Feature

Sinergi Ulama, Cendekiawan, dan Akademisi Muhammadiyah Siap Rampungkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz

33
×

Sinergi Ulama, Cendekiawan, dan Akademisi Muhammadiyah Siap Rampungkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Konferensi Mufasir Muhammadiyah II. Sinergi Ulama, Cendekiawan, dan Akademisi Muhammadiyah Siap Rampungkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz (Foto muhammadiyah.or.id)

Sinergi ulama, cendekiawan, dan akademisi Muhammadiyah siap merampungkan Tafsir At-Tanwir 30 Juz. Mereka saat ini mengikuti Konferensi Mufasir Muhammadiyah II di Uhamka Jakarta 13-15 Desember 2024

Tagar.co – Di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, sebuah kolaborasi intelektual tengah berlangsung.

Ratusan ulama, cendekiawan, dan akademisi Muhamadiyah dari berbagai disiplin ilmu berkumpul di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka). Mereka bahu-membahu merampungkan sebuah proyek monumental: Tafsir At-Tanwir 30 Juz.

Konferensi Mufasir Muhammadiyah II yang digelar Majelis Tarjid dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 13-15 Desember 2024 ini menjadi saksi bisu semangat kebersamaan tersebut.

Di balik meja-meja diskusi, ide-ide bertukar, wawasan dipertajam, dan harapan diukir. Sebuah karya tafsir yang komprehensif dan relevan dengan perkembangan zaman tengah digodok.

“Apa yang sudah dihasilkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid ini luar biasa,” puji Muhammad Dwifajri, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah, saat ditemui disela konferensi.

“Ini melibatkan ahli Al-Qur’an, sains, psikologi, sejarah, ekonomi, dan berbagai bidang lainnya. Ini adalah khas Muhammadiyah, sebuah karya yang benar-benar berjamaah,” katanya, dikutip dari siaran pers yang diterima Tagar.co, Jumat (13/12/24) sore.

Baca Juga:  Masjid 'Ramah Musafir' Ar-Royyan Muhammadiyah Diresmikan Haedar Nashir

Semangat berjemaah, atau kerja kolektif, memang menjadi roh dari proyek ini. Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, menjelaskan bahwa konferensi kali ini dirancang untuk mempermudah proses penulisan. Tema-tema tafsir telah disiapkan oleh tim, sehingga para mufasir dapat fokus pada pendalaman dan perumusan.

“Kita berharap dengan tema yang sudah disiapkan ini, penulisan akan lebih lancar,” ungkap Hamim. Target ambisius pun dicanangkan: menyelesaikan 30 juz Tafsir At-Tanwir pada tahun 2027, bertepatan dengan Muktamar Muhammadiyah.

Namun, ia menyadari tantangan di balik target tersebut. “Dengan melibatkan banyak penulis, proses editing harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menyeragamkan bahasa dan pendekatan kajian.”

Harapan Haedar Nashir

Harapan besar juga diungkapkan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konferensi ini sebagai wadah mobilisasi para mufasir dari berbagai disiplin ilmu.

“Kami berharap, tafsir ini menjadi produk jamai, karya kolektif Muhammadiyah, yang bermanfaat bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Tak Perlu Takut Berkompetisi

Baca juga: Ulul Albab: Pesan Haedar Nashir untuk para Penulis Tafsir At-Tanwir

Saat ini, Tafsir At-Tanwir baru terbit dalam dua jilid. Namun, dengan adanya konferensi ini, harapan untuk segera merampungkan keseluruhan 30 juz semakin membuncah.

Proyek ini bukan sekadar penyelesaian sebuah kitab tafsir, melainkan juga perwujudan komitmen Muhammadiyah dalam pengembangan tafsir Al-Qur’an yang responsif terhadap dinamika zaman.

Konferensi Mufasir Muhammadiyah II bukan sekadar forum ilmiah. Ia adalah potret sinergi antara ulama, cendekiawan, dan akademisi dalam membangun tradisi keilmuan yang kokoh.

Di balik diskusi-diskusi yang hangat, tersembul harapan besar akan hadirnya sebuah sumbangsih monumental bagi dunia Islam. Sebuah tafsir yang lahir dari kolaborasi intelektual, yang akan menjadi panduan dan pencerah bagi umat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni