Feature

Dari Nasi Bebek hingga Mimpi Besar: Silaturahmi Appmu Sidoarjo Bersambut Pesan Bijak Imam Sugiri

69
×

Dari Nasi Bebek hingga Mimpi Besar: Silaturahmi Appmu Sidoarjo Bersambut Pesan Bijak Imam Sugiri

Sebarkan artikel ini
Asosiasi Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo bertemu tokoh bisnis H. Imam Sugiri. Diskusi hangat berbagi visi Appmu: gerakan ekonomi umat bermental baja, fokus, dan tuntas.
Suasana Diskusi yang Hangat bersama Imam Sugiri. (Tagar.co/Lazuari Imani)

Asosiasi Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo bertemu tokoh bisnis H. Imam Sugiri. Diskusi hangat berbagi visi Appmu Sidoarjo: gerakan ekonomi umat bermental baja, fokus, dan tuntas.

Tagar.co — Malam itu, angin semilir menyapu kawasan Tulangan, Sidoarjo. Di kantor yang sederhana namun sarat aura kepemimpinan, tujuh anak muda dengan semangat bisnis yang membara mengetuk pintu. Mereka bukan sekadar datang membawa nama organisasi, tapi juga harapan dan masa depan: masa depan ekonomi umat, masa depan pemuda Muhammadiyah.

Merekalah para pengurus Asosiasi Pengusaha Pemuda Muhammadiyah (Appmu) Sidoarjo. Malam itu, Ahad 15 Juni 2025, mereka datang bersilaturahmi kepada sosok yang tak asing lagi di jagat bisnis Jawa Timur—H. Imam Sugiri, ST., MM.

Ialah pengusaha tangguh, aktivis KADIN, dan Ketua LP UMKM PWM Jatim. Sekaligus tokoh Muhammadiyah yang terkenal hangat dan dekat dengan generasi muda.

Pertemuan sederhana itu mereka buka dengan makan malam bersama—menu nasi bebek hangat tersaji penuh keakraban. Tidak ada MC formal, tidak ada protokol kaku. Hanya obrolan santai yang bermakna, berseling tawa, dan buah-buahan sebagai penutup yang manis dan menyehatkan.

Baca Juga:  Ujian Sabar di Balik Cantiknya Tumpeng Meriah Penuh Garnish

Di tengah suasana itu, Bayu Firdaus—Ketua Appmu Sidoarjo yang juga Wakil Ketua PDPM Sidoarjo—membuka diskusi dengan memperkenalkan visi dan misi asosiasi yang baru saja berdiri. Ia menjelaskan, Appmu bukan hanya rumah dan wadah, tetapi gerakan akar rumput yang lahir dari keresahan dan keinginan para pemuda untuk mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin menjadikan silaturahmi ini seperti hubungan ayah dan anak, yang penuh kasih dan bimbingan,” ujar Bayu.

Asosiasi Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo bertemu tokoh bisnis H. Imam Sugiri. Diskusi hangat berbagi visi Appmu: gerakan ekonomi umat bermental baja, fokus, dan tuntas.
Appmu Sidoarjo bersama Imam Sugiri. (Tagar.co/Lazuari Imani)

Segera Berjalan

Tak butuh waktu lama, Imam Sugiri pun menyambut mereka dengan tangan terbuka dan hati yang lapang. “Selamat atas berdirinya Appmu. Tapi ingat, organisasi jangan cuma berdiri lalu duduk. Harus segera berjalan,” katanya sambil tersenyum, namun penuh tekanan makna.

Baginya, bisnis bukan tentang berapa banyak modal yang mereka miliki, melainkan seberapa tajam mindset yang dimiliki dalam membaca peluang.

“Bisnis itu soal melayani. Serius, fokus, dan tuntas. Jangan setengah-setengah. Mulai dari kecil tak apa, yang penting sungguh-sungguh dan konsisten,” pesannya dengan suara mantap.

Diskusi malam itu tidak hanya menyuntikkan semangat, tapi juga menanamkan prinsip-prinsip penting. Habib, Sekretaris Appmu Sidoarjo, menyampaikan, asosiasi saat ini tengah melakukan screening anggota melalui form registrasi.

Baca Juga:  Cilik-Cilik Peduli Lingkungan, Gerakan Hijau Bocah TK Aisyiyah Bebekan

“Kami ingin memahami kekuatan member Appmu. Supaya nanti pelatihan dan workshop yang kami rancang benar-benar sesuai kebutuhan para anggota,” ujarnya.

Tak hanya itu, Appmu juga tengah menyiapkan kanal website dan media digital seperti podcast untuk memperkenalkan produk dari para member. Branding bukan sekadar gaya, tapi bagian dari strategi pemberdayaan.

Hingga malam menjemput pukul 21.13 WIB, pertemuan ini tetap terasa hangat. Imam Sugiri menutup dengan pesan mendalam, “Appmu ini adalah gerakan akar rumput. Bukan instruksional. Harus cepat membaca peluang dan menuntaskannya!” tuturnya.

“Jangan jadi asosiasi yang hanya mengadakan kegiatan demi profit. Jadilah yang bermanfaat, karena Muhammadiyah itu bukan sekadar berdagang, tapi berjuang,” imbuhnya.

Silaturahmi itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tapi nilai-nilainya akan hidup jauh lebih lama. Dari nasi bebek hangat hingga wejangan hangat—malam itu menjadi awal dari perjalanan panjang Appmu Sidoarjo menuju mimpi besar: menjadi penggerak ekonomi muda yang berakar kuat, berpikiran tajam, dan berhati lapang. (#)

Jurnalis Elen Firdaus Penyunting Sayyidah Nuriyah