Telaah

Kemerosotan Moral: Saat Dunia Tak Lagi Malu

25
×

Kemerosotan Moral: Saat Dunia Tak Lagi Malu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Dunia semakin jauh dari nilai Islam. Maksiat dipertontonkan, rasa malu terkikis. Bagaimana menyikapi fenomena ini? Simak peringatan Nabi Saw. dan solusi Islam agar kita tetap selamat di akhir zaman.

Telaah oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PCM Bergas, Kabupaten Semarang.

Tagar.co – Saat ini, kita menyaksikan realitas yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Norma yang dulu dijunjung tinggi oleh generasi terdahulu kini semakin pudar. Rasa malu yang dulu menjadi benteng kehormatan kini perlahan terkikis.

Dulu, orang tua dan kakek-nenek kita hidup di masa di mana keluar malam berdua bagi laki-laki dan perempuan tanpa ikatan yang sah adalah aib besar. Masyarakat memiliki adab dan rasa malu yang kuat. Jika ada yang melanggar norma, sanksi sosial segera berlaku.

Baca juga: 9 Jalan Tawasul yang Syar’i

Namun, kini kita berada di zaman di mana kemaksiatan tidak lagi tersembunyi, bahkan dipamerkan secara terang-terangan.

Nabi Salallahualaihiwasalam telah mengabarkan kondisi ini dalam sebuah hadis:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا تَفْنَى هَذِهِ الْأُمَّةُ حَتَّى يَقُومَ الرَّجُلُ إِلَى الْمَرْأَةِ فَيَفْتَرِشُهَا فِي الطَّرِيقِ، فَيَكُونُ خِيَارُهُمْ يَوْمَئِذٍ مَنْ يَقُولُ: لَوْ وَارَيْتَهَا وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ

Baca Juga:  Ketika Azan dan Langit Tidak Sepakat

“Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (ingin bercumbu dan berzina) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, ‘Coba engkau lakukan (zinahi) wanita itu di balik dinding ini.'” (H.R. Abu Ya’la No. 12746, dishahihkan oleh Al-Albani)

Hadis ini menjadi peringatan bagi kita bahwa akan datang masa di mana perzinaan dilakukan secara terang-terangan, bahkan di tempat umum. Yang lebih memilukan, orang-orang yang dianggap “terbaik” pada zaman itu hanya bisa meminta agar kemaksiatan dilakukan lebih tersembunyi, bukan mencegahnya.

Mengapa Ini Terjadi?

Fenomena ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Allah telah memberikan peringatan bahwa jika manusia meninggalkan aturan-Nya, maka kehancuran akan datang.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)

Baca Juga:  Jangan Biarkan Sedih Menghapus Nikmat

Kerusakan moral yang terjadi adalah akibat dari jauhnya manusia dari agama. Nilai-nilai Islam tidak lagi menjadi pegangan utama, dan budaya liberal semakin merajalela.

Solusi dan Tindakan Kita

Sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh hanya menjadi penonton yang pasif. Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan:

  1. Menjaga Diri dan Keluarga

    Allah berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

    “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” ( At-Tahrim: 6)

    Pendidikan agama harus dimulai dari keluarga. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita tentang pentingnya menjaga kehormatan dan menjauhi maksiat.

  2. Meningkatkan Rasa Malu (Haya)

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    الْحَيَاءُ لَا يَأْتِي إِلَّا بِخَيْرٍ

    “Rasa malu itu tidak membawa kecuali kebaikan.” (H.R. Bukhari No. 6117, Muslim No. 37)

    Kita harus menghidupkan kembali budaya malu dalam masyarakat. Malu untuk melakukan maksiat, malu untuk meninggalkan ketaatan, dan malu jika jauh dari agama.

  3. Menjaga Lingkungan Sosial

    Jika kita membiarkan kemaksiatan terjadi tanpa ada usaha untuk mencegahnya, maka kita pun akan terkena dampaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ

    “Jika manusia melihat kemungkaran dan mereka tidak mencegahnya, maka hampir saja Allah menimpakan azab secara merata kepada mereka semua.” (H.R. Abu Daud No. 4338, disahihkan oleh Al-Albani)

    Amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan) harus tetap ditegakkan. Jangan sampai kita menjadi bagian dari generasi yang hanya diam melihat keburukan.

Kesimpulan

Zaman ini memang tidak baik-baik saja. Namun, kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Semoga Allah menjaga kita dan keturunan kita dari fitnah akhir zaman.

اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya.” (Az-Zumar: 18)

Penyunting Mohammad Nurfatoni