Feature

Spemdalas Memulai Semester Dua dari Masjid, Menata Hati Menyongsong Prestasi

65
×

Spemdalas Memulai Semester Dua dari Masjid, Menata Hati Menyongsong Prestasi

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Yugo Triawanto, sedang menyampaikan pesan-pesan kepada para siswa di hari pertama semester kedua, dmasjid At-Taqwa Spemdalas, Senin (5/1/26) (Tagar.co/Mochammad Nor Qomari)

Dari masjid, Spemdalas menata rohani siswa, meneguhkan disiplin, dan menyiapkan langkah menuju prestasi di semester baru.

Tagar.co — Awan tipis menyelimuti Senin pagi (5/1/26), ketika jarum jam menunjukkan pukul 06.50 WIB. Satu per satu siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur, melangkah menuju Masjid Taqwa Spemdalas, menenteng mukena dan mendekap Al-Qur’an di dada.

Bukan sekadar rutinitas awal masuk sekolah, pagi itu menjadi ikhtiar bersama untuk memulai semester dua dengan hati yang tenang dan niat yang lurus.

Baca juga: Penguatan Gukar Spemdalas: Antara Menanam Amanah dan Menjaga Arah

Dipandu M. Haris, S.Pd.I., para siswa menata saf dengan rapi. Suasana masjid terasa khusyuk saat salat sunah Tahiyatul Masjid dan salat Duha dilaksanakan berjemaah. Lantunan doa pagi serta murajaah Surah At-Tariq, Al-A’la, dan Al-Ghasiah menggema lembut, meneduhkan hati dan pikiran sebelum kembali ke bangku belajar.

Kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, membaca Surah An-Nisa ayat 114 hingga 147. Seluruh siswa bersama para ustaz dan ustazah melafalkan ayat-ayat suci dengan tartil dan penuh penghayatan, meneguhkan bahwa proses belajar tidak hanya mengasah akal, tetapi juga membentuk rohani.

Baca Juga:  Loyalitas Sabri
Ustaz M. Haris sedang memandu para siswa murajaah Al-Quran (Tagar.co/Mochammad Nor Qomari)

Mengapa dari Masjid?

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Yugo Triawanto, M.Si., memberikan penguatan dengan pesan sederhana namun mendalam. Ia menjelaskan alasan mengawali semester dari masjid.

“Karena kehidupan kita bermula, berlangsung, dan berakhir kepada Allah,” tuturnya.

Dari rumah Allah inilah, Spemdalas mengajak murid mengingat Allah agar tumbuh menjadi generasi hebat yang bermanfaat bagi keluarga, bangsa, dan agama.

“Ketika selalu ingat kepada Allah, insyaallah kita akan terbiasa berbuat baik dan menjauhi keburukan, selaras dengan nilai Pancasila sila pertama,” tambahnya.

Ustaz Yugo, sapaannya, juga menyampaikan harapan sekolah agar para murid mampu meraih prestasi yang lebih baik pada semester ini. Spemdalas, kata dia, ingin menjadi sekolah yang amanah dalam mendidik murid—bukan hanya saleh di sekolah, tetapi juga di mana pun mereka berada, bahkan hingga setelah lulus.

Ustazah Ain Nurwindasari sedang menjelaskan tata tertib (Tagar.co/Mochammad Nor Qomari)

Pentingnya Tata Tertib

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan penguatan tata tertib sekolah oleh Ain Nurwindasari, M.IRKH., wali kelas bidang Ismuba. Dengan bahasa yang menenangkan, ia mengajak siswa memahami tata tertib sebagai panduan tumbuhnya disiplin dan tanggung jawab. Mulai dari ketepatan waktu, kerapian, kebersihan, penggunaan seragam, hingga kelengkapan belajar dijelaskan secara runtut.

Baca Juga:  Peningkatan Jumlah Siswa, Spemdalas Raih Bonus dari PDM Gresik

“Karena ini hari pertama semester genap, kami ingin sejak awal siswa sadar aturan, memahami konsekuensi, dan mampu menjaga kedisiplinannya,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar aturan, tata tertib diharapkan menjadi jalan membentuk akhlak yang baik dan kedewasaan sikap. Ustazah Ain, begitu dia kerap disapa, juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan dan menghindari pacaran di usia SMP agar siswa tetap fokus belajar.

“Kesadaran yang kami harapkan bukan karena takut poin berkurang, tetapi karena merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. dan memahami konsekuensi setiap perbuatan,” pesannya penuh kasih.

Para siswa sedang murajaah Al-Quran (Tagar.co/Mochammad Nor Qomari)

Merawat Prasarana

Penguatan berikutnya disampaikan M. Wildan Hernanda, S.Pd., yang mengajak siswa bersama-sama menjaga dan merawat sarana prasarana sekolah. Menurutnya, fasilitas yang nyaman adalah hasil ikhtiar bersama yang harus dijaga.

“Ketua kelas diharapkan menjadi teladan dalam merawat sarana prasarana agar proses belajar semakin nyaman,” ujarnya.

Kesan mendalam dirasakan para siswa. Archello Rakha Kayrendra, siswa kelas 8 Ferrum, mengaku bersyukur bisa memulai semester dua dari masjid.

“Alhamdulillah, murojaah Al-Qur’an di masjid membuat saya lebih siap menjalani aktivitas belajar,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemanfaatan AI dalam Perspektif Islam Dibahas di Keputrian Spemdalas

Ia pun bertekad menjadi pribadi yang lebih baik. “Insyaallah saya akan lebih rajin beribadah dan memohon rida Allah agar dimudahkan menerima ilmu dari para guru.”

Hal senada disampaikan Dwi Affika Putri Hariyadi, siswi kelas 8 Ferrum. “Mengawali dengan doa dan membaca Al-Qur’an membuat saya lebih tenang dan lebih siap belajar,” ujarnya.

Ia berharap dapat terus konsisten beribadah, berakhlak mulia, dan menjalani kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh.

Mengawali semester dua dari masjid, Spemdalas menegaskan komitmennya: menata hati sebelum mengasah prestasi, membimbing siswa menjadi generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia — dari Spemdalas, sekolah para juara. (#)

Jurnalis Mochammad Nor Qomari Penyunting Mohammad Nurfatoni