
Refleksi keimanan mewarnai Pengajian Muhammadiyah Children Center yang diadakan Komunitas Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Semarang. Jemaah juga membantu doa dan jihad harta.
Tagar.co – Komunitas Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Kabupaten Semarang menggelar Pengajian Muhammadiyah Children Center (MCC), Ahad (9/3/2025). Lokasinya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ungaran.
Acara berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini diisi dengan tausiah, refleksi kondisi Palestina oleh Syekh Husaini, serta penyerahan santunan bagi warga Gaza yang terdampak agresi.
Dalam ceramahnya, Syekh Husaini menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim. Ia mengingatkan, dalam Islam, pemuda yang rajin beribadah termasuk tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan di Padang Mahsyar.
Syekh Husaini juga mengajak hadirin untuk lebih bersyukur dengan melihat kondisi umat Islam di Gaza. Ia menggambarkan bagaimana lebih dari 40 ribu anak di sana menjadi yatim piatu akibat serangan Israel.
Mereka tidak hanya kehilangan keluarga, tetapi juga tempat tinggal, makanan, dan perlindungan. “Bahkan, 38 rumah sakit Indonesia di Gaza telah hancur. Saat ini, hanya beberapa yang masih beroperasi,” ungkapnya.

Senjata Utama Muslim
Ia menegaskan, umat Islam memiliki dua senjata utama untuk membantu saudara mereka di Palestina. Pertama, doa, karena doa adalah kekuatan spiritual umat Islam. Kedua, jihad harta, yakni menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Berapa pun yang kita sisihkan, itu sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian, dalam pengajian ini juga ada penyerahan santunan untuk Palestina. Donasi yang terkumpul berasal dari peserta pengajian serta para donatur.
Harapannya, bantuan ini dapat meringankan penderitaan rakyat Gaza, khususnya anak-anak yang kehilangan keluarganya akibat agresi militer.
Refleksi Keimanan
Usai sesi bersama Syekh Husaini, acara berlanjut dengan kajian utama. Temanya, “Tanda Dicabutnya Nikmat Ber-Islam” oleh Ustaz Lanang Mudadi.
Dalam ceramahnya, ia menyoroti pentingnya menjaga amanah dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Ia mengingatkan, jika suatu urusan diberikan kepada orang yang bukan ahlinya, maka kehancuran tinggal menunggu waktu.
“Menjaga nikmat Islam bukan sekadar ibadah pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Kita harus terus berdakwah, memperkuat ukhuwah, dan membangun peradaban Islam melalui Persyarikatan Muhammadiyah,” tegasnya.
Doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan umat Islam, khususnya bagi rakyat Palestina, menutup Pengajian MCCC itu. Harapannya, kepedulian yang tampak dalam acara ini dapat menjadi langkah kecil yang membawa perubahan besar bagi mereka yang membutuhkan. (#)
Jurnalis Dwi Taufan Hidayat Penyunting Sayyidah Nuriyah












