Feature

Pesan Perpisahan SD Almadany: 4 Bekal yang Tak Tertulis di Ijazah

27
×

Pesan Perpisahan SD Almadany: 4 Bekal yang Tak Tertulis di Ijazah

Sebarkan artikel ini
Hilmi Aziz memberikan pesan motivasinya dalam acara pisah pasrah SD Almadany (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Di momen perpisahan siswa SD Almadany, Hilmi Aziz tak hanya menyampaikan ucapan selamat. Ia menitipkan empat bekal hidup untuk anak-anak—tak tercetak di ijazah, tapi melekat seumur hidup.

Tagar.co — Suasana syahdu menyelimuti acara Pisah Pasrah Siswa Kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Gresik, Kamis (12/6/25) pagi. Bertempat di halaman gedung lama sekolah, tepat di bawah rindangnya beberapa pohon pule, acara ini menjadi momentum istimewa bagi para lulusan, guru, dan orang tua yang hadir.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik, H. Hilmi Aziz, M.Pd.I., turut hadir memberikan motivasi dan nasihat pendidikan. Ia membuka sambutan dengan sebuah kenangan personal.

“Lagu Sayonara tadi membuat mata saya berkaca-kaca,” ujarnya. “Saya teringat saat duduk di kelas VI MI Islamiyah Sidayu, paduan suara seperti itu membawa nostalgia 56 tahun lalu,” ungkapnya.

Baca juga: Momen Haru di Bawah Pohon Pule: Pisah Pasrah Siswa SD Almadany

Hilmi juga menyampaikan rasa syukurnya atas capaian sekolah. “Alhamdulillah, tahun ajaran ini SD Almadany menorehkan berbagai prestasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Kontes Bandeng Kawak Meriahkan Hari Jadi Ke-539 Gresik, 1.000 Ekor Dibagikan Gratis

Di antaranya, sekolah ini telah terakreditasi A, dua guru—Nur Aini dan Mahfudz Efendi—telah meraih gelar magister menyusul Lilik Isnawati, serta keberhasilan meluluskan angkatan kedua dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Kepada para siswa, Hilmi berpesan agar terus bersemangat mengejar mimpi, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Tetaplah menjadi anak yang bertakwa, carilah ilmu sebanyak-banyaknya, raihlah pendidikan setinggi-tingginya. Jadilah anak saleh dan salihah yang berakhlak karimah.”

Pesan khusus juga dia ditujukan kepada para orang tua. “Anak adalah amanah Allah. Apa pun kondisinya, urusan anak harus jadi prioritas, karena ini adalah ladang amal jariyah,” tegasnya.

Hilmi menekankan pentingnya tiga bekal utama bagi anak: keimanan yang kokoh, rezeki yang halal, dan ilmu yang mencukupi. “Dan jangan lupa, iringi mereka dengan doa terbaik, terutama dalam salat tahajud,” ujarnya.

Pisah pasrah kali ini menjadi lebih dari sekadar perpisahan. Ia adalah penanda tumbuhnya harapan baru dan pengingat pentingnya peran keluarga dan pendidikan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu. (#)

Baca Juga:  Puasa ala Rojali dan Rohana: Jangan Hanya Datang, tapi Beramal!

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni