
Puluhan dosen mengikuti Pre-PhD Coaching di UM Bandung, mendapatkan bimbingan intensif dalam riset dan publikasi ilmiah. Program ini juga membuka peluang beasiswa penuh bagi mereka yang ingin studi doktoral.
Tagar.co – Ruang seminar di lantai dua Gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan dosen dari berbagai fakultas hadir dengan penuh semangat, membawa laptop dan catatan.
Mereka tengah mengikuti Pre-PhD Coaching and International Journal Publication, sebuah program bimbingan yang diadakan selama dua hari, Kamis hingga Jumat (20-21/2/2025), hasil kolaborasi UM Bandung dan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM).
Baca juga: Membangun Budaya Riset: Dirjen Saintek Kemdiktisaintek Beri Kuliah Umum di UM Bandung
Dibuka dengan suasana yang penuh antusiasme, acara ini bertujuan untuk membekali para dosen dalam mempersiapkan proposal riset serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah mereka sebelum menempuh studi doktoral. Wakil Rektor II UM Bandung, Ahmad Diponegoro, menegaskan pentingnya program ini dalam mendukung pengembangan akademik para dosen.
“Program ini menjadi suatu training best practice dalam menyiapkan diri untuk meningkatkan kualitas dosen melalui jenjang S3 atau PhD. Kami berharap para dosen dapat segera mempersiapkan diri dan langsung mendaftar untuk studi lanjut,” ujarnya.
Bimbingan Intensif: Memahami Riset Lebih Dalam
Di antara peserta yang hadir, beberapa tampak serius mencatat paparan dari Senior Lecturer UMAM, Dwi Santoso. Dalam sesi bimbingannya, ia menjelaskan bahwa banyak calon mahasiswa S3 masih menghadapi kebingungan dalam menentukan topik penelitian, metode yang tepat, serta menemukan research gap yang relevan.
“Maka dari itu, kami memperkenalkan program ini untuk memberikan arahan sekaligus memperkenalkan program studi yang ada di UMAM, seperti pendidikan, ilmu sosial, studi Islam, bisnis dan manajemen, serta teknologi informasi,” papar Dwi.
Selama dua hari pelatihan, peserta dibimbing dalam memahami elemen-elemen penting dalam proposal penelitian, mulai dari pemilihan judul, metode penelitian, hingga batasan penelitian (limitation). Para dosen yang mengikuti kegiatan ini diharapkan tidak hanya mendapatkan pemahaman akademik, tetapi juga strategi praktis dalam menyusun penelitian yang berkualitas.

Peluang Beasiswa untuk Dosen
Sebagai bagian dari kerja sama ini, UMAM juga menawarkan peluang istimewa bagi para dosen dari perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) dan kader Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi doktoral. Sebanyak 250 beasiswa penuh disiapkan bagi mereka yang memenuhi syarat.
“Beasiswa ini mencakup biaya kuliah penuh selama tiga tahun atau enam semester. Peserta yang telah mengikuti Pre-PhD Coaching ini juga akan mendapatkan sertifikat yang bisa menjadi salah satu syarat dalam mendapatkan beasiswa dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk belajar di UMAM,” ungkap Dwi.
Dengan adanya program ini, harapannya semakin banyak dosen yang mampu menempuh studi doktoral dan berkontribusi lebih besar dalam dunia akademik serta riset internasional. Bagi para peserta, kesempatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah awal menuju gelar doktor yang diimpikan. (#)
Jurnalis Feri Anugrah Penyunting Mohammad Nurfatoni












