
Ketua PCM Bungah, Drs. Suhali, M.Pd.I, menyampaikan kajian jelang berbuka tentang pentingnya menjadi Muslim yang menghadirkan kenyamanan di tengah masyarakat, terutama di era digital.
Tagar.co – Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungah, Drs. Suhali, M.Pd.I, mengisi kajian jelang berbuka puasa pada Ekspedisi Syiar Muhammadiyah (Ekspresimu) AMM 2025. Lokasinya di Masjid Al-Jihad, Pucung Sidomukti, Bungah, Gresik, Kamis (5/6/2025).
Acara ini dihadiri oleh warga sekitar dan anggota Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Gresik. Meliputi unsur Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM), Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA), Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM), Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci.
Dalam kajiannya, Suhali mengawali dengan perumpamaan. “Saudara kita Padang Arafah berada di taman surga Allah SWT,” ujarnya. “Kita di sini juga di majelis. Insyaallah kita mendapatkan kebaikan juga.”
Ia melanjutkan dengan mengkaji hal ringan namun bermanfaat, merujuk pada hadis Imam Muslim yang berarti, “Siapakah orang Islam/muslim itu? Yaitu orang yang di mana orang-orang Islam mendapatkan kenyamanan hidup, ketenangan, baik dari sisi lisannya atau tangannya.”
Hadis singkat ini, menurut Suhali, memiliki makna mendalam. Itu menegaskan, seorang Muslim sejati ialah mereka yang amat baik. Yang senantiasa memberikan suasana menyejukkan di tengah masyarakat heterogen dan tidak senang membuat kegaduhan. Inilah karakter seorang Muslim sejati.

Etika Digital
Suhali kemudian menarik relevansi hadist tersebut ke era modern. “Kalau kita tarik di era sekarang, mulut ini lebih banyak diam tapi menghasilkan sesuatu. Yang bekerja itu tangannya,” jelasnya, menyoroti peran teknologi.
Kemudian Ia mengajak jemaah mencermati media sosial. “Kalau kita mencermati media sosial yang kita miliki, kalau kita ikuti semua, rasanya umek dunia ini,” ungkapnya.
“Ada yang bertengkar, saling memuji, saling mendengki, dan sebagainya. Banyak sekali di media sosial. Ironisnya, di media sosial, kita tidak tahu siapa yang pakar dan siapa yang bukan. Tampak mufasir padahal kalau ditelusuri dia hanya membagikan saja,” tambahnya.
Maka dari itu, pesan Rasulullah SAW 1.500 tahun lalu tetap relevan: siapa Muslim itu? Apa karakter yang harus dimiliki Muslim? Salah satunya, Suhali menekankan, ketika orang di sekelilingnya merasa nyaman, tenang, terayomi, dan tidak merasa tersakiti.

Peran AMM Jembatani Kebaikan
Suhali mengapresiasi kegiatan AMM Gresik. “Hari ini AMM Gresik menggelar karya fenomenal, karena pertama kali dilakukan,” katanya.
“Alhamdulillah menunjukkan hal yang mengesankan. Ini hasil tangan kita. Juga pola pikir kita,” imbuhnya.
Ia menegaskan, kegiatan hari ini dan besok merupakan hasil karya yang memberikan manfaat dan kebaikan bagi masyarakat Sidomukti secara khusus dan masyarakat sekitar secara umum.
“Kegiatan ini insyaallah memiliki maksud luar biasa, termasuk untuk membangun karakter bagi AMM dan memberikan dampak bagi yang lain. Ini kader yang akan menggantikan yang sudah lansia seperti kami,” pungkasnya.
Dengan demikian, generasi muda akan terbiasa menghadapi persoalan-persoalan di masyarakat, bahkan sekadar anggota AMM pun akan memiliki pengalaman berharga. Karena itulah ia menilai kegiatan ini sangat luar biasa dan sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW.
AMM, lanjut Suhali, tidak akan membingungkan masyarakat. Sebaliknya, AMM akan menjembatani dan berupaya agar masyarakat secara umum bisa hidup tenteram, sejahtera, serta berdampingan dengan baik.
Hal ini selaras dengan hadist: “Man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fal yaqul khairan aw liyasmut.”
Itu berarti, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau lebih baik diam.”
Kata yang baik itu, menurutnya, harus berdasar, tidak sekadar bicara. Begitulah pesan Suhali. 15 menit sebelum azan magrib berkumandang, ia mengakhiri kajian.
Panitia Ekspresimu lantas menyampaikan sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Berikutnya, para AMM pun menyalurkan piring-piring takjil maupun gelas berisi es kuwut segar. Mereka siap berbuka puasa bersama dengan bekal ilmu Muslim sejati. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












