Feature

Guru SMPM 2 Juara Lomba Video Media Pembelajaran Se-Kabupaten Ponorogo

18
×

Guru SMPM 2 Juara Lomba Video Media Pembelajaran Se-Kabupaten Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Adilah Endah Putriyani dengan piala dan piagam penghargaan yang dia terima (Tagar.co/Istimewa

Kreativitas guru IPA SMPM 2 Ponorogo, Adilah Endah Putriani, S.Pd., berhasil mengantarkannya meraih juara 2 Lomba Video Media Pembelajaran se-Kabupaten Ponorogo.

Tagar.co – Upaya SMP Muhammadiyah (SMPM) 2 Ponorogo, Jawa Timur, mendorong guru-gurunya berinovasi kembali membuahkan hasil.

Salah satu gurunya, Adilah Endah Putriani, S.Pd., berhasil meraih Juara 2 Lomba Video Media Pembelajaran (LVMP) Tingkat SMP se-Kabupaten Ponorogo Tahun 2025 berkat kreativitasnya mengemas materi tekanan zat padat dalam format video yang menarik dan mudah dipahami.

Bava juga: Pelepasan Siswa SMPM 2 Ponorogo: Tangis Haru dan Cinta yang Tertinggal

Prestasi ini menjadi bukti bahwa budaya inovasi yang dibangun sekolah semakin kuat dan mendapat apresiasi luas.

Dari 300 Peserta Menjadi 20 Besar

Perjalanan menuju kemenangan tidaklah mudah. Tahun ini, LVMP diikuti sekitar 300 peserta dari sekolah negeri dan swasta se-Kabupaten Ponorogo.

Dari SMPM 2 Ponorogo, dua guru berhasil lolos seleksi awal, yaitu:

  • Ismini, S.Pd., guru Bahasa Indonesia yang mengangkat materi teks berita dalam bentuk drama keluarga yang kreatif.

  • Adilah Endah Putriani, S.Pd., guru IPA yang menyajikan materi tekanan zat padat melalui video animasi dan dokumentasi berjudul “Kenapa Bisa Tenggelam: Penerapan Konsep Tekanan Zat Padat.”

Keduanya menembus 20 besar dan berkesempatan mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri pada Selasa (14/10/25).

Melaju ke 10 Besar

Usai sesi presentasi, Adilah dinyatakan lolos ke 10 besar. Aspek penilaian meliputi kreativitas penyajian, ketepatan materi, kemanfaatan media, serta kemampuan guru dalam menjelaskan konsep pembelajaran.

Pengumuman resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo hari ini menetapkan Adilah sebagai peraih juara 2. Capaian tersebut disambut penuh rasa syukur oleh warga sekolah sebagai bentuk pengakuan atas inovasi pembelajaran yang terus dikembangkan.

Tidak Menyangka

Adilah mengaku tak menyangka dapat meraih penghargaan tersebut. “Saya sebenarnya berangkat karena ada keharusan mengikuti perlombaan dari dinas untuk masing-masing mata pelajaran. Tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia merasa pengalaman tersebut membuka perspektif baru tentang pentingnya mencoba hal baru dan berani keluar dari rutinitas.

“Harapannya seperti sebelum-sebelumnya: teman-teman semangat, kita berkarya. Jangan hanya stuck di satu tempat. Kalau ada kesempatan, langsung diambil. Karena kesempatan itu datangnya cuma sekali,” tandasnya.

Sikap rendah hati itu mencerminkan semangat guru muda yang terus belajar dan mengembangkan diri.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan siswa lainnya untuk terus berkarya, menantang diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan. (#)

Jurnalsi Avita Diah Ayu Atalia Penyunting Mohammad Nurfatoni