Feature

Menjelang Wukuf: Seruan Wamenag dan Sekjen MUI untuk Jemaah Haji Indonesia

45
×

Menjelang Wukuf: Seruan Wamenag dan Sekjen MUI untuk Jemaah Haji Indonesia

Sebarkan artikel ini
Wamenag Romo Muhammad Syafii bersama rombongan Amirul Hajj menyapa jemaah haji Indonesia di salah satu hotel di Makkah

Menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Wamenag dan Sekjen MUI mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk fokus menjaga fisik dan mental demi meraih haji mabrur—dan membawa pulang semangat kedamaian.

Tagar.co – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii bersama rombongan Amirul Hajj menyapa jemaah haji Indonesia di salah satu hotel di Makkah. Dalam kesempatan itu, Syafii mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang wukuf di Arafah, puncak ibadah haji.

“Alhamdulillah, sampai saat ini saya belum mendapat keluhan soal penerbangan. Bahkan, lebih tepat waktu dibanding tahun lalu,” ujar Syafii di Hotel 312, Makkah, Ahad (1/6/2025).

Ia hadir bersama sejumlah anggota Amirul Hajj, seperti mantan Menko PMK Muhadjir Effendy dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. Syafii menegaskan bahwa tugas utama Amirul Hajj adalah mendampingi jemaah dan memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik di Arab Saudi.

Amirsyah Tambunan, yang ditemui usai pertemuan, turut mengingatkan pentingnya fokus jemaah menghadapi rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

“Ketiga tempat ini adalah titik krusial dalam puncak ibadah haji. Fisik, mental, dan spiritual jemaah harus betul-betul prima, didukung pelayanan maksimal dari para petugas, termasuk Amirul Hajj,” jelas Amirsyah.

Amirsyah mengingatkan, rangkaian Armuzna yang dimulai pada 8 Zulhijah memerlukan persiapan matang. Para jemaah perlu menyiapkan:

  • Pakaian ihram lengkap, sabuk, gelang identitas, gelang maktab, dan tanda pengenal lainnya;
  • Tas paspor, berisi kartu kesehatan, buku doa, dompet, obat-obatan, serta multivitamin;
  • Tas tenteng, berisi pakaian ganti seperti baju koko, kain ihram cadangan, Al-Qur’an, serta alat komunikasi.

“Jangan sampai ada yang tertinggal. Kita ingin semua jemaah tetap dalam rombongan agar petugas tidak kerepotan mencarinya,” imbaunya.

Wamenag Romo Muhammad Syafii bersama rombongan Amirul Hajj menyapa jemaah haji Indonesia di salah satu hotel di Makkah

Haji Mabrur: Lebih dari Sekadar Gelar

Selain soal teknis, Amirsyah juga menekankan esensi spiritual haji: menjadi haji mabrur. Rasulullah Saw. bersabda:

“Haji mabrur, tiada balasan lain kecuali surga.”

Lalu sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa tandanya haji mabrur?”

Rasulullah menjawab, “Memberi makan kepada orang lain dan berkata baik.” (H.R. Ahmad, At-Thabrani, dan Al-Baihaqi)

Dengan lebih dari 221 ribu jemaah haji Indonesia setiap tahun, sesungguhnya bangsa ini memiliki potensi sosial luar biasa. Bila setiap haji pulang membawa predikat mabrur, akan lahir pribadi-pribadi baru yang peduli, santun, dan mampu menyejukkan suasana di masyarakat.

Dampak sosial haji mabrur inilah yang sejatinya dinanti bangsa: pribadi yang siap berkontribusi untuk menyejahterakan dan mendamaikan kehidupan kebangsaan. Semakin banyak haji mabrur, semakin besar peluang Indonesia keluar dari krisis multidimensi—baik akhlak, ekonomi, politik, maupun budaya.

Mari kita tunggu kiprah mereka, para haji mabrur Indonesia, demi negeri tercinta. Semoga! (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni