
SD Muhammadiyah Kompleks Gresik Kampus A dikunjungi juri Lomba Lingkungan Sekolah Sehat. Inovasi “Teh Bujang” dari bunga kemboja sukses memikat juri. Sekolah berkomitmen ciptakan lingkungan sehat dan kreatif.
Tagar.co – Suasana SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A tampak berbeda dari biasanya, Selasa pagi (5/8). Hari itu, sekolah yang terletak di Jalan KH. Kholil 90 Gresik, Jawa Timur, itu mendapat kunjungan penting dalam rangka Visitasi Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tingkat kabupaten.
Visitasi ini bagian dari proses penilaian lomba oleh Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Dua juri hadir untuk melakukan penilaian langsung di lingkungan SD Mugres Kampus A. Mereka adalah Drs. Mohammad Nurfatoni, perwakilan dari Majelis Dikdasmen-PNF PDM Gresik, dan Zufra Inayah, S.KM., M.Kes. dari Majelis Linkungan Hidup PDM Gresik yang sehari-harinya menjadi dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Kedatangan keduanya mendapat sambutan hangat oleh kepala sekolah, guru, serta para murid. Salah satunya dengan suguhan minuman khas karya inovasi SD Mugres yang bernama Teh Bujang.
Teh Bujang langsung menjadi perhatian khusus kedua juri. Teh ini bukan sekadar minuman biasa, melainkan hasil program kewirausahaan yang dikembangkan di sekolah.
Racikan teh ini terdiri dari bunga Kemboja Kuning yang telah mereka keringkan melalui proses oven. Kemudian mereka mengiris halus dan menyeduh pakai air panas. Tambahan gula bisa sesuai selera. Nama “Bujang” sendiri merupakan akronim dari Bunga Kemboja Kuning, yang menjadi bahan utama teh ini.

Peluang Ekonomi
Drs. Mohammad Nurfatoni tampak sangat menikmati sajian tersebut. “Ini sungguh luar biasa. Saya tidak menyangka ada sekolah dasar yang mampu menghasilkan inovasi seperti ini,” ungkapnya.
Fatoni menambahkan, Teh Bujang bukan hanya sehat dan nikmat, tetapi juga punya potensi ekonomi. “Ini berpeluang untuk sekolah produksi dengan kemasan yang menarik untuk dipasarkan,” ujarnya sambil menyeruput teh tersebut.
Menurut Fatoni, aspek lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya dilihat dari kebersihan dan penghijauan, tetapi juga dari adanya edukasi kreatif seperti ini yang melibatkan murid dalam menjaga dan memanfaatkan lingkungan secara produktif.
Berdasarkan penelusuran Tagar.co, inovasi teh bujang ini bermula dari gagasan Eka Maulidina Rizqi, S.Pd. Ialah salah satu guru SD Mugres Kampus A yang memadukan pembelajaran tematik dengan praktik langsung di lapangan.
Murid dia ajak untuk mengenal manfaat bunga kemboja, belajar proses pengolahan yang higienis, serta memahami konsep dasar kewirausahaan. Hasilnya, bukan hanya produk yang menarik, tetapi juga membentuk karakter mandiri dan kreatif pada murid.
Selain menikmati teh, para juri juga meninjau langsung berbagai sudut sekolah, mulai dari taman-taman tematik, tempat cuci tangan, ruang kelas, hingga papan-papan informasi edukatif yang tersebar di berbagai titik. Aspek lain yang mereka nilai meliputi sanitasi, pengelolaan sampah, sistem drainase, serta program pembiasaan hidup sehat.
Baca Juga: Mugres Award 2025, Cara SD Mugres Apresiasi Murid Teladan
Budaya Sehat Ruang Berkreasi
Kepada kontributor Tagar.co, Kepala SD Mugres Kampus A, Luluk Subaidah, S.Pi., S.Pd. menyampaikan, seluruh warga sekolah telah bersiap jauh-jauh hari menyambut visitasi ini. “Kami tidak mempersiapkan hanya untuk lomba, tapi ini adalah budaya yang sudah kami bangun dalam keseharian. Kami ingin murid-murid tumbuh di lingkungan yang sehat, bersih, dan memberi ruang untuk mereka berkreasi,” ujar Luluk.
Luluk menambahkan, “Teh Bujang hanya satu dari sekian banyak inovasi yang lahir dari semangat kebersamaan kami di sekolah ini.”
Ia juga menyampaikan, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi sekolah untuk terus memperbaiki dan memperkuat ekosistem pembelajaran yang ramah anak dan berorientasi pada kehidupan nyata.
“Kami percaya sekolah bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga menjadi tempat hidup yang sebenarnya. Hidup sehat adalah fondasi semuanya,” pungkas Luluk. (#)
Jurnalis Dzummirotin Fastawa Penyunting Sayyidah Nuriyah












