Feature

Spiritual Live In Wadahi Siswa Mugeb Berburu Pengalaman Berharga di MIM “GKB”

42
×

Spiritual Live In Wadahi Siswa Mugeb Berburu Pengalaman Berharga di MIM “GKB”

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Spiritual Live In di MIM Golokan. Di Golokan Kota Bolet alias "GKB" itu, mereka merasakan pengalaman memetik jeruk, merawat jenazah, dan menyusun makrame.
Kepala Mimgo, Miftahul Jannatan, S.S. mengenalkan Golokan Kota Bolet alias “GKB”. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Spiritual Live In di MIM Golokan. Di Golokan Kota Bolet alias “GKB” itu, mereka merasakan pengalaman memetik jeruk, merawat jenazah, dan menyusun makrame.

Tagar.co – Pukul 07.30 WIB, truk yang mengangkut 30 siswa kelas V Ernest Douwes Dekker SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School) tiba di gerbang desa menuju MIM Golokan (Mimgo). Empat truk lainnya masih melaju menuju desa-desa lain untuk kegiatan serupa, Spiritual Live In.

Pagi yang cerah menyambut kedatangan rombongan. Sebanyak 19 siswa Mimgo berdiri menyambut mereka di depan gapura Desa Golokan, Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Bersama-sama, mereka berjalan menuju madrasah yang berada satu kompleks dengan SLB Muhammadiyah Golokan serta TK dan Taman Pendidikan Al-Qur’an Aisyiyah Golokan.

Setibanya di aula, Kepala Mimgo, Miftahul Jannatan, S.S., menyampaikan sambutannya. Ia menyambut hangat kedatangan para tamu. “Kita sama-sama dari GKB. Kalau di SD Muhammadiyah 1 GKB kepanjangannya Gresik Kota Baru, di sini ada Golokan Kota Bolet (GKB),” tawa pun pecah mendengar gurauannya ketika mengenalkan ubi (bolet) yang terkenal di sana. Pagi itu, Mimgo menyuguhkan sepiring ubi ungu beserta pisang rebus dan buah-buahan.

“Semoga teman-teman SD Muhammadiyah 1 GKB mendapat pengalaman berharga dari MIM GKB dan sebaliknya,” ujar Ustaz Mif, sapaan akrabnya, pada Jumat (12/12/2025).

Ustaz Mif menjelaskan, GKB dan Golokan sudah menjalin hubungan yang cukup baik sejak 2016. “Kami sering mengadakan kegiatan bersama. Di ranting Golokan ada Surya Mart, itu juga hasil kerja sama dengan GKB. Tim Kifama juga terinspirasi dari GKB, pemateri perdananya juga dari GKB,” jelasnya.

Ia berharap silaturahmi akan senantiasa terjaga sehingga memberikan manfaat bagi semua. Ustaz Mif kemudian mengajak para siswa untuk saling mengenal satu sama lain.

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Spiritual Live In di MIM Golokan. Di Golokan Kota Bolet alias "GKB" itu, mereka merasakan pengalaman memetik jeruk, merawat jenazah, dan menyusun makrame.
Ketua Panitia Spiritual Live In sekaligus Wali Kelas V Ernest Douwes Dekker, Sary Nadhifah Choirunnisa, S.Pd. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Bertukar Pengalaman

Setelah itu, giliran Ketua Panitia Spiritual Live In sekaligus Wali Kelas V Ernest Douwes Dekker, Sary Nadhifah Choirunnisa, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan.

“Terima kasih sudah berkenan kami kunjungi. Semoga nanti anak-anak maupun ustaz-ustazah bisa bertukar cerita dan pengalaman,” ucapnya.

Berikutnya, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Golokan, Muhammad Rodhi, juga turut menyampaikan kebanggaannya. “Ini kebanggaan bagi kami, kami didatangi. Anak-anak bisa bersama-sama kita kerjakan nanti semua agenda yang direncanakan,” katanya.

Ia menyatakan, Muhammadiyah GKB dibanggakan persyarikatan Muhammadiyah karena memiliki banyak murid turut menjadi motivasi bagi mereka. “Memang benar, Golokan terkenal dengan boletnya,” tambahnya.

Muhammad Rodhi lantas membuka acara dengan membaca basmalah.

Siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik mengikuti Spiritual Live In di MIM Golokan. Di Golokan Kota Bolet alias "GKB" itu, mereka merasakan pengalaman memetik jeruk, merawat jenazah, dan menyusun makrame.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Golokan, Muhammad Rodhi (tengah) menghadiri pembukaan. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

 Baca Juga: Siswa Mugeb Ikuti Spiritual Live In, Baca Al-Qur’an Warnai Perjalanan

Memetik Jeruk dan Merawat Jenazah

Setelah sambutan, para siswa terbagi menjadi tiga tim untuk memulai kegiatan. Tim pertama, yang terdiri atas siswa Mugeb dan Mimgo, menuju Kebun Jeruk Endel Park milik desa. Agus Suprayitno, S.Pd., mendampingi tim ini.

Kata Agus, Endel berasal dari nama wilayah di Desa Golokan, Sidayu, Gresik. Di kebun itu, para siswa belajar memetik jeruk nipis langsung dari pohonnya.

Tim kedua menuju Masjid Al-Falah PRM Golokan. Sayyidah Nuriyah, S.Psi., mendampingi mereka. Siswa tim kedua ini akan belajar tentang tata cara merawat jenazah. Materi yang diberikan meliputi memandikan, mengafani, hingga menyalatkan jenazah.

Sementara itu, tim ketiga tetap berada di sekolah bersama Sary Nadhifah Choirunnisa, S.Pd. Mereka membuat seni makrame yang merupakan kerajinan tangan dari tali-temali.

Setelah menyelesaikan kegiatan masing-masing, ketiga tim kembali lagi ke sekolah sesuai jadwal. Mereka berganti pakaian, beristirahat, dan kemudian makan siang bersama sebelum melaksanakan salat Jumat.

Bakda Jumatan, mereka berbagi 75 bingkisan kepada warga sekitar maupun wali murid Mimgo yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari Spiritual Live In, yang memberikan pengalaman langsung bagi siswa dan mempererat hubungan antar sekolah-madrasah. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni