Feature

Dari Subuh hingga Syuruk, Kajian Saroja Merawat Iman Jemaah Masjid Al-Ghifari

77
×

Dari Subuh hingga Syuruk, Kajian Saroja Merawat Iman Jemaah Masjid Al-Ghifari

Sebarkan artikel ini
Jemaah Masjid Al-Ghifari Blitar mengikuti Kajian Saroja Subuh bersama Ustaz Chusnul Yaqin tentang makna kesukaan, kesabaran, dan ukhuwah Islamiyah yang diakhiri dengan kegiatan sarapan gratis bersama.
Jemaah Masjid Al-Ghifari Blitar mengikuti Kajian Saroja Subuh bersama Ustaz Chusnul Yaqin. (Tagar.co/Agus Fawaid)

Jemaah Masjid Al-Ghifari Blitar mengikuti Kajian Saroja Subuh bersama Ustaz Chusnul Yaqin tentang makna kesukaan, kesabaran, dan ukhuwah Islamiyah yang diakhiri dengan kegiatan sarapan gratis bersama.

Tagar.co —  Puluhan jemaah mengikuti Kajian Sarapan Rohani dan Jasmani (Saroja) Subuh di Masjid Al-Ghifari Blitar, Sabtu pagi (31/1/2026). Yayasan Al-Ghifari Blitar bersama Takmir Masjid Al-Ghifari Blitar menyelenggarakannya setelah salat Subuh berjemaah hingga selesai. Bakda kajian, jemaah berlanjut salat Syuruk serta sarapan gratis bersama.

Pada masjid yang beralamat di Jalan Sumba Nomor 38, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, itu hadir penceramah Ustaz H. Chusnul Yaqin.  Dalam materinya, ia menyampaikan tema tentang “Kesukaan”.

Pria yang berdomisili di Jalan Sulawesi, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar itu menekankan, apa yang seseorang sukai belum tentu orang lain sukai juga karena ada banyak faktor yang mempengaruhi.

“Banyak faktor di antaranya biologis, sosial, budaya, dan lingkungan,” ujarnya di masjid dua lantai yang kaya fasilitas itu. Seperti beberapa unit AC, CCTV, halaman parkir yang memadai untuk mobil dan motor, kamar mandi, banyak kran wudhu, serta lingkungan sekitar masjid yang teduh dengan pepohonan dan taman berbunga.

Baca Juga:  203 Guru Muhammadiyah Ikuti Inobel di Olympicad Ke-8 Makassar

Di tengah materi, ia juga menguatkan penjelasan dengan dalil Al-Qur’an tentang sesuatu yang terasa berat bagi manusia, tetapi sejatinya membawa kebaikan:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ia kemudian mengaitkan dalil tersebut dengan realitas ibadah, termasuk beratnya salat Subuh bagi sebagian orang. Ia lalu menegaskan, dalam Islam tidak ada paksaan dalam beragama.

Baca Juga: Kajian Saroja Mengupas Kisah Lukman Al-Hakim

Bersihkan Hati

Ia juga menyampaikan berbagai pesan keislaman dan sosial. Mulai dari realitas rendahnya persentase salat berjamaah, keistimewaan manusia yang diberikan Allah, hingga pentingnya membersihkan hati.

“Nabi dibersihkan hatinya, sedangkan manusia berusaha membersihkan hatinya. Ada beberapa panggilan dalam hidup, di antaranya panggilan sholat, wafat, dan kiamat,” tuturnya.

Selain itu, Ustaz H. Chusnul Yaqin juga mengingatkan, keluarga dan saudara bisa menjadi ujian. Tetapi juga bisa menjadi ladang pahala, pentingnya membudayakan salam dalam kehidupan sehari-hari, serta makna kesabaran dan amar makruf nahi mungkar.

Baca Juga:  Cabai Melimpah, Mahasiswa UMG Menyulapnya Jadi Chili Oil Bernilai

“Kehilangan sandal di masjid lebih baik dari pada tidak ke masjid. Orang sabar itu tidak mudah tergoda, salah satu tandanya jika kehilangan sesuatu tidak diceritakan selama tiga hari,” katanya.

Kajian Saroja Subuh ini berakhir dengan doa bersama. Berlanjut dengan sarapan gratis yang panitia sediakan sebagai bentuk kebersamaan dan penguatan ukhuwah antarjemaah. (#)

Jurnalis Agus Fawaid Penyunting Sayyidah Nuriyah