Feature

LLSMS 2025, Smala Dukun Satu-satunya Sekolah yang Dikunjungi 4 Juri

42
×

LLSMS 2025, Smala Dukun Satu-satunya Sekolah yang Dikunjungi 4 Juri

Sebarkan artikel ini
Kekompakan guru dan siswa SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun memukau juri Lomba Lingkungan Sekolah Sehat. Lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan komitmen bebas plastik jadi nilai plus. 
Para siswa Smala menyanyikan yel-yel di depan para juri (Tagar.co/Terry Angria Putri Perdana)

Kekompakan guru dan siswa SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun memukau juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat. Lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan komitmen bebas plastik jadi nilai plus.

Tagar.co — Pemandangan tenang mendadak ramai oleh kehadiran empat juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) di SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun, Gresik, Jawa Timur. Ialah Nurul Wafiyah, M.Pd., M. Nor Qomari, S.Si., Wardikin, M.Pd., dan Dodik Priyambada, M.M.

Mereka bergabung bersama para siswa dalam senam anak Indonesia hebat. Seruan yel-yel penuh semangat mengiringi langkah para juri.

Njenengan siji-sijine, Smala iki juarane, sugeng rawuh kangge sdayane, pun siap LLSMS e, Smala iki juara, dewan Juri sing dicinta, ibarat koyo kuto e Jogja, njenengan jan istimewa,” seru para siswa.

Senyum sumringah pun terlukis jelas di wajah para juri. Pada Sabtu siang (9/8/2025), dua juri bahkan tiba sejak para siswa melaksanakan salat zuhur. Ialah Nurul Wafiyah, M.Pd dan M. Nor Qomari, S.Si. Di tengah teriknya matahari, keduanya memasuki area Smala dengan penuh gembira.

“Saya masuk tadi, terasa mendamaikan karena penuh bunga. Kondisi yang seharusnya memang seperti itu, tidak saat lomba saja, tetapi memang setiap harinya seperti itu,” ujar Nurul, salah satu juri yang juga menjabat Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Gresik. Ia juga memuji sikap sopan santun para siswa Smala yang sangat baik dalam menghargai orang dewasa.

Baca Juga:  Merawat Marwah Lembaga Zakat lewat Tata Kelola Dana Umat
Kekompakan guru dan siswa SMA Muhammadiyah 5 (Smala) Dukun memukau juri Lomba Lingkungan Sekolah Sehat. Lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan komitmen bebas plastik jadi nilai plus. 
Juri LLSMS foto bersama guru dan siswa Smala Dukun. (Tagar.co/Terry Angria Putri Perdana)

Kekompakan Guru Menjadi Kunci

M. Nor Qomari, S.Si., perwakilan juri dari Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik, juga turut menyampaikan penilaiannya dalam evaluasi LLSMS. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Smala. “Total sudah tiga kali saya mengunjungi Smala. Terakhir kali saya ke sini ternyata sudah banyak yang berubah,” ucapnya.

Ia yakin perubahan ini tidak hanya berkat kepala Smala, melainkan berkat kerja sama antar guru yang saling menggerakkan. Ari, sapaan akrabnya, menekankan program apa pun tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif para guru. Karena itulah, ia berharap kekompakan guru terus terjaga.

“Best process sangat berpengaruh pada suksesnya sumber daya manusia (SDM). Prosesnya bagus, semakin baik. Smala selama sebelas bulan ini terlihat sukses terutama kesuksesan di SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang ditandai dengan peningkatan jumlah siswa di tahun ajaran baru ini,” tutup Ari dengan senyum.

Ia juga menyebutkan, Smala menjadi satu-satunya sekolah yang mendapat kunjungan empat juri dalam lomba ini. Sejalan dengannya, Wardikin, M.Pd. memuji kondisi Smala yang hijau dan menyejukkan. Menurutnya, warna hijau sangat memanjakan mata.

Baca Juga: Crew Digital Content Smala Dukun Jadi Pemateri Videografi di Matsmunam Panceng 

Baca Juga:  Berbekal Kancing Lepas, Praktik Menjahit di Program Mugres Life Asah Ketelitian

Komitmen Lingkungan Bebas Plastik

Dalam evaluasinya, Wardikin menyoroti penggunaan plastik pada kemasan minuman di Smala. Ia menyarankan agar produk karya siswa dapat sekolah kemas dalam botol yang dapat mereka daur ulang, seperti botol kaca.

Menanggapi hal tersebut, Terry Angria Putri Perdana, S.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa Smala sedang melakukan gerakan mengurangi sampah plastik. Itulah sebabnya, mereka memakai istilah ‘decrease‘. “Ke depannya, Smala berkomitmen menjadi sekolah bebas sampah plastik,” ujar Terry.

Di akhir penjurian, Dodik Priyambada, M.M. merasa bangga dengan Smala yang terus bergerak menjadi sekolah yang lebih baik. “Di Smala ini saya melihat bahwa sumber daya manusianya sangat baik, kompak, dan terlihat bekerja dengan baik. Hal itulah yang harus dipertahankan,” tegas Dodik, sapaannya.

Kepala Smala, Agus Muhammad Hasbi, S.P., juga mengaku bangga terhadap para guru dan siswa yang mendapat penilaian baik dari juri. Ia menegaskan bahwa Smala penuh dengan SDM yang tidak hanya kompak, tetapi juga bijak dan solutif terhadap kemajuan sekolah.

Pertemuan Para Juri

Pertemuan keempat juri di Smala ini memang terencana. Sejak pukul 07.00 WIB, keempat juri telah berkumpul di SMAM 1 Gresik untuk memulai misinya. Keempatnya menaiki mobil Dodik Priyambada, mereka pun bergegas menuju sekolah-sekolah yang telah ditentukan di Kecamatan Dukun.

Baca Juga:  Tampilan Ramadan Penuh Cinta Siswa Spemdalas Meriahkan Iftar Ning Berlian

Tim pertama, yang terdiri dari Wardikin dan Nurul Wafiyah, bertugas di SDM 1 Dukun, SDM 2 Dukun, dan MTsM 1 Dukun. Lokasinya di Padang Bandung, Dukun, Gresik, Jawa Timur. Perjalanan ini tak hanya sekadar menilai, tetapi juga menjadi momen untuk melihat langsung potensi luar biasa dari para peserta di setiap sekolah.

Sementara itu, tim kedua yang beranggotakan Dodik Priyambada dan M. Nor Qomari memiliki misi serupa di MI Islamiyah Mojopetung, MTsM 10 Mojopetung, dan Smala Dukun. Lokasinya di Mojopetung, Dukun, Gresik, Jawa Timur.

Di akhir hari, perjalanan kedua tim juri ini mempertemukan mereka kembali. Karena lokasi penugasan yang berdekatan dan menggunakan satu mobil, mereka akhirnya bersua di Smala Dukun. Momen pertemuan ini menjadi penutup dari perjalanan inspiratif mereka dalam mengemban amanah sebagai juri LLSMS.

Hal ini dibenarkan Dodik Priyambada, “Acara terakhir di Smala Dukun, empat juri bertemu. Di situ yang menjuri tetap hanya dua orang (Bu Nurul dan Pak Wardikin). Saya serta Pak Ari ikut senam, berkunjung, dan ikut diskusi,” terangnya. (#)

Jurnalis Nur Halisa Penyunting Sayyidah Nuriyah