Feature

Musaed, Inovasi Mahasiswa Saudi untuk Bantu Jemaah Haji Hindari Tersesat

34
×

Musaed, Inovasi Mahasiswa Saudi untuk Bantu Jemaah Haji Hindari Tersesat

Sebarkan artikel ini
Dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), Musaed memungkinkan jemaah mengenali lokasi kemah mereka melalui peta offline setelah satu kali pengunduhan awal. (Foto Arab News)

Mahasiswa Universitas King Abdulaziz mengembangkan aplikasi Musaed untuk membantu jemaah haji menemukan lokasi kemah dan menghindari kepadatan, memanfaatkan teknologi IoT dan augmented reality.

Tagar.co Sebuah tim mahasiswa dari Universitas King Abdulaziz di Arab Saudi mencuri perhatian publik dengan inovasi terbaru mereka: aplikasi mobile bernama Musaed, yang dirancang khusus untuk mempermudah perjalanan jamaah haji agar terhindar dari salah arah atau tersesat— salah satu tantangan umum dalam keramaian ibadah haji.

Dipimpin oleh mahasiswa Hassan Al-Sulami, tim ini mengembangkan Musaed sebagai alat interaktif yang dapat membantu jamaah menemukan lokasi tenda mereka serta menavigasi area yang padat.

Baca juga: Arab Saudi Utamakan Keselamatan Jemaah Haji, Siap Hadapi Panas Ekstrem dengan Teknologi Canggih

“Gagasan inovatif ini kami hadirkan untuk mempermudah perjalanan jamaah, dan akan kami presentasikan pada Konferensi Haji dan Umrah mendatang. Kami berharap mendapat sponsor untuk mengadopsinya,” ujar Al-Sulami, seperti diberitakan Arab News, Sabtu (31/5/25).

Ia menambahkan bahwa timnya tengah berupaya mengintegrasikan Musaed ke dalam aplikasi resmi haji Nusuk.

Baca Juga:  Siar Ramadan di Masjid Nailur Roja Jatinom

Fitur Unggulan dan Teknologi Canggih

Meski masih dalam tahap prototipe dan menunggu persetujuan resmi, Musaed sudah menunjukkan potensi besar. Aplikasi ini lahir dari pengamatan langsung selama musim haji 2022, ketika Al-Sulami dan timnya melihat banyak jamaah kesulitan menemukan tenda mereka, yang berdampak pada tertundanya pelaksanaan ritual hingga masalah transportasi.

Dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), Musaed memungkinkan jamaah mengenali lokasi kemah mereka melalui peta offline setelah satu kali pengunduhan awal. Salah satu fitur paling menarik adalah penggunaan kamera ponsel untuk menunjukkan arah kemah, mirip dengan fungsi kompas realitas tertambah (augmented reality) yang sering digunakan untuk mencari arah kiblat.

Tak hanya itu, Musaed juga dilengkapi panduan suara dan visual yang berperan sebagai pemandu pribadi, menyediakan rute yang disarankan, informasi fasilitas terdekat, hingga fitur peringatan langsung terkait kepadatan. Ada pula fitur kontak bawaan yang memungkinkan komunikasi langsung dengan pengawas atau otoritas terkait, memberikan lapisan tambahan keamanan dan ketenangan bagi jamaah.

Cerminan Kreativitas Pemuda Saudi

Inisiatif seperti Musaed mencerminkan kreativitas dan potensi teknis pemuda Saudi dalam mendukung komitmen Kerajaan untuk melayani jamaah dengan efisien dan penuh perhatian. Mengingat setiap tahunnya lebih dari satu juta jamaah tiba di Arab Saudi, solusi berbasis teknologi seperti ini dinilai sangat potensial untuk diterapkan secara luas dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Fatwa Tarjih: Dam Bisa Disembelih di Tanah Air

Dengan kombinasi teknologi canggih dan semangat pelayanan, aplikasi Musaed menawarkan harapan baru agar ibadah haji makin lancar, aman, dan berkesan bagi setiap tamu Allah. (#)

Penyuntung Mohammad Nurfatoni