Feature

Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Blitar Pertemuan Perdana: Ikuti Proses, Jangan Protes

54
×

Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Blitar Pertemuan Perdana: Ikuti Proses, Jangan Protes

Sebarkan artikel ini
Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Blitar
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Jatinom Kabupaten Blitar Gelar Pertemuan Perdana di Kantor Desa pada hari Senin sore (26/5/2025). (Tagar.co/Agus Fawaid).

Bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional, Pengurus Kopdes Merah Putih terus memompa semangat dalam membangun semangat kolektif dan menyatukan visi.

Tagar.co – Pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Periode 2025-2030 menggelar pertemuan perdana di Kantor Desa Jatinom, Dusun Jatisari, Senin (26/5/2025). Acara dimulai pukul 15:30 WIB dan berlangsung hingga selesai.

Pertemuan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus, pengawas, dan pendamping sebagai bagian dari tahapan awal sebelum peluncuran resmi Kopdes Merah Putih pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.

Ketua Koperasi, Waluyo menyampaikan kegiatan ini sangat penting untuk membangun semangat kolektif dan menyatukan visi.

“Ini awal yang baik. Kita semua masih belajar, jadi kuncinya adalah kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujarnya

Dia menyampaikan program pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi yang dikelola secara kekeluargaan dan berbasis gotong royong.

“Program ini bertujuan menyediakan layanan simpan pinjam, memberdayakan UMKM, mendorong kemandirian ekonomi lokal, memperpendek rantai pasok, dan meningkatkan inklusi keuangan,” ucapnya.

Baca Juga:  Dari Jalan Sehat hingga Bekam Gratis, Dakwah Sosial PRM Tritunggal Menguatkan Umat

Dalam kesempatan yang sama, Ali Nur Rohman, pendamping koperasi dari kecamatan, yang akrab disapa Ali menambahkan bahwa strategi pembentukan koperasi akan menyesuaikan kondisi desa.

“Ada tiga pendekatan: mendirikan koperasi baru, merevitalisasi yang lama, dan mengembangkan yang sudah berjalan. Dan semua itu akan didukung oleh dana dan kemitraan dengan bank-bank Himbara. Ikuti proses, jangan protes,” jelasnya.

Sementara itu, pendamping koperasi desa Prima juga menekankan pentingnya komunikasi antar pengurus. “Kalau kita kompak, meski belum ada gaji, jalannya koperasi bisa tetap lancar. Ini memang masa kerja bakti. Jadi jangan hitung-hitungan dulu, nanti akan ada waktunya,” ujarnya.

Selain membahas struktur dan rencana program, dalam pertemuan ini juga disampaikan bahwa pengajuan legalitas ke notaris akan dilakukan per desa secara mandiri, tanpa harus menunggu desa lain.

Dana koperasi ini bukan hibah, melainkan modal usaha berbentuk saham, bukan iuran, dan tidak untuk dipinjam oleh warga individu, tetapi digunakan untuk membangun usaha bersama.

Pilihan usaha akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dan setiap koperasi akan mendapat pendampingan hingga unit usaha berjalan dengan baik.

Baca Juga:  Nilasuwarna Blitar Eratkan Kebersamaan lewat Halalbihalal

Terkait pengelolaan keuangan dan pengawasan, pemerintah menekankan pentingnya transparansi. Waluyo berharap semoga tidak ada warga yang protes. “Kalau misalkan mau usaha agen gas LPG, ya cari informasi dulu. Semua bisa kita jalankan asal tetap kompak,” tutupnya.

Pertemuan ditutup dengan diskusi ringan dan pembagian tugas lanjutan, sebagai langkah awal menuju terbentuknya koperasi desa yang mandiri dan berdaya. (#)

Jurnalis Agus Fawaid. Penyunting Ichwan Arif.