Feature

Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu Panen Pelajaran di Kandang Ayam Randuboto

24
×

Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu Panen Pelajaran di Kandang Ayam Randuboto

Sebarkan artikel ini
Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu menjelajah Kandang Ayam Randuboto, belajar beternak, memanen telur, dan mendapat edukasi lingkungan dari Kepala Desa.
Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu kunjungi kandang ayam Randuboto. (Tagar.co/Luthfi Dyah Radintari)

Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu menjelajah Kandang Ayam Randuboto, belajar beternak, memanen telur, dan mendapat edukasi lingkungan dari Kepala Desa.

Tagar.co — Sebanyak 60 anak Kelompok B TK Aisyiyah 9 Sidayu, Gresik, Jawa Timur, antusias mengikuti Outing Class bertajuk “Petualangan Seru di Kandang Ayam Desa Randuboto”. Sejak kedatangan para siswa, keceriaan langsung menyelimuti suasana. Kepala TK dan para guru Kelompok B mendampingi untuk memastikan kegiatan berjalan aman, nyaman, dan menggembirakan.

Sekolah menyelenggarakan kegiatan ini untuk memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak di luar kelas. Mereka belajar langsung tentang hewan ternak, mengenal proses produksi telur, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap makhluk hidup.

Rangkaian kegiatan bermula dengan Senam Chicken Dance bersama, yang menyemarakkan pagi. Gerakan senam yang lucu dengan iringan lagu ceria membuat semua anak tertawa dan bergerak penuh semangat, Senin (10/11/2025).

Setelah senam, anak-anak mendapat kesempatan istimewa. Mereka bercakap-cakap langsung dengan Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, yang menyambut mereka dengan ramah. Andhi menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena mampu menanamkan semangat belajar dan keberanian pada anak sejak dini. Interaksi yang hangat membangun kepercayaan diri anak-anak untuk berbicara dan menjawab pertanyaan yang Andhi ajukan.

Baca Juga:  Di Samping Menara Pisa, PRNA Suci Dampingi Kader IPM Belajar Jurnalistik

Dalam momen penuh keceriaan itu, Andhi turut memberikan edukasi ringan tentang pentingnya makanan sehat dan kebiasaan makan yang baik. Dengan gaya yang komunikatif, dia mengajak anak-anak berdialog tentang makanan bergizi, dan memberi contoh makanan yang boleh dan tidak boleh mereka konsumsi secara berlebihan.

Andhi juga menyisipkan tanya jawab menarik seperti, “Apa bahasa Inggrisnya telur?” dan “Siapa nama Presiden pertama Indonesia?”. Suasana menjadi sangat hidup dan interaktif. Anak-anak semakin bersemangat belajar sambil bermain.

Siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu menjelajah Kandang Ayam Randuboto, belajar beternak, memanen telur, dan mendapat edukasi lingkungan dari Kepala Desa.
Interaksi seru siswa TK Aisyiyah 9 Sidayu. (Tagar.co/Luthfi Dyah Radintari)

 Belajar Ternak dan Konservasi Lingkungan

Usai sesi tanya jawab, para siswa mengikuti kegiatan utama. Mereka membuat pakan ayam, memberi makan ayam, dan memanen telur langsung dari kandang. Aktivitas ini menjadi pengalaman baru yang menggembirakan dan bermakna bagi anak-anak.

Mereka melihat proses perawatan ayam secara langsung. Dengan hati-hati, mereka memberi makan ayam di tempat yang sudah tersedia. Momen memanen telur menjadi bagian yang paling mereka tunggu, karena anak-anak dapat memegang telur segar.

Menariknya, Andhi bercerita kepada para orang tua yang menunggu anak-anak tentang pendirian Kandang Ayam Randuboto di sela-sela kegiatan. Ia menjelaskan, masyarakat membangun kandang ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan edukasi warga sekitar.

Baca Juga:  Spemdalas Raih 5 Emas Olympicad VIII Makassar

Selain itu, dia juga menyampaikan, Desa Randuboto sudah menjalankan program pengadaan biopori. Biopori adalah lubang resapan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air tanah dan mengurangi genangan air. Cerita inspiratif dari Kepala Desa ini menjadi tambahan pengetahuan berharga bagi para orang tua dan guru.

Secara keseluruhan, Outing Class “Petualangan Seru di Kandang Ayam Randuboto” menjadi pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna bagi anak-anak TK Aisyiyah 9 Sidayu. Mereka tidak hanya belajar tentang hewan ternak, tetapi juga mendapat wawasan tentang lingkungan dan peran masyarakat dalam menjaganya.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Semuanya mendukung pendidikan anak usia dini yang kontekstual dan menyenangkan. Harapannya, kegiatan seperti ini membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli, dan mencintai lingkungan sejak usia dini. (#)

Jurnalis Luthfi Dyah Radintari Penyunting Sayyidah Nuriyah