Feature

115 Siswa Ikuti Baitul Arqam, MTs Muhammadiyah 25 Brondong Perkuat Karakter Religius

41
×

115 Siswa Ikuti Baitul Arqam, MTs Muhammadiyah 25 Brondong Perkuat Karakter Religius

Sebarkan artikel ini
Kepala MTs Muhammadiyah 25 Brondong Suaidi (tengah) berfoto bersama perwakilan peserta usai prosesi pembukaan Baitul/Darul Arqam 1447 di Mushala Ululalbab, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Brondong, Ahad (1/3/2026). (Tagar.co/Sri Damiati)

Program Baitul Arqam 1447 di MTs Muhammadiyah 25 Brondong Lamongan resmi bergulir, diikuti 115 siswa untuk memperdalam makna puasa dan meneguhkan karakter religius peserta didik.

Tagar.co – MTs Muhammadiyah 25 Brondong, resmi membuka kegiatan Baitul/Darul Arqam 1447 di Musala Ululalbab, Kompleks Perguruan Muhammadiyah Brondong, Lamongan, Jawa Timur, Ahad (1/3/2026).

Sebanyak 115 siswa mengikuti program bertema “Menjadikan Ramadan sebagai Madrasah Generasi Masa Depan” yang berlangsung selama empat hari sebagai bagian penguatan karakter religius peserta didik.

Baca juga: Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas

Pembukaan diawali lantunan merdu ayat suci Al-Qur’an oleh Atiqah Zahira Syifa dalam sesi Gema Wahyu Ilahi. Bacaan tersebut seketika mengheningkan suasana, menghadirkan ketenangan bagi peserta dan dewan guru yang hadir.

Semangat kebangsaan kemudian menguat saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Muhammadiyah (Sang Surya) dan Mars IPM yang menggema memenuhi ruangan.

Ketua Umum Pimpinan Rantign IPM MTs Muhammadiyah 25 Brondong, Faizatul Maghfiroh, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya.

Baca Juga:  Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas

“Mari kita ambil ilmu sebanyak-banyaknya dari kegiatan ini agar kita semakin dekat dengan tujuan IPM. Terima kasih juga kepada Bapak dan Ibu guru yang tak lelah mendidik dan membimbing kami,” tuturnya.

Ramadan, Momentum Menghapus Noda

Momen puncak pembukaan ditandai sambutan Kepala Madrasah, Suaidi. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal KBM menjadi Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) dilakukan agar siswa dapat lebih fokus beribadah selama Ramadan.

Dengan analogi yang menyentuh, Suaidi menggambarkan perjalanan manusia laksana kertas putih saat lahir.

“Selama 13 tahun usia kalian, mungkin warna putih itu mulai berubah karena khilaf. Allah Swt. memberikan satu bulan Ramadan setiap tahun sebagai kesempatan untuk menghapus noda-noda tersebut, agar kita bisa kembali fitrah di Hari Raya Idulfitri nanti,” ungkapnya.

Ia menegaskan, selama empat hari satu malam ke depan siswa tidak hanya belajar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memahami makna puasa secara benar melalui penguatan ilmu dan ibadah.

Suasana pun pecah oleh tepuk tangan saat Suaidi meresmikan kegiatan.

Baca Juga:  Safari Dakwah NA Brondong: Berburu “Flash Sale” Pahala dengan Strategi Cerdas

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, acara Baitul Darul Arqam 1447 H kami nyatakan resmi dibuka.”

Simbolis dan Doa

Sebagai penanda dimulainya kegiatan, panitia melakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa. Para peserta tampak bangga mengenakan atribut tersebut sebagai simbol kesiapan menimba ilmu agama lebih mendalam.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan pembacaan hamdalah dan kafaratulmajlis oleh pembawa acara. Meski seremoni usai, semangat menjalani ibadah di “Madrasah Ramadan” baru saja dimulai di lingkungan MTs Muhammadiyah 25 Brondong. (#)

Jurnalis Sri Damiati Penyunting Mohammad Nurfatoni