namun, semua itu, ujarnya, hanya bisa tercapai dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kedisiplinan.

“Kedisiplinan dimulai dari ketaatan pada peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis,” tegas Rustam. “Disiplin juga berarti kemampuan mengendalikan diri, menahan godaan, dan menjauhi perilaku yang menyimpang. Siswa yang disiplin akan mampu bertanggung jawab atas tugasnya serta fokus menyusun langkah untuk mencapai tujuan. Dan dari situ, kebahagiaan akan menyusul.”

Para peserta Matsama Ramah 2025 (Tagar.co/Eklis Dinika)

Sementara itu, Ketua Pelaksana Matsama, Restisiyah Septa Ichna Devy, S.Pd., menambahkan bahwa Matsama tahun ini dikemas lebih inovatif. Salah satu yang menjadi pembeda adalah dimasukkannya materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bentuk edukasi kesiapsiagaan terhadap berbagai potensi bencana.

“Para siswa akan diperkenalkan pada berbagai jenis bencana, baik alam maupun sosial. Di acara puncak nanti, kami akan menggelar simulasi gempa bumi. Harapannya, seluruh warga madrasah siap siaga dan tidak panik jika bencana benar-benar terjadi,” ujarnya sambil tersenyum optimistis.

Dengan pendekatan yang menggabungkan penguatan karakter, wawasan kebencanaan, dan nilai-nilai etika, Matsama di MTs Muhammadiyah 5 tak sekadar jadi masa pengenalan, tetapi juga titik awal perjalanan panjang membentuk siswa yang cerdas, beretika, dan tangguh menghadapi masa depan. (#)

Jurnalis Eklis Dinika Penyunting Mohammad Nurfatoni