
Sejarah mencatat bahwa Rasulullah memenangkan Perang Badar di bulan suci ini. Para ulama juga melahirkan karya-karya besar seperti Imam Al-Ghazali dengan Ihya’ Ulumuddin. Tak mau ketinggalan, SD Mumtas Surabaya juga mengukiri sejumlah prestasi di bulan ini.
Tagar.co – Ramadan bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga bulan penuh prestasi. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah Saw memenangkan Perang Badar di bulan suci ini, dan para ulama melahirkan karya-karya besar, seperti Imam Al-Ghazali dengan Ihya’ Ulumuddin serta Ibnu Khaldun dengan Muqaddimah.
Kini, semangat kejayaan itu diteruskan oleh generasi muda, seperti yang ditunjukkan oleh lima siswa SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) yang menorehkan prestasi dalam berbagai ajang perlombaan Ramadan 2025.
Gema Azan yang Mengantarkan Kemenangan
Muhammad Affan Nur Rosyid, siswa kelas 5 Al Mushowwir, berhasil meraih Juara 1 kategori Azan dalam Event Kreatif Ramadan Festival 2025 tingkat SD/MI se-Kota Surabaya. Kompetisi yang digelar pada 18 Maret 2025 di kawasan Kota Lama Surabaya ini menjadi ajang unjuk bakat keagamaan bagi para pelajar.
Dengan suara merdu dan lantunan azan yang penuh penghayatan, Affan berhasil mengungguli peserta lain dan membawa kebanggaan bagi sekolahnya.

Seniman Kaligrafi dan Qari Muda Berprestasi
Tidak hanya Affan, empat siswa Mumtas lainnya juga menunjukkan bakat luar biasa dalam ajang Galeri Ramadan 1446 yang diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di Pusdam, Jalan Wuni Surabaya, pada hari yang sama.
Dalam kategori lomba kaligrafi, Afika Izatunnisa meraih Harapan 1, diikuti oleh Khayla Purnama yang mendapatkan Harapan 3. Sementara itu, dalam lomba qiraah, Mikail Kenzie A. mendapatkan Harapan 1, dan Achmad Althaf Kamil meraih Harapan 2.
Rasa syukur terpancar dari wajah Mikail Kenzie A. yang mengungkapkan kebahagiannya setelah menerima penghargaan.
“Awalnya aku gugup, tapi setelah mulai membaca ayat-ayat Al-Qur’an, aku merasa lebih tenang. Alhamdulillah bisa mendapat juara, semoga bisa lebih baik lagi di lomba selanjutnya!” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Afika Izatunnisa juga tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah diumumkan sebagai pemenang lomba kaligrafi.
“Senang sekali bisa menang! Aku sudah berlatih lama untuk lomba ini. Terima kasih untuk guru dan orang tuaku yang selalu mendukung,” katanya sambil tersenyum.

Menembus Babak Final Kompetisi Nasional
Prestasi siswa Mumtas tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan dan seni, tetapi juga merambah ke kompetisi akademik berskala nasional.
Tiga siswa berbakat dari sekolah ini berhasil melaju ke babak final Mentari English Competition 2025 (MEC) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Mentari Competition Indonesia. Mereka adalah Rania Azni Mikaila Anandara (kelas 3), Sanniyah Hana Putri Resya Lina (kelas 3), dan Fani Afnan Khairun Nufus (kelas 4).
Keberhasilan mereka melaju ke babak final menjadi bukti bahwa siswa Mumtas tidak hanya unggul dalam bidang agama, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam bidang akademik. Dukungan dari guru dan orang tua pun menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.
Apresiasi dan Harapan dari Sekolah
Cholifatul Chasanah, S.Pd., wali kelas 5 yang turut mendampingi para siswa, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih anak didiknya.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa anak-anak kami mampu bersaing dan berprestasi di bulan penuh berkah ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan bakatnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, M.Pd.I, juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah membawa nama baik sekolah.
“Kami sangat bangga atas pencapaian mereka. Ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang pembuktian diri dalam prestasi dan kreativitas. Semoga semakin banyak siswa yang terinspirasi dan termotivasi untuk berprestasi di berbagai bidang.”
Dengan torehan prestasi ini, SD Muhammadiyah 10 Surabaya semakin membuktikan bahwa Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, tidak hanya untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga untuk mengasah bakat dan meraih pencapaian terbaik. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk terus berkarya! (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












