
Jelang Lebaran, siswa Mugeb School memproduksi permen agar-agar. Proyek menjadi wadah yang asyik untuk anak-anak SD ini bereksperimen bikin permen.
Tagar.co – Siswa kelas III memadati lapangan futsal SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School) Gresik. Mereka sibuk bekerja sama membuat produk bernama Jelly Candy, berupa permen agar-agar.
Ini merupakan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Ada siswa yang bertugas memotong agar-agar yang sudah padat, ada yang bertugas mendinginkan agar-agar yang baru selesai dimasak, ada pula yang menata potongan agar-agar ke wadah.
Tangan-tangan lincah itu memegang kertas atau benda lain di sekitar. Kemudian menggerakkannya sekuat tenaga supaya agar-agar yang masih panas tersebut segera kering dan memadat.
Jumat (7/2/25) pagi menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi kelas III. Sebelumnya, mereka sudah mempelajari cara membuat permen agar-agar, menyiapkan alat dan bahan, serta mengikuti trial and error bersama guru proyeknya. Alhasil, hari itu anak-anak sudah siap eksekusi Jelly Candy ala mereka sendiri.
Bikin Agar-Agar
Para siswa dengan pendampingan guru proyek membuat adonan agar-agar terlebih dahulu. “Coba tebak adonan yang warna hijau ini rasa apa?” tanya M. Fani Hidayatullah, M.Pd, guru proyek kelas III-Dubai.
Siswa-siswi serentak menjawab, “Melon.”
“Kalau yang merah (rasa apa)?” tanya pria yang akrab disapa Fani itu.
Sontak anak-anak menjawab, “Stroberi.” Suara mereka memenuhi lapangan futsal.
Perwakilan kelompok pun membawa wadahnya masing-masing untuk mendapatkan adonan untuk kelompoknya. Mereka antre dengan tertib dan terlihat sangat antusias ketika mendapat adonan agar-agar yang masih mengeluarkan asap tanda masih panas.
Sambil menunggu adonan dingin, mereka menyiapkan pisau bergerigi yang mereka pakai untuk memotong adonan agar-agar.

Potong Agar-Agar
Momen memotong agar-agar pun tiba. Ketika anak-anak menilai adonan tersebut memadat, mereka mengeluarkan adonan tersebut.
Kemudian bersiap memotongnya menjadi potongan kecil bermotif gerigi agar terlihat menarik. Sebelum praktik memotong, anak-anak mendapat arahan terlebih dahulu oleh guru proyek agar pisau tersebut mereka gunakan sesuai fungsinya.
“Memotongnya tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, ya. Jangan terlalu tebal agar cepat kering ketika dijemur. Jangan terlalu tipis agar agar-agar tidak rusak ketika dipotong,” ujar Nur Umaroh, S.Pi., guru proyek kelas III-Brisbane.
Dengan sangat hati-hati, para siswa memotong agar-agar sesuai instruksi gurunya. Adreena Shareen Adzkia, siswi kelas III-Cairo, menunjukkan antusiasnya ketika memotongi agar-agar kelompoknya.
“Seru sekali ya, Us bikin kayak gini,” ungkapnya teriring senyum merekah. Anak yang akrab dipanggil Celin itu bergantian dengan teman sekelompoknya untuk memotong agar-agar.
Jemur Jelly Candy
Setelah terpotong kecil-kecil, Jelly Candy mereka letakkan di wadah berlapis alumunium foil. Selanjutnya mereka jemur di bawah sinar matahari hingga mengkristal.
Setiap hari, siswa dengan pendampingan guru menjemurnya. Adeeva Alesha Zahra mengeluarkan nampan stainless berisi jeli dari kulkas lalu menjemurnya di dekat kolam ikan, Selasa (18/2/2025).
Nantinya, Jelly Candy karya siswa kelas III tersebut menjadi produk yang anak-anak jual sebagai praktik proyek P5 bertema wirausaha. (#)
Jurnalis Mar’atus Sholichah Penyunting Sayyidah Nuriyah












