Feature

Turba PWNA Jatim di Sela Bencana Semeru

35
×

Turba PWNA Jatim di Sela Bencana Semeru

Sebarkan artikel ini
Turba rombongan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah ke Lumajang juga mendapat laporan kader-kader Nasyiah yang terjun ke lapangan membantu pendampingan psikososial pengungsi.
Ketua PDNA Lumajang Umi Fauziah Yuniarsih sambutan di acara Turba PWNA. (Tagar.co/Kuswantoro)

Turba rombongan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah ke Lumajang juga mendapat laporan kader-kader Nasyiah yang terjun ke lapangan membantu pendampingan psikososial pengungsi.

Tagar.co – Suasana Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jalan Brantas No 7 Lumajang terasa hangat pada Sabtu (22/11/2025).

Tamu rombongan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur hadir dalam kegiatan turun ke bawah (Turba) disambut antusias oleh kader-kader Nasyiah Lumajang.

Hadir Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Penelitian PWNA Jatim, Nur Afni Rachman M.Med.Kom, dan anggota bidang advokasi sosial Farhana, A.Ma.

Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lumajang, Umi Fauziah Yuniarsih, menyampaikan laporan perkembangan organisasi yang membuat para hadirin merasa bangga dan optimistis.

“Pertama, saya mengucapkan selamat datang di Lumajang. Kehadiran PWNA hari ini benar-benar menjadi penyemangat bagi kami,” ujar Umi mengawali sambutannya.

Ia mengatakan, perkembangan Nasyiah di Lumajang akhir-akhir ini sangat membahagiakan. Dari 21 cabang, kini 13 cabang telah aktif. Dalam satu bulan terakhir saja terbentuk empat cabang baru: Tekung, Pasirian, Ranuyoso, dan Kedungjajang.

Baca Juga:  Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

Menurutnya, lonjakan ini terjadi karena munculnya kader-kader yang memiliki semangat luar biasa, yang datang dan bergerak tanpa harus diminta.

“Masyaallah, kami benar-benar bertemu kader-kader yang semangatnya luar biasa,” katanya.

Tak hanya bergerak di bidang kaderisasi, PDNA Lumajang juga menemukan potensi besar yang membuat mereka semakin optimistis, yaitu rencana pembentukan PAUD Dinar Nasyiah.

Dalam kunjungan ke salah satu cabang, mereka mendapati para kader mengelola TPQ secara gratis, dengan fasilitas yang disiapkan sendiri, bahkan mencari donatur secara mandiri.

Warga setempat sangat menerima kehadiran mereka, mengingat kondisi masyarakat yang masih minim pendidikan.

”Ketika kami menyampaikan wacana PAUD, mereka langsung sangat antusias. Doakan ya, Bu-ibu, semoga PAUD Nasyiah ini segera bisa diwujudkan,” ujar Umi penuh harap.

Acara Turba PWNA Jawa Timur ke Lumajang disambut kader Nasyiah setempat di Gedung Dakwah. (Tagar.co/Kuswantoro)

Letusan Semeru

Umi juga menyinggung musibah erupsi Gunung Semeru yang kembali berdampak pada wilayah Lumajang.

Ia meminta doa agar kondisi segera membaik dan masyarakat diberikan kekuatan.

Dalam peristiwa itu, PDNA Lumajang bergerak cepat sebagai penanggung jawab pendampingan psikososial bagi 80 anak korban erupsi, berkolaborasi dengan PDM, Aisyiyah, MDMC, dan Lazismu agar penanganan dapat berjalan menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

Di akhir laporannya, Umi menegaskan, Turba kali ini menjadi ruang penting bagi PDNA untuk mendapatkan masukan, arahan, dan penguatan dari PWNA Jatim.

“InsyaAllah bersama-sama kita bisa membuat gerakan Nasyiah di Lumajang semakin berdaya, semakin memberi manfaat, dan semakin dekat dengan umat,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan makna tema besar yang diusung Nasyiah tahun ini: Nasyiah Berkarya, Majulah Perempuan Muda Bangsa.

Tema tersebut, katanya, dipilih untuk menegaskan, kader Nasyiatul Aisyiyah harus menjadi perempuan muda yang berdaya, berkarya, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tema ini menggambarkan harapan agar perempuan muda mampu maju, percaya diri, serta mengambil peran penting dalam memajukan bangsa melalui karya, dakwah, dan kontribusi di berbagai bidang,” tuturnya.

Turba PWNA di Lumajang hari itu ditutup dengan suasana penuh syukur, kebersamaan, dan optimisme bahwa gerakan Nasyiah di Lumajang tengah memasuki fase pertumbuhan baru yang lebih kuat dan berdaya guna. (#)

‎Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto