Feature

PCM Tempeh Gelar Musypim, Terpilih Ketua Baru

24
×

PCM Tempeh Gelar Musypim, Terpilih Ketua Baru

Sebarkan artikel ini
PCM Tempeh sebulan terjadi kekosongan ketua karena wafat. Musyawarah Pimpinan diadakan memilih ketua baru.
M. Yusuf Hidayatullah, tengah berbatik biru, bersama anggota PCM dan PCA Tempeh. (Tagar.co/ Kuswantoro)

PCM Tempeh sebulan terjadi kekosongan ketua karena wafat. Musyawarah Pimpinan diadakan memilih ketua baru.

Tagar.co – Musala Al-Huda di sudut Jalan Kiai Matlab, Tempeh, Lumajang, terasa lebih hangat dari biasanya. Hari itu diadakan Musyawarah Pimpinan (Musypim) Muhammadiyah Tempeh, Ahad (6/7/2025).

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempeh yang telah sebulan ketuanya, Drs. Sapun Efendi, wafat.

Kepergian Sapun Efendi  bukan hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga kekosongan kepemimpinan yang tak boleh dibiarkan terlalu lama.

Atas dorongan para sesepuh, sekretaris PCM segera menyusun undangan untuk mengadakan musyawarah pimpinan.

Undangan disambut hangat segenap unsur PCM, Pimpinan Cabang Aisyiyah, serta utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang.

Hadir Zainal Abidin, Sekretaris PDM Lumajang. ”Saya mohon maaf, meski undangan ditujukan untuk PDM, saya hadir sendirian karena yang lain sedang bertugas di tempat berbeda,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena datang agak terlambat. “Tadi pagi saya mengisi kajian Ahad di PCM Jatiroto,” sambungnya.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan doa dan penghormatan kepada almarhum. “Kita semua tahu bahwa Bapak Sapun telah dipanggil oleh Allah Swt. Mari kita doakan semoga segala dosanya diampuni, amal kebaikannya diterima, dan beliau tergolong hamba yang husnul khatimah,” ucapnya dengan suara lirih.”

Ia menegaskan pentingnya kesinambungan roda organisasi. “Kepemimpinan cabang tidak boleh vakum. Dalam Muhammadiyah, kepemimpinan itu kolektif-kolegial. Dikerjakan bersama, dipikirkan bersama, dicari solusinya bersama. Maka, tidak boleh ada stagnan,” tandasnya.

Ia juga menyebut, waktu yang tersisa dalam periode kepemimpinan ini masih cukup untuk tetap bergerak dan melanjutkan program.

Musypim dimulai. Diskusi berlangsung hidup namun tetap santun. Kalangan tua mengusulkan agar yang dipilih bisa menjaga marwah organisasi. Sementara generasi muda mendorong figur yang tangkas dan adaptif.

Ada pula yang menyuarakan pentingnya kolaborasi antargenerasi. Setelah hampir satu jam bermusyawarah, forum mufakat menetapkan Sekretaris PCM Muhammad Yusuf Hidayatullah dipilih menjadi Ketua PCM Tempeh yang baru.

Dengan duduk tenang di tempatnya, Muhammad Yusuf menyampaikan sambutan yang mengharukan.

Baca Juga:  Sebanyak 28 Relawan Penjaga Lintasan KA Terima Kado Ramadan

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah ini. Jujur, terasa sangat berat untuk menerima tanggung jawab ini, karena kita semua tahu betapa besar Muhammadiyah, khususnya di Cabang Tempeh,” ujarnya.

Ia menyinggung tantangan internal yang tidak ringan. “Banyak amal usaha yang harus diurus, dan tidak sedikit sumber daya manusia yang perlu diberi contoh yang baik, sesuai dengan marwah Muhammadiyah,” ucapnya. Ia juga memohon dukungan dari seluruh hadirin.

“Saya ini lebih pantas disebut sebagai anak. Yang hadir di sini adalah orang tua saya semua. Maka, saya mohon dukungan sepenuhnya agar amanah ini bisa saya emban dengan baik. Kita tahu, ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” tuturnya.

Dengan suara tenang namun penuh tekad, ia menutup, “Mohon restunya, kita melangkah bersama untuk dakwah dan perjuangan ini.”

Estafet pun resmi berpindah tangan. Tak ada tepuk tangan panjang, tak ada sorak sorai. Hanya harapan dan doa yang mengalir agar tanggung jawab yang diemban menjadi ladang amal, dan perjalanan dakwah ini tetap terjaga, tak terputus oleh waktu maupun pergantian. (#)

Baca Juga:  Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto