Feature

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Kontribusi NU untuk Kemaslahatan Masyarakat   

25
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Kontribusi NU untuk Kemaslahatan Masyarakat   

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti di acara Seminar Ulama NU di Jakarta, Selasa (4/2/25)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya penguatan pendidikan dasar sebagai fondasi generasi kuat. NU dukung penuh kebijakan Asta Cita untuk pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tagar.co – Pemerintah terus berupaya mewujudkan sumber daya manusia yang mumpuni, kuat dalam ilmu, serta berintegritas dengan menyediakan pendidikan inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Selasa (4/2/25).

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah fokus memperkuat pendidikan sejak jenjang dasar, terutama dalam pengembangan kemampuan teknis (hard skills) dan nonteknis (soft skills). Kebijakan ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kedua kemampuan tersebut sebagai fondasi membangun generasi yang tangguh.

Baca juga: Harlah NU, Muhammadiyah Sampaikan Ucapan Selamat

“Fondasinya adalah pendidikan dasar,” tegas Abdul Mu’ti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Rabu (5/2/25) sore.

Sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah. Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada NU yang telah mendukung program Asta Cita dan siap berkontribusi untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Serukan Lompatan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah
Mendikdasmen Abdul Mu’ti (kedua dari kiri) di acara Seminar Ulama NU di Jakarta, Selasa (4/2/25)

NU Berperan Aktif Mewujudkan Visi Pemerintah

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU, Yahya Cholil Staquf. Ia menegaskan bahwa NU siap berperan aktif dalam mewujudkan visi pemerintah.

“Kebijakan pemerintah ini dan posisi NU adalah menyediakan diri untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan visi ini sungguh-sungguh mencapai hasil yang diinginkan. Maka penting bagi pengampu NU untuk memahami lebih baik tentang Asta Cita ini sehingga lebih mengerti tentang apa yang bisa dilakukan dengan NU,” tuturnya.

Mohammad Nuh, Rais Syuriah Pengurus Besar NU, menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas bagi kaum dhuafa (miskin). Menurutnya, hal ini bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. “Pendidikan di Indonesia sudah sepatutnya mengutamakan inklusivitas agar setiap lapisan masyarakat dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat sebagai bekal untuk menyongsong Indonesia Emas,” ujarnya.

Fakta yang terjadi saat ini, kata Mohammad Nuh, menunjukkan bahwa hanya 2,79 persen orang miskin yang mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Oleh karena itu, afirmasi menjadi kunci utama. “Tanpa ada afirmasi, saya kira kalau pakai pendekatan equality (semuanya sama) tidak akan dapat,” tegasnya.

Baca Juga:  Dari Dau, Muhammadiyah Sampaikan Tahniah Harlah Ke-100 NU

Mohammad Nuh juga mengingatkan bahwa esensi pendidikan tidak hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk masa depan. “Hal-hal seperti masa depan, ilmu, dan lain-lain itu semakin berubah, semakin kompleks, dan semakin complicated,” tambahnya.

Sarasehan Ulama NU ini digelar sebagai rangkaian acara menjelang peringatan Hari Lahir ke-102 NU. Tema besar yang diangkat adalah “Asta Cita dalam Perspektif Ulama NU”. Hadir dalam acara tersebut sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial yang juga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, serta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk NU, pemerintah optimis dapat mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas sebagai fondasi generasi kuat masa depan. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni