Feature

Muhammadiyah Inisiasi Kembali Masuk Sekolah Pascabencana di Aceh Tamiang

93
×

Muhammadiyah Inisiasi Kembali Masuk Sekolah Pascabencana di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah inisiasi Kembali Masuk Sekolah pascabencana di Aceh Tamiang. Menjelang pelaksanaan masuk sekolah, MDMC melakukan percepatan pemulihan sarana pendidikan, khususnya di SMP Muhammadiyah Kualasimpang
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrohman (kedua dari kanan) meninjau persiapan Kembali Masuk Sekolah pascabencana di SMP Muhammadiyah Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang (Tagar.co/Indrayanto)

Muhammadiyah inisiasi Kembali Masuk Sekolah pascabencana di Aceh Tamiang. Menjelang pelaksanaan masuk sekolah, MDMC melakukan percepatan pemulihan sarana pendidikan, khususnya di SMP Muhammadiyah Kualasimpang

Tagar.co – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginisiasi pelaksanaan kembali kegiatan belajar mengajar pascabencana melalui agenda launching masuk sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pendidikan setelah banjir bandang yang berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.

Peluncuran kembali aktivitas pendidikan dilaksanakan pada Senin (5/1/2026), dengan pusat kegiatan di SMP Muhammadiyah Kualasimpang. Sementara itu, layanan pendidikan untuk jenjang taman kanak-kanak difasilitasi di TK Rantau.

Inisiatif ini merupakan hasil koordinasi MDMC bersama unsur perserikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta relawan lintas wilayah.

Muhammadiyah inisiasi Kembali Masuk Sekolah pascabencana di Aceh Tamiang Provinsi Aceh, Senin (5/1/2026) (Tagar.co/Indrayanto)

Kebutuhan Mendasar Segera Dipulihkan

Ketua MDMC, Budi Setiawan menegaskan, pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang harus segera dipulihkan pascabencana. Anak-anak, menurutnya, perlu segera didampingi agar dapat kembali belajar dan beraktivitas secara positif.

Baca Juga:  Ketua PWM Jatim Lepas Bantuan Logistik dan Mobil Operasional untuk Sumatra Utara dan Aceh

“Sekolah darurat dan pemulihan ruang belajar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pendidikan. Meskipun dilaksanakan dalam kondisi yang belum sepenuhnya normal,” ujar Budi Setiawan dalam rilis yang diterima tagar.co, Senin (5/1/26).

Menjelang pelaksanaan masuk sekolah, MDMC bersama relawan melakukan percepatan pemulihan sarana pendidikan, khususnya di SMP Muhammadiyah Kualasimpang. Proses ini melibatkan relawan MDMC dari Sumatera Selatan dan Jawa Tengah, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah.

Juga melibatkan unsur TNI, sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, para guru, serta masyarakat setempat. Sejak pertengahan Desember 2025, puluhan relawan mahasiswa juga telah dikerahkan untuk membantu pemulihan ruang-ruang kelas yang terdampak banjir bandang.

Proses belajar mengajar kembali dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang-ruang kelas yang telah berhasil dipulihkan melalui kerja bersama relawan, tenaga pendidik, dan masyarakat.

Sekolah Beroperasi Bertahap

Langkah ini memungkinkan sekolah mulai beroperasi kembali secara bertahap sebagai bagian dari masa pemulihan pascabencana. Sekaligus memberikan ruang aman bagi anak-anak untuk kembali belajar dan berinteraksi.

Baca Juga:  Lazismu Aceh Singkil Bantu Banjir Aceh Tamiang, Ada Genset dan Peralatan Listrik

Inisiasi kembali masuk sekolah ini sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan pembelajaran bagi satuan pendidikan terdampak bencana. Surat Edaran ini menegaskan pentingnya memastikan keberlanjutan layanan pendidikan secara aman, adaptif, dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Melalui langkah ini, MDMC menegaskan komitmennya bahwa respons kebencanaan tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Tetapi berlanjut hingga pemulihan sektor-sektor penting, termasuk pendidikan.

MDMC akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan layanan pendidikan agar anak-anak terdampak bencana dapat kembali belajar dengan layak, bermartabat, dan penuh harapan. (#)

Jurnalis Indrayanto. Penyunting Sugiran.