Feature

Pelepasan Siswa MI Mulia: Sederhana, Penuh Makna

28
×

Pelepasan Siswa MI Mulia: Sederhana, Penuh Makna

Sebarkan artikel ini
Jurus Kipas Tapak Suci menyemarakkan acara Pelepasan siswa akhir MI Muhammadiyah 5 Cangaan (Tagar.co/Muhammad Khoirum)

Acara pelepasan siswa MI Muhammadiyah 5 Cangaan tahun ini digelar sederhana namun sarat makna. Pagelaran seni, gelar karya, bazar, serta pesan haru para guru dan sesepuh menegaskan semangat kebersamaan dalam membangun generasi berakhlak.

Tagar.co — Ahad pagi, 22 Juni 2025, udara Cangaan terasa lebih dingin dari biasanya. Kabut putih tipis menyelimuti kawasan sekitar Gedung MI Muhammadiyah 5 (MI Mulia) Cangaan, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Namun suasana di aula MI Mulia justru hangat oleh semangat para guru, siswa, dan wali murid yang berkumpul untuk mengikuti acara pelepasan siswa akhir dan pembagian rapor tahun pelajaran 2024–2025.

Hadir dalam kegiatan ini sesepuh dan tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah, seluruh guru MI, TK, TPA, Madin, serta wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6.

Baca juga: Tangis dan Pelukan Hangat Iringi Perpisahan Santri Pekan Dakwah di MI Mulia Cangaan

Sebelum prosesi pelepasan dimulai, para tamu dihibur dengan penampilan atraksi tari dari para siswa. Tari Banana Cha-Cha, Lathi, Better When I’m Dancing, Paijo, Semaphore, dan TS menjadi sajian yang memukau dan membuat suasana semakin meriah.

Baca Juga:  Kajian PCM Ujungpangkah Tekankan Amalan Pembawa Berkah Rumah Tangga

Selain itu, ada pula gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan bazar Ikwam yang menambah semarak kegiatan.

Ummu Salamah S.Ag melepas siswa kelas VI MI Muhammadiyah 5 Cangaan tapel 2024/2025 (Tagar.co/ Muhammad Khoirum)

Dalam sambutannya, Kepala MI Mulia Ummu Salamah, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan akhir sanah kali ini digelar lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, sesuai dengan imbauan agar tidak memberatkan wali murid.

Ia juga menitipkan pesan khusus kepada siswa, wali murid, dan seluruh pihak yang terlibat dalam memajukan lembaga:

“Pada detik ini kalian resmi menjadi alumni MI Mulia. Amalkan ilmu yang diperoleh selama enam tahun, jadikan bekal dasar untuk jenjang berikutnya. Berbaktilah pada orang tua, ingat selalu gurumu, dan tetaplah menyapa dengan salam,,” pesannya

Dia melanjutkan, “Jaga nama baik almamater, kuatkan ideologi Muhammadiyah, dan terus bersekolah di lembaga Muhammadiyah. Ketika kalian sukses menjadi orang hebat, kembalilah berjuang untuk Muhammadiyah.”

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi pembiasaan program sekolah, seperti sapa pagi, salat duha, dan tahfiz Al-Qur’an, agar dukungan wali murid semakin maksimal. Tahun ajaran baru nanti, pihak sekolah akan mendatangkan pengajar sanggar untuk melatih keterampilan melukis, kaligrafi, mewarnai, dan public speaking di luar jam pelajaran utama.

Baca Juga:  Hendro Firmanto Terpilih sebagai Ketua, IKKM RS PKU Muhammadiyah Sekapuk Siap Melaju
Ma’sum S.PdI sesepuh dan pendiri Ranting Muhammadiyah Cangaan Ttagar.co/Muhammad Khoirum)

Sementara itu, Maksum, S.Pd.I., sesepuh sekaligus salah satu pendiri Muhammadiyah Ranting Cangaan, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pendidikan harus dilaksanakan secara konkret, dinamis, dan progresif. Menurutnya, setiap kader Muhammadiyah harus menjadi pribadi maslahatul mursalah—mengutamakan kepentingan orang banyak di atas kepentingan pribadi.

“Dulu, awal merintis MI Mulia, saya pernah jalan kaki dari Pasar Gresik ke Kantor Departemen Agama Gresik karena tidak punya ongkos naik becak. Kaki sampai melepuh. Tapi semua keterbatasan itu dijalani dengan semangat, demi agar dakwah pendidikan tetap berjalan,” kenang Maksum.

Ia menambahkan, keberhasilan amal usaha Muhammadiyah saat ini adalah hasil dari kerja sama, persatuan, gotong royong, dan keikhlasan para tokoh, guru, wali murid, dan warga sekitar.

“Masa depan bergantung pada apa yang kita kerjakan hari ini. Kalau bersatu dan kompak, insya Allah amal usaha Muhammadiyah akan terus berkembang pesat,” ujarnya. (#)

Jurnalis Muhammad Khoirum Penyunting Mohammad Nurfatoni