
Kunjungan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon ke SD Muhammadiyah 16 Surabaya disambut meriah! Dari alunan angklung yang merdu hingga aksi wushu dari atlet berprestasi yang baru saja meraih medali emas di kejuaraan internasional.
Tagar.co – Suasana berbeda tampak di halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada Rabu (22/1/2025) pagi. Karpet merah terbentang, suara merdu alunan angklung, dan gerak lincah pendekar-pendekar cilik yang beraksi penuh semangat tersaji. Pemandangan istimewa ini menyambut kedatangan rombongan dari Universitas Muhammadiyah Cirebon yang melakukan kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).
Kedatangan rombongan ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Dinas Pendidikan Kota Surabaya. “Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan merekomendasikan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya untuk menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Cirebon. Surat tersebut kami terima pada tanggal 20 Januari 2025,” ungkap Humas Sekolah, Agus Mulyadi, S.Pd., M.Pd.
Kunjungan ini diikuti oleh 19 mahasiswa dan 2 dosen pendamping. “Peserta yang mengikuti kunjungan ini sebanyak 19 mahasiswa dan dua orang dosen yang akan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari Universitas Muhammadiyah Cirebon,” tambahnya.
Penampilan Memukau Siswa Sambut Tamu dari Cirebon
Sebagai bentuk penyambutan, siswa-siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menampilkan pertunjukan yang meriah. Rasya Jovia Hanindya (kelas 5 Ibnu Khaldun) dan Falisha Naifah (kelas 4 Pangeran Antasari) memukau dengan suara merdu mereka, diiringi alunan musik dari grup angklung cilik.
Tak hanya itu, tiga atlet wushu kebanggaan sekolah turut unjuk gigi. Noura Ersya Prameswari (kelas 6 Buya Hamka), Noya Arya Kinarian (kelas 6 Buya Hamka), dan Ghania Zukhruf Aabidah (kelas 6 Haidar Natsir) mempertontonkan kebolehan mereka di hadapan para tamu. Ketiga atlet binaan Taufik, S.Sos.I ini merupakan atlet wushu berprestasi yang telah mengantongi berbagai penghargaan.
Baca juga: Ekspedisi Sejarah: Siswa Kreatif Baratajaya Telusuri Jejak Majapahit di Trowulan
“Tiga atlet ini sudah mempunyai jam terbang yang padat. Prestasi mereka sudah tidak diragukan lagi, mulai dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga Kejuaraan Internasional. Terakhir, mereka mendapatkan medali emas di Kejuaraan International Kungfu Competition di Bali, Desember kemarin,” jelas Taufik, S.Sos.I, atau yang akrab disapa Ustadz Opik, dengan bangga.
Meski baru mereview gerakan pagi tadi, penampilan ketiganya tetap memukau. “Kalau sudah jadi atlet dengan jam terbang tinggi, untuk tampil seperti ini cukup mereview sebentar gerakannya. Kepiawaian mereka sudah tidak diragukan lagi,” tambah Ustadz Opik.
Noura Ersya Prameswari tampil memukau dengan jurus Qianshu (Tombak Utara), Noya Arya Kinarian dengan jurus Jianshu (Pedang), dan Ghania Zukhruf Aabidah dengan jurus Nandao (Golok Selatan). Penampilan para pendekar cilik ini menjadi suguhan istimewa bagi para tamu dari Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Kesan Mendalam dari Universitas Muhammadiyah Cirebon
Penampilan siswa-siswi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya disambut dengan tepuk tangan meriah yang tak henti-hentinya. Momen penyambutan yang meriah ini tak luput dari bidikan kamera para tamu yang sibuk mengabadikan setiap penampilan.
Para tamu dari Universitas Muhammadiyah Cirebon tampak terkesima dengan penampilan para siswa. Mereka terkesan dengan bakat dan kemampuan yang ditunjukkan oleh para “artis” dan “pendekar” cilik tersebut. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua institusi dan memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa peserta KKL.
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












