
Lutfitunnada Purwaningrum, alumni Ilmu Pemerintahan UMM, sukses menjadi anggota DPRD Ogan Komering Ilir di usia muda. Perjalanan penuh tantangan ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkontribusi di dunia politik.
Tagar.co – Di usia yang masih belia, Lutfitunnada Purwaningrum (30) telah mencatatkan namanya dalam dunia politik. Alumni Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini sukses menduduki kursi DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tak hanya terpilih, kepercayaan masyarakat kepadanya begitu kuat hingga ia mampu mempertahankan kursinya untuk periode kedua dalam Pemilu 2024.
Sejak masa kuliah, Nada—sapaan akrabnya—sudah menunjukkan ketertarikan yang besar pada dunia pemerintahan dan politik. Ia tak hanya aktif dalam akademik, tetapi juga di berbagai organisasi kepemudaan dan sosial. Berbagai pengalaman yang ia dapatkan semasa kuliah menjadi bekal yang membawanya pada panggung politik lebih awal dari kebanyakan orang.
Baca juga: Hipnosis Masuk Kelas! PGSD UMM Bongkar Rahasia Belajar Efektif lewat Hypnoteaching
“Saat pertama kali mencalonkan diri, banyak yang meragukan saya karena usia yang masih muda dan status saya sebagai perempuan. Tapi saya percaya, kerja keras dan niat baik selalu menemukan jalannya,” ujar Nada mengenang awal perjuangannya, dikutip dari siaran pers Humas UMM yang idterima Tagar.co Jumat (14/2/25) siang.
Dunia politik, menurutnya, bukan tempat yang mudah, apalagi bagi perempuan muda. Namun, ilmu yang ia dapatkan di IP UMM memberinya landasan yang kuat. Ia memahami mekanisme pemerintahan, kebijakan publik, hingga strategi komunikasi politik yang membantunya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Kehidupan Keluarga
Tak hanya sukses berkarier, Nada juga menjalankan peran sebagai ibu satu anak. Baginya, menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional adalah tantangan tersendiri. “Menjadi anggota dewan adalah amanah besar, tetapi saya juga seorang ibu. Keduanya sama-sama penting dan harus dijalankan dengan seimbang,” tuturnya.
Kesuksesan Nada tak luput dari perhatian almamaternya. Ketua Program Studi IP UMM, Muhammad Kamil, S.IP., M.A., mengaku bangga melihat alumni IP UMM mampu bersaing di kancah politik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Nada adalah bukti bahwa lulusan IP UMM memiliki kompetensi dan daya saing tinggi. Semoga kesuksesannya bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar Kamil.
Dengan semangat dan dedikasi yang ia miliki, Nada menjadi representasi bahwa usia bukan penghalang untuk berkarya. Ia membuktikan bahwa dengan ilmu, kerja keras, dan keberanian, anak muda bisa menjadi agen perubahan di negeri ini. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












