
Momen bahagia berlangsung saat orang tua dan siswa SMA Muhammadiyah 4 Sidayu Gresik mengambil hasil belajar di ‘hari prestasi siswa’.
Tagar.co – Aula KH Ahmad Dahlan SMA Muhammadiyah 4 Sidayu (Smampat) Gresik, Jawa Timur, bergemuruh oleh suara tepuk tangan dan celoteh riang, Jumat (20/12/2024).
Hari ini bukan hari biasa, melainkan hari yang dinanti-nanti: hari pembagian rapor sumatif akhir semester ganjil.
Di hari prestasi ini wajah-wajah ceria siswa kelas X Fase E, XI Fase F, XII Fase F1 dan F2, bercampur dengan raut tegang dan harap-harap cemas, memenuhi ruangan sejak pukul 08.00 WIB.
Langkah kaki para siswa dan orang tua yang berbondong-bondong menuju aula terdengar menggetarkan tangga. Setiap langkah seolah membawa harapan dan doa, teriring senyum bangga orang tua yang mendampingi putra-putri mereka.
Suasana khidmat bercampur antusiasme menyelimuti aula sederhana itu, tempat dilangsungkannya pembagian rapor secara serentak.
Berbeda dari biasanya, pembagian rapor kali ini melibatkan orang tua secara langsung. Wali kelas dan guru berkesempatan untuk menjalin komunikasi dua arah, menyampaikan perkembangan siswa selama satu semester.
Baca juga: Dari Sampah Jadi Berkah: Siswa Smampat Panen Ekoenzim
Momen ini menjadi ruang evaluasi bersama, sekaligus suntikan motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Aula yang biasanya lengang, mendadak riuh. Tampak beberapa siswa berlarian kecil, menunjukkan lembaran rapor mereka kepada teman-teman dan guru dengan binar mata penuh kebanggaan.
Jerit-jerit kecil kegembiraan dan tepuk tangan meriah silih berganti, menciptakan simfoni kebahagiaan yang menghangatkan suasana.
Tak sedikit pula momen haru tercipta. Lembaran rapor di tangan, menjadi saksi bisu perjuangan dan kerja keras selama satu semester. Namun, di balik itu semua, atmosfer syukur dan harapan akan masa depan yang lebih gemilang tetap mendominasi.
Salah seorang siswa Ziyadatur Rahmawati dengan senyum merekah, berujar, “Senang sekali rasanya melihat hasil belajar selama ini. Memang tidak selalu sempurna, tapi saya bangga dengan usaha yang sudah saya lakukan.”
Sementara itu, ibundanya, Ismatul Izza, dengan bangga memeluk erat putrinya. “Ibu bangga sekali, Nak. Teruslah belajar dengan giat, ya,” bisiknya haru.
Lebih dari sekadar angka, rapor bagi siswa Smampat adalah cerminan dari proses pembelajaran dan pendewasaan diri. Hari ini menjadi bukti bahwa setiap usaha dan ketekunan akan berbuah manis. Seperti yang disampaikan oleh Musnidatul Millah Arif, S.Pd,, salah seorang guru,
“Kesuksesan tidak hanya diukur dari angka di atas kertas, tapi dari ketekunan dan semangat belajar yang terus menyala.”
Hari pembagian rapor di Smampat bukan hanya tentang menerima hasil belajar, tapi juga tentang merayakan proses, menghargai usaha, dan menatap masa depan dengan penuh optimisme.
Semangat belajar siswa Smampat terus berkobar, siap mengukir prestasi yang lebih gemilang di semester mendatang. (#)
Jurnalis Chilmiyati Penyunting Mohammad Nurfatoni












