
Hisfa Al-Fattah mengukuhkan pengurus baru masa bakti 2025–2026. Mengusung spirit regenerasi dan Pancajiwa, kepengurusan ini diharapkan membawa organisasi santri ke arah yang lebih maju.
Tagar.co — Kamis, 8 Mei 2025, menjadi tonggak baru bagi Himpunan Santri Pondok Pesantren Al-Fattah (Hisfa). Setelah melalui proses panjang mulai seleksi, debat kandidat, hingga pemilu raya, pengurus Hisfa XXV masa bakti 2025–2026 resmi dilantik.
Acara pelantikan yang dihelat dengan khidmat itu menjadi puncak rangkaian regenerasi kepemimpinan santri di lingkungan Pondok Pesantren Al-Fattah, Sidoarjo. Proses penyusunan pengurus baru—mulai dari badan pengurus harian hingga koordinator sembilan departemen—dilakukan bersama jajaran pimpinan sekolah, asrama, pesantren, dan pengasuh pondok. Tujuannya: membentuk tim pengurus yang solid dan siap mengemban amanah setahun ke depan.
Baca juga: Muhis XXV Usai, Rayhan dan Dinar Pimpin Hisfa Al-Fattah dengan Semangat Baru
Pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan H. Moh. Fauzan, Lc., M.Pd. Ia mengapresiasi kelancaran proses demokrasi di lingkungan Hisfa dan mengingatkan pentingnya tiga pilar organisasi yang kuat:
-
Sistem informasi dan komunikasi yang efektif,
-
Penguatan ruh organisasi melalui Panca Jiwa (ikhlas, mandiri, kesederhanaan, ukhuwah islamiyah, dan hurriyah/kebebasan),
-
Serta menjunjung tinggi nilai kepemimpinan.
“Kepemimpinan adalah hal utama dalam organisasi. Tanpanya, arah perjuangan bisa kabur,” tegas H. Moh. Fauzan.
Usai pembacaan surat keputusan (SK) pengurus, pengambilan sumpah dilaksanakan, menandai sahnya pengurus Hisfa yang baru.
Drs. Ainun Rofik, M.Pd., turut memberikan wejangan. Ia menekankan pentingnya setiap pengurus menjadi bagian dari umat yang menyeru kepada kebaikan (Waltakumminkum ummatun yad’una ilalkhair). Ainun juga mengingatkan bahwa regenerasi adalah keniscayaan yang harus dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Ia menggunakan filosofi bola untuk menggambarkan peran dalam organisasi. “Dalam tim, setiap posisi penting, bahkan pemain cadangan sekalipun. Yang utama adalah komitmen penuh (udkhulu fissilmi kaffah) untuk menjalankan amanah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Ainun berharap pengurus Hisfa XXV mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. “Semoga diberi kekuatan, hikmah, dan senantiasa amanah dalam tugas.”
Pelantikan ini menandai awal perjalanan kepengurusan baru Hisfa. Diharapkan, organisasi ini terus menjadi wadah pengembangan diri santri, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dan menjaga nilai-nilai luhur pondok pesantren. (#)
Jurnalis Nur Djamilah Penyunting Mohammad Nurfatoni












