Feature

Jambore Pelajar Teladan Bangsa XI: Menempa 100 Pemuda-Pemudi untuk Indonesia Emas 2045

648
×

Jambore Pelajar Teladan Bangsa XI: Menempa 100 Pemuda-Pemudi untuk Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Sebagian peserta

Jambore Pelajar Teladan Bangsa XI: Para peserta ditempa dengan berbagai materi, mulai dari diskusi tentang isu-isu global, lingkungan hidup, hingga pencegahan kekerasan di sekolah.

Tagar.co – Semangat kaumnmuda membara di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE), Malang.

Sebanyak 100 pelajar SMA terpilih dari Sabang sampai Merauke tengah digembleng dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) XI. Selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Desember, mereka dipersiapkan menjadi agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju masa depan gemilang.

JPTB XI, yang diinisiasi Maarif Institute dan didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka), bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Bertemakan “Empowered Youth: Building a Sustainable Future Together,” jambore ini dirancang khusus untuk menumbuhkan karakter dan wawasan kebangsaan para tunas bangsa.

“Visi ini adalah tentang menciptakan negara yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera. Untuk mencapainya, generasi muda harus dibekali keterampilan hidup serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman,” tegas Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), dalam amanatnya saat membuka acara, Selasa (24/12/24).

Baca Juga:  Pelajar dari 25 Provinsi Suarakan Sekolah Aman di Hadapan Wamen Fajar

BBPPMPV BOE Malang pun seolah bertransformasi menjadi Indonesia mini. Di sini, perbedaan latar belakang suku, agama, dan budaya melebur menjadi satu dalam semangat kebinekaan. Para peserta ditempa dengan berbagai materi, mulai dari diskusi tentang isu-isu global, lingkungan hidup, hingga pencegahan kekerasan di sekolah.

“Semangat kegiatan ini adalah membangun persatuan dalam keberagaman. Tidak hanya keterampilan hidup, peserta juga diperkuat dengan jejaring lintas daerah dan budaya yang sangat penting dalam membangun karakter bangsa,” tambah Fajar, menyoroti nilai strategis JPTB sebagai ruang perjumpaan dan pembelajaran.

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, membuka acara.

JPTB XI tak hanya berkutat pada teori. Peserta diajak terjun langsung merasakan denyut toleransi di Kampung Moderasi, Malang. Di kampung ini, mereka berdialog dengan tokoh agama dan masyarakat, melihat bagaimana kerukunan antarumat beragama menjadi napas kehidupan.

“Peserta diajak untuk mendalami isu-isu pendidikan, lingkungan, dan inklusi sosial. Mereka juga akan belajar melalui teori dan praktik, termasuk kunjungan ke Kampung Moderasi di Malang sebagai bentuk pembelajaran langsung,” ungkap Andar Nubowo, Direktur Eksekutif Maarif Institute, menjelaskan salah satu agenda penting jambore.

Baca Juga:  Teras Kebinekaan Luncurkan Hypatia Award dan Buku “Investing Game Theory”

Suasana semakin meriah dengan rencana pagelaran seni budaya dari masing-masing daerah di penghujung acara. Ini akan menjadi puncak perayaan keberagaman, sekaligus penanda bahwa para peserta siap kembali ke daerah masing-masing untuk menebar inspirasi.

“Kegiatan ini menjadi tempat pelajar belajar toleransi, persatuan, dan kebinekaan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, pemersatu bangsa, dan siap mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tutur Rusprita Putri Utami, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen, mengungkapkan harapannya.

Bagi Yahya Fathur Rozy, Koordinator JPTB 2024, jambore ini lebih dari sekadar kegiatan seremonial. “Semoga semangat toleransi, kemanusiaan, dan kebinekaan yang diusung JPTB dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing,” harapnya, dikutip dari siaran pers Biro Kerja Sama dan Humas Sekjen Kemendikdasmen.

Sejak pertama kali digulirkan pada 2012, JPTB telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang konsisten melahirkan generasi muda unggul. JPTB adalah bukti nyata bahwa pendidikan karakter bukanlah jargon semata, melainkan sebuah langkah konkret untuk membangun masa depan bangsa.

Baca Juga:  Pelajar dari 25 Provinsi Suarakan Sekolah Aman di Hadapan Wamen Fajar

Melalui JPTB XI, semangat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 semakin nyata dan menggelora, terpancar dari wajah-wajah penuh optimisme para peserta. Mereka adalah harapan bangsa, generasi emas yang akan membawa Indonesia terbang tinggi di kancah dunia. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni