Feature

Kurban Simbol Cinta dan Keteladanan

39
×

Kurban Simbol Cinta dan Keteladanan

Sebarkan artikel ini
Ratusan jemaah Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom, Blitar, khusyuk merayakan Iduladha 1446. Khotbah Ustaz Sul menyoroti kurban sebagai simbol ketaatan, pengorbanan diri, dan kepedulian sosial.
Salat Iduladha di Masjid At-Taqwa Hasan Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jum’at (6/6/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid)

Ratusan jemaah Masjid At-Taqwa Hasan Jatinom, Blitar, khusyuk merayakan Iduladha 1446. Khotbah Ustaz Sul menyoroti kurban sebagai simbol cinta dan keteladanan.

Tagar.co – Gema takbir menggema syahdu di Dusun Jatinom RT. 03 RW. 02, Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ratusan jemaah memenuhi halaman Masjid At-Taqwa Hasan, bersiap menunaikan salat Iduladha, Jumat (6/6/2025) pagi.

Kegiatan yang terselenggara oleh Takmir Masjid At-Taqwa Hasan sekaligus panitia kurban ini berlangsung khidmat. Mulai pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Raut wajah penuh semangat dan keharuan terpancar dari setiap jemaah, menyambut hari raya kurban dengan penuh rasa syukur.

Ustaz Sulaiman, yang akrab dengan sapaan Ustadz Sul, memimpin salat sekaligus menyampaikan khotbah. Dalam khotbahnya, Ustaz Sul membuka dengan rasa syukur.  “Alhamdulillah, atas segala nikmat yang diberikan Allah Swt., terutama nikmat iman dan takwa,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak jemaah merenungi kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Lalu menyoroti keikhlasan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah.

“Ketika Allah memerintahkan untuk menyembelih anaknya, Nabi Ibrahim melaksanakannya dengan penuh keikhlasan. Ini adalah simbol cinta dan ketaatan mutlak kepada Allah,” tutur Ustaz Sul.

Baca Juga:  Desir Pesisir Bandar Grisse Antar Siswa Spemdalas Ukir Prestasi Nasional

Simbol Pembersihan Jiwa

Lebih lanjut, Ustaz Sul menjelaskan, kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan simbol pengorbanan diri dan pembersihan jiwa dari sifat buruk.

“Menyembelih hewan itu ibarat memotong sifat-sifat yang tidak baik. Jangan menyerupai perilaku hewan. Hati-hati dengan nafsu,” ujarnya tegas.

Selanjutnya, ia juga mengutip Al-A’raf ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا ۚ وَلَهُمْ أَعْيُنٌۭ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا ۚ وَلَهُمْ ءَاذَانٌۭ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَـٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَـٰفِلُونَ

Artinya, “Dan sungguh, Kami jadikan untuk (isi neraka) Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.”

Setelah itu, melalui ayat ini, Ustaz Sul menegaskan pentingnya menggunakan panca indra untuk mengenali tanda kebesaran Allah. Selain itu, menghindari perilaku layaknya hewan ternak yang lengah.

Baca Juga:  Ada Kehangatan di Kajian Ramadan dan Bukber SD Alam Al-Ghifari Kota Blitar

Keteladanan dan Kebersamaan

Di samping itu, Ustaz Sul juga mengingatkan, berkurban adalah tentang berbagi dengan sesama, terutama mereka yang kurang mampu. Ia menggambarkan pentingnya ukhuwah dan kebersamaan, “Jangan seperti daun yang kering, susah diikat dan mudah terbakar.”

Berikutnya, Ustaz Sul juga menyoroti keteladanan para nabi dalam merespons perintah Allah tanpa keraguan, serta mengajak para orang tua untuk menjadi teladan dan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi generasi saleh dan salihah.

Akhirnya, ia menutup khotbah dengan doa bersama, memohon keberkahan dan keteguhan iman bagi seluruh umat Islam. Salat Iduladha tahun ini menjadi momen sarat makna tentang cinta, keteladanan, dan pengorbanan sejati dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah