Opini

Kebahagiaan Orang Berbagi

25
×

Kebahagiaan Orang Berbagi

Sebarkan artikel ini
Kebahagiaan bisa muncul dengan berbagi. Pemberi merasakan kepuasan ketika melihat orang yang menerima tersenyum gembira.
Ilustrasi kebahagiaan berbagi

Kebahagiaan bisa tumbuh dengan berbagi. Pemberi merasakan kepuasan ketika melihat orang yang menerima tersenyum gembira.

Oleh Kuswantoro, Fundraiser Lazismu Lumajang

Tagar.co – Orang yang paling bahagia adalah orang yang selalu bisa memberi dan berbagi.

Ungkapan ini bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan sebuah kebenaran hidup yang dalam.

Ketika memberi, seseorang tidak hanya menyalurkan harta atau tenaga, tetapi juga menanam benih kebahagiaan baik di hati orang lain maupun dalam dirinya sendiri.

Secara psikologis, tindakan memberi dapat memicu perasaan positif dan memperkuat ikatan sosial.

Hormon seperti dopamin dan oksitosin meningkat saat seseorang berbuat baik, sehingga orang yang gemar berbagi cenderung lebih bahagia dan lebih sehat secara emosional.

Dari sisi sosial, berbagi mempererat hubungan antarindividu dan membangun solidaritas.

Sedangkan secara spiritual, memberi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus jalan menuju keberkahan dan rida Tuhan.

Dalam konteks fundraising, prinsip ini menjadi fondasi utama. Fundraising bukan hanya tentang menggalang dana, tetapi tentang mengajak orang untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Seorang fundraiser berperan sebagai jembatan antara orang-orang yang ingin berbuat baik dengan mereka yang membutuhkan bantuan.

Berikut beberapa poin penting yang menunjukkan keterkaitan antara memberi, kebahagiaan, dan aktivitas fundraising:

  1. Memberi adalah Investasi Kebahagiaan

Setiap kali seseorang berdonasi, ia tak hanya membantu sesama, tetapi juga memberi hadiah untuk dirinya sendiri berupa kepuasan batin.

Ketika anak yatim tersenyum karena bantuan yang diterimanya, senyum itu menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi para donatur.

  1. Fundraising Mengaktifkan Potensi Kebaikan

Banyak orang sebenarnya ingin memberi, tetapi tidak tahu bagaimana caranya atau kepada siapa. Di sinilah peran penting fundraiser: mempermudah niat baik menjadi aksi nyata.

  1. Berbagi Meningkatkan Rasa Kepemilikan

Donatur tidak sekadar menyumbang, tetapi merasa menjadi bagian dari program yang mereka dukung.

Perasaan memiliki ini akan membangun keterikatan emosional yang kuat dan mendorong keterlibatan jangka panjang.

  1. Memberi Adalah Ungkapan Syukur

Orang yang merasa cukup akan lebih ringan dalam memberi.

Maka, fundraising dapat dibingkai sebagai ajakan untuk mengekspresikan rasa syukur melalui tindakan nyata yang bermanfaat.

  1. Fundraising Mengajak, Bukan Meminta
Baca Juga:  Idulfitri 20 Maret, Ini Tempat Salat Id di Lumajang

Fundraising sejatinya bukan soal meminta-minta, melainkan soal mengajak. Kita mengetuk hati, bukan hanya dompet.

Kita mengundang orang-orang untuk merasakan indahnya berbagi dan nikmatnya menjadi bagian dari perubahan.

Pada akhirnya, memberi dan berbagi bukan hanya tugas sosial atau kewajiban moral. Maka kita  adalah jalan menuju kebahagiaan sejati.

Dalam setiap sedekah yang disalurkan, ada cahaya yang menyala di hati penerima, dan juga di hati pemberi. Maka, mari terus menyebarkan semangat berbagi.

Karena dunia yang lebih baik akan lahir dari tangan-tangan yang gemar memberi.

Dalam surah An-Nahl: 97

مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًۭا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌۭ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةًۭ طَيِّبَةًۭ ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto