Feature

Dari Kampus untuk Bumi: Seminar Inspiratif Peduli Sampah di UMG

40
×

Dari Kampus untuk Bumi: Seminar Inspiratif Peduli Sampah di UMG

Sebarkan artikel ini
Mapala Biru UMG mengadakan seminar inspiratif tentang aksi tanpa sampah, mengajak mahasiswa dan aktivis lingkungan untuk berkontribusi nyata dalam pengelolaan sampah demi bumi yang lebih bersih dan sehat.
Aktivis Ecoton sedang menyampaikan materi (Tagar.co/Hidayat)

Mapala Biru UMG mengadakan seminar inspiratif tentang aksi tanpa sampah, mengajak mahasiswa dan aktivis lingkungan untuk berkontribusi nyata dalam pengelolaan sampah demi bumi yang lebih bersih dan sehat.

Tagar.co – Udara segar menyelimuti Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), tempat ratusan peserta berkumpul dengan semangat yang sama: menjaga bumi dari timbunan sampah. Dalam suasana penuh antusiasme, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Biru UMG menggelar seminar bertajuk “Alam Bersih dengan Aksi tanpa Sampah, Bumi Berseri”, sebuah ajang diskusi dan edukasi memperingati Hari Peduli Sampah nasional.

Senyum dan sapaan ramah menyambut setiap peserta yang datang. Di antara mereka, tampak para mahasiswa, akademisi, hingga aktivis lingkungan yang siap berbagi pemikiran dan pengalaman mereka.

Baca juga: UMG Dorong Inovasi Layanan Kesehatan Digital

Wakil Rektor I UMG, Ely Ismiah, S.T., M.T., membuka acara dengan pesan yang menggugah. “Hari Peduli Sampah Nasional bukan sekadar peringatan, tetapi momentum bagi kita semua untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan setiap hari,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Baca Juga:  Ramadan dan Krisis Etika Publik: Saat Ibadah Diuji di Ruang Sosial

Tak hanya sekadar teori, seminar ini menghadirkan Khusnatul Khomsah dari Ecoton sebagai narasumber utama. Dengan penuh semangat, ia membagikan wawasan mengenai inovasi teknologi daur ulang sampah plastik serta langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan sehari-hari. Para peserta tampak antusias menyimak dan bertanya, menandakan bahwa isu ini memang dekat dengan kehidupan mereka.

Diskusi semakin menarik saat beberapa peserta berbagi pengalaman mereka dalam mengurangi sampah. Ada yang bercerita tentang kebiasaan memilah sampah di rumah, ada pula yang sudah mulai menerapkan gaya hidup tanpa plastik sekali pakai.

Salah satu topik yang menjadi perhatian utama adalah pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat lebih memahami dampak jangka panjang dari sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Peserta seminar bersama narasumber (Tagar.co/Hidayat)

Ketua Panitia Pelaksana Mohammad Rizqi Aprilianto, menegaskan seminar ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah gerakan yang diharapkan bisa menginspirasi banyak pihak. “Kami ingin acara ini menjadi pemicu bagi masyarakat untuk bergerak bersama, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau,” ungkapnya.

Seirama dengan itu, Ketua Mapala Biru UMG, Ahmad Safiul Muzaki, juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan seminar ini sebagai titik awal perubahan. “Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk mengurangi sampah akan berdampak besar bagi lingkungan kita,” katanya penuh optimisme.

Baca Juga:  Akademisi Muhammadiyah Wanti-Wanti Dampak Impor AS pada Jaminan Halal

Seiring berakhirnya acara, para peserta pulang dengan kepala yang dipenuhi ide-ide baru dan tekad yang lebih kuat untuk ikut serta dalam aksi nyata menjaga lingkungan. Seminar ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga harapan bagi masa depan bumi yang lebih bersih dan lestari. (#)

Jurnalis Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni