Feature

Semangat Nusantara di Kelas: Ujian Praktik Pancasila Tampilkan Kreativitas Siswa

109
×

Semangat Nusantara di Kelas: Ujian Praktik Pancasila Tampilkan Kreativitas Siswa

Sebarkan artikel ini
Siswa SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik, menampilkan beragam budaya provinsi di Indonesia melalui karya kreatif, presentasi interaktif, dan pemanfaatan teknologi digital.
Presentasi Aisyah Aqila Ajda tentang Provinsi Sumatera Barat dalam ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD Muhammadiyah 1 Menganti. (Tagar.co/Dita Nur Oktaviani)

Siswa SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik, menampilkan beragam budaya provinsi di Indonesia melalui karya kreatif, presentasi interaktif, dan pemanfaatan teknologi digital.

Tagar.co– Pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik, Jawa Timur, berlangsung meriah, Senin (6/4/26). Mengusung tema Keragaman Budaya Provinsi di Indonesia, kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperdalam pemahaman mereka terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Berbagai karya menarik hasil kreasi peserta didik dipamerkan, mulai dari baju adat, alat musik tradisional, miniatur rumah adat, makanan khas daerah, hingga tarian tradisional yang dikemas secara unik dan inovatif.

Baca juga: Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Menganti Jalani Ujian Praktik

Tidak hanya menampilkan hasil karya, para siswa juga menunjukkan kemampuan presentasi yang mengesankan. Dengan penuh percaya diri, mereka memaparkan ciri khas budaya, filosofi, serta keunikan dari provinsi yang mereka angkat.

Salah satu wali murid, Ratnawati, S.Psi, ibunda dari Aisyah Aqila Ajda siswa kelas 6 Abu Bakar Ash-Shiddiq, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa seluruh proses persiapan dilakukan secara mandiri oleh siswa.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 1 Menganti Ikuti Silatnas Sekolah Kreatif Indonesia di Madiun

“Persiapannya benar-benar mandiri. Anak mencari referensi sendiri. Saya salut dengan sekolah yang mampu memberikan proyek yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendekatkan siswa dengan teknologi yang saat ini sangat relevan. Generasi anak bangsa harus mampu menggunakannya dengan bijak, dan kami sebagai orang tua hanya mengarahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Aqila memanfaatkan berbagai platform digital seperti Pinterest untuk mencari referensi pembuatan miniatur rumah adat, mulai dari desain atap hingga teknik pembuatan pondasi. Aqila juga mampu mengoperasikan aplikasi Canva secara mandiri untuk menyusun materi presentasi melalui ponsel pribadinya.

Dalam penyajiannya, Aqila bahkan mengusulkan membawa makanan khas daerah berupa rendang sebagai bentuk penguatan pemahaman kepada teman-temannya. “Ketika saya tanya alasannya, Aqila mengatakan agar teman-temannya lebih yakin dengan ciri khas daerah tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, wali kelas 6, Nur Azizah, S.Pd. mengungkapkan kesan mendalam terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia merasa bangga melihat ide-ide kreatif yang ditunjukkan oleh para siswa.

“Saya sangat berkesan dengan anak-anak yang memiliki ide-ide kreatif dan mampu menuangkannya dalam karya yang unik. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar, tetapi juga berkembang dalam kreativitas dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Baca Juga:  SD Muhammadiyah 1 Menganti Matangkan Persiapan Kelulusan Siswa Kelas VI

Murutnya kegiatan ujian praktik ini menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan pemanfaatan teknologi pada siswa. (#)

Jurnalis Dita Nur Oktaviani Penyunting Mohammad Nurfatoni