Feature

Tantangan Pendidikan Zaman Digital ibarat Gerbong Kereta

42
×

Tantangan Pendidikan Zaman Digital ibarat Gerbong Kereta

Sebarkan artikel ini
Tantangan pendidikan zaman digital diulas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno
Menko PMK Pratikno saat membuka Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025).

Digitalisasi mempermudah dunia pendidikan tapi juga memusingkan. Siswa tergantung smartphone dan critical thinking melemah.

Tagar.co – Tantangan pendidikan zaman digital diulas Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat membuka Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/4/2025).

Pratikno mengatakan, digitalisasi mempermudah dunia pendidikan tapi juga membuat pening di banyak hal.

”Konsentrasi siswa menurun ketika terus-menerus memanfaatkan smartphone, critical thinking tidak mudah tumbuh karena sudah diberi asupan oleh media digital,” kata Menko PMK.

Karena itu, sambung dia, digitalisasi harus dikawal secara hati-hati. Apalagi sekarang  muncul Artificial Intelligence (AI), kecerdasan buatan yang juga banyak manfaatnya membantu  banyak hal.

”Tugas Mendikdasmen adalah membangun tenaga yang berkekuatan besar dengan daya tarik besar melihat jauh ke depan untuk menarik semua gerbong,” ujar bekas sekretaris negara ini.

Pratikno mengibaratkan tantangan pendidikan zaman digital seperti gerbong kereta api. ”Ada gerbong sudah berada di depan, ada gerbong yang masih jauh di belakang. Tetapi kalau itu masuk dalam satu rangkaian insyaallah kita sama-sama maju bersama,”tuturnya.

Baca Juga:  UAS Khotbah di Kemendikdasmen, Abdul Mu'ti Ajak ASN Jadikan Kerja sebagai Ibadah

Zaman digital, kata dia, menyebabkan terjadinya disrupsi teknologi yang juga mendisrupsi dunia pendidikan.

”Bagaimanapun dunia pendidikan  harus tetap memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai alat, sebagai mitra cerdas yang manusia harus tetap mengendalikannya,  bukan mengambil alih nalar,” katanya.

Karena itu dia menekankan, pendidikan harus kuat dalam membangun nalar untuk menghadapi informasi dengan teknologi yang begitu banyak dan tidak netral.

”Bapak ibu, di dunia pendidikan dasar harus mengajari critical thinking supaya tidak mudah tertipu oleh informasi yang diberikan oleh teknologi, karena teknologi bisa tidak netral,” ujarnya.

AI, tutur dia, akan menjawab sesuai dengan asupan data yang diberikan. Media digital akan memberikan informasi sesuai dengan algoritma yang dirancang.

Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) 2025 diselenggarakan setelah beberapa tahun terhenti.

Berlangsung pada 28 sampai 30 April 2025 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen.

Konsolnas diikuti jajaran kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, juga seluruh pemangku kepentingan pendidikan tingkat pusat maupun daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat bidang pendidikan. (#)

Baca Juga:  Keren! Cerpen Siswa Spemdalas Dimuat di Majalah Liris Kemendikdasmen

Penyunting Sugeng Purwanto